Pendapatan Bunga Bersih BNI Terus Merosot Hingga Semester I-2024

Achmad Fauzi Suara.Com
Jum'at, 20 September 2024 | 08:02 WIB
Pendapatan Bunga Bersih BNI Terus Merosot Hingga Semester I-2024
Gedung BNI. (Dok: BNI)

Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI memang masih mencatatkan laba bersih pada Semester I-2024. Tercatat, pada paruh pertama 2024, emiten bersandi saham BBNI ini raih laba bersih sebesar Rp 10,69 triliun atau naik tipis 3,8 persen dibandingkan periode yanga sama tahun.

Naik tipisnya persentase laba bersih imbas dari pendapatan bunga bersih yang berlanjut terus menurun sejak tahun 2023.

Seperti dilansir dari laporan keuangan BNI, Jumat (20/9/2024), pendapatan bunga bersih BBNI turun 7,4 persen menjadi Rp 19,07 triliun di semester I 2024.

Penurunan ini seiring dengan kenaikan beban bunga 41,5 persen sebesar Rp 13,1 triliun.

Imbasnya, margin bunga bersih juga ikut tergerus dari 4,58 persen pada Juni 2023 ke level 4,02 persen di Juni 2024.

Pelayanan di Bank BNI. (Dok: BNI)
Pelayanan di Bank BNI. (Dok: BNI)

Susutnya pendapatan bunga bersih ini sebelumnya terjadi di Kuartal I-2024. Pada periode itu, pendapatan bunga bersih anjlok 9,8 persen menjadi Rp 9,39 triliun.

Merosotnya pendapatan bunga bersih itu juga didorong dari beban bunga yang membengkak 47,5 persen menjadi Rp 6,48 triliun.

Alhasil, Margin bunga bersih BBNI ikut menyusut dari 4,68 persen pada Maret 2023 ke level 4,01 persen pada Maret 2024. Kondisi ini juga membuat laba bersih di Kuartal I-2024 hanya naik tipis 2,02 persen senilai Rp 5,32 triliun.

Jika ditarik ke belakang, pendapatan bunga bersih ini telah jatuh pada tahun 2023. Di mana sepenjangan tahun kemarin, Bank pelat merah itu meraih pendapatan bunga bersih senilai Rp 41,27 triliun atau terkoreksi 0,1 persen secara tahunan.

Baca Juga: OJK Umumkan 8 Emiten Bangkrut, Tak Wajib Laporkan Kondisi Keuangan

Bahkan, pendapatan bunga bersih ini merosot lebih dalam pada Kuartal IV-2023 sebesar 3,8 persen menjadi Rp 10,14 triliun.

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini menyebut, kenaikan tren kenaikan suku bunga acuan yang membuat biaya bunga alami peningkatan.

"Namun di tengah kondisi tersebut, CoF dapat dijaga di kisaran 2,2%, secara struktural masih lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi di atas 3%," ujar Novita dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI