Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Harga Bitcoin Tembus Rp1,2 Miliar Akhir Tahun 2024? Analis Ungkap Potensinya

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 23 September 2024 | 16:49 WIB
Harga Bitcoin Tembus Rp1,2 Miliar Akhir Tahun 2024? Analis Ungkap Potensinya
Ilustrasi Bitcoin [Unsplash/Bastian Riccardi]

Suara.com - Harga Bitcoin (BTC) diprediksi segera bullish dalam waktu dekat. Analis terkemuka, Crypto Titan, memproyeksikan bahwa Bitcoin bisa mencapai target menengah sebesar US$85.000 (sekitar Rp1,2 miliar) atau bahkan lebih pada akhir tahun 2024.

"Bitcoin US$85.000, breakout pada RSI mingguan menunjukkan potensi pergerakan eksplosif untuk BTC sebelum tahun berakhir," ungkapnya, seperti yang dikutip Redaksi Suara.com dari Blockchain Media pada Senin (23/9/2024).

Alasan prediksi ini didasari oleh pergerakan harga terkini serta indikator teknikal yang mengisyaratkan bahwa Bitcoin siap melesat naik.

Pola Megaphone Sebagai Penanda Pergerakan Besar

Crypto Titan menunjukkan bahwa Bitcoin telah mengalami breakout dari pola megaphone dalam grafik analisisnya, sebuah struktur teknikal yang kerap kali mengawali pergerakan harga signifikan. Pola megaphone, atau wedge melebar, terbentuk saat volatilitas pasar sedang tinggi, di mana harga bergerak di antara dua garis tren yang semakin menjauh.

Pola ini mencerminkan ketidakpastian pasar, namun pada akhirnya akan memicu pergerakan besar saat pasar memilih arah yang pasti. Bitcoin yang berhasil breakout ke arah atas dari pola megaphone tersebut menjadi indikasi kuat bahwa tren bullish sedang berlangsung.

Target menengah Bitcoin di kisaran US$85.000 terlihat semakin masuk akal jika mempertimbangkan konfirmasi dari indikator teknikal lainnya, seperti Relative Strength Index (RSI).

RSI Memperkuat Prediksi Bitcoin Tembus US$85.000

Analisis ini juga menyoroti breakout signifikan pada indikator Relative Strength Index (RSI) mingguan. RSI mengukur momentum serta kecepatan pergerakan harga aset dan digunakan untuk mengetahui apakah sebuah aset sedang berada dalam kondisi overbought atau oversold. Dalam kasus ini, RSI menunjukkan breakout dari tren penurunan sebelumnya, dengan saat ini berada di level 54, yang mencerminkan potensi kenaikan harga yang signifikan.

Secara historis, breakout RSI semacam ini sering kali diikuti oleh kenaikan harga yang substansial. Dengan RSI mingguan yang mendekati batas atas zona netral, prediksi bullish terhadap Bitcoin menuju US$85.000 semakin mendapat dukungan.

Momentum Positif dan Faktor Pendukung Kenaikan Bitcoin

Prediksi bullish ini juga didukung oleh beberapa momentum positif yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Adopsi teknologi kripto oleh beberapa pemerintah, seperti Bhutan yang mulai memasukkan aset kripto dalam portofolio investasi mereka, menjadi salah satu faktor pendukung.

Selain itu, Crypto Titan juga menggarisbawahi bahwa fase bullish umumnya terjadi pada kuartal keempat setiap tahunnya.

"Secara historis, jika September ditutup dengan performa positif, kuartal keempat biasanya akan diwarnai oleh tren bullish," ungkapnya.

Analisis lainnya juga menunjukkan bahwa siklus kenaikan harga Bitcoin kerap kali terjadi pasca-halving, sekitar 150 hingga 170 hari setelahnya.

"Secara historis, fase bullish Bitcoin dimulai pada bulan Uptober!" tambah seorang analis lain.

Potensi Pergerakan Bitcoin Menuju US$85.000

Gabungan antara breakout pola megaphone dan sinyal bullish dari RSI menjadi indikasi kuat bahwa Bitcoin memiliki peluang besar untuk mencapai target US$85.000. Prediksi ini juga semakin realistis jika melihat momentum positif dan perkembangan pasar yang terjadi belakangan ini.

Namun, meski indikator teknikal mengarah pada kelanjutan tren bullish, volatilitas pasar kripto tetap harus diperhatikan. Para investor dan trader akan terus memantau perkembangan pasar untuk memastikan apakah proyeksi ini benar-benar terwujud.

Desclaimer: Redaksi Suara.com tidak bertanggung jawab atas segara risiko akibat investasi atau pembelian yang Anda lakukan. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya di tangan Anda sebagai pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Gas Fee Ethereum Bisa Sangat Mahal? Ini Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Mengapa Gas Fee Ethereum Bisa Sangat Mahal? Ini Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Bisnis | Jum'at, 20 September 2024 | 18:33 WIB

Volume Transaksi Melebihi Setengah Triliun, Indodax Kembali Dominasi Pasar Kripto Indonesia Paska Insiden

Volume Transaksi Melebihi Setengah Triliun, Indodax Kembali Dominasi Pasar Kripto Indonesia Paska Insiden

Bisnis | Kamis, 19 September 2024 | 19:04 WIB

CFX Tegaskan Komitmen Keamanan Industri Aset Kripto di Indonesia

CFX Tegaskan Komitmen Keamanan Industri Aset Kripto di Indonesia

Bisnis | Kamis, 19 September 2024 | 13:57 WIB

Pendiri BitMRX: Awas Gejolak Pasar Kripto dalam Waktu Dekat!

Pendiri BitMRX: Awas Gejolak Pasar Kripto dalam Waktu Dekat!

Bisnis | Kamis, 19 September 2024 | 13:10 WIB

The Fed Selamatkan Pasar Kripto? Harga Bitcoin Tembus US$61.900

The Fed Selamatkan Pasar Kripto? Harga Bitcoin Tembus US$61.900

Bisnis | Kamis, 19 September 2024 | 11:50 WIB

Dikabarkan Kena Hack, Indodax Apakah Aman atau Tidak?

Dikabarkan Kena Hack, Indodax Apakah Aman atau Tidak?

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 20:46 WIB

Terkini

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:46 WIB

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:19 WIB

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:01 WIB

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Baru IPO! 95,82 Persen Saham WBSA Ternyata Dikuasai Beberapa Pihak, Bakal Jadi Sorotan MSCI?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:38 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:13 WIB

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:19 WIB

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:33 WIB

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB