Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Jelang Lengser Jokowi Rajin Groundbreaking Infrastruktur di IKN, Kali Ini Sekolah Asal Australia

Achmad Fauzi

Rabu, 25 September 2024 | 09:47 WIB
Jelang Lengser Jokowi Rajin Groundbreaking Infrastruktur di IKN, Kali Ini Sekolah Asal Australia
Presiden Jokowi meresmikan groundbreaking sekolah asal Australias di IKN/(Youtube Sekretariat Presiden).

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meresmikan pembangunan infrastruktur di Ibu Kotan Nusantara (IKN), Kalimantan Timur jelang lengser.

Kali ini, Jokowi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking fasilitas sekolah asal Australia, Australia Independent School (AIS).

Sekolah internasional untuk warga IKN ini dibangun di atas lahan 7.900 meter persegi yang bisa menmpung 750 siswa dari TK hingga SMA.

"Ini menunjukkan keseriusan komitmen kita untuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung berkelas internasional di IKN, termasuk lembaga pendidikan internasional yang berkualitas dunia," ujar Jokowi saat groundbreaking yang dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (25/9/2024).

Kepala Negara ingin, kehadiran AIS ini bisa membuat warga IKN merasakan fasilitas sekolah berkelas dunia.

"Bisa mempromosikan pendidikan global berkelas tinggi di Nusantara dan memberikan pilihan pendidikan yang bermutu bagi warga di Ibu Kota Nusantara yang berasal dari berbagai daerah, berasal dari berbagai negara, dan berbagai latar belakang," kata Jokowi.

Lima Investor Asing Merapat

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut investor masih sekadar minata saja untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Dia mengungkapkan, setidaknya ada lima perusahaan dari Singapura, China, Australia, dan Rusia, yang ingin tanam modal di IKN.

baca juga

"(Investasi di IKN) yang asing ada 5," ujar Rosan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Mantan Duta Besar AS ini memprediksi, Investasi dari lima perusahaan asing bisa mencapai USD 165 juta atau setara Rp 2,5 triliun.

"Kalau Sembcorp kurang lebih USD 65 juta. Kalau yang lain-lain combining itu sekitar USD 100 juta. USD 100 juta ditambah USD 65 juta ya USD 165 juta," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beli Tiket Kapal Ferry Menuju IKN Lintas Penajam-Kariangau Kini Secara Online

Beli Tiket Kapal Ferry Menuju IKN Lintas Penajam-Kariangau Kini Secara Online

Bisnis | Rabu, 25 September 2024 | 09:19 WIB

Lima Perusahaan Asing Tanam Duit Rp2,51 Triliun di IKN

Lima Perusahaan Asing Tanam Duit Rp2,51 Triliun di IKN

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 17:31 WIB

Ceritakan Momen Jokowi Pamitan ke Masyarakat, Erick Thohir: Sedih

Ceritakan Momen Jokowi Pamitan ke Masyarakat, Erick Thohir: Sedih

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 14:54 WIB

Terkini

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Sumsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

Bekaci | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

BRI Peduli Perkuat Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting dan Kesehatan Anak

BRI Peduli Perkuat Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting dan Kesehatan Anak

Bogor | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Belum Terungkap, Polisi Tunggu Damkar Nyatakan Aman

Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI Belum Terungkap, Polisi Tunggu Damkar Nyatakan Aman

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:03 WIB

BRI Peduli Hadirkan Posyandu Matahari untuk Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak

BRI Peduli Hadirkan Posyandu Matahari untuk Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:01 WIB

×