Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Profil Ciliandra Fangiono, Anak 'Raja Bisnis Sawit' Martias Fangiono

M Nurhadi

Kamis, 26 September 2024 | 11:41 WIB
Profil Ciliandra Fangiono, Anak 'Raja Bisnis Sawit' Martias Fangiono
Ciliandra Fangiono [Ist]

Suara.com - Ciliandra Fangiono adalah pengusaha kelapa sawit yang lahir di Riau pada tahun 1976. Ia adalah anak ketiga dari Martias Fangiono, pendiri First Resources Ltd, salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Martias Fangiono juga merupakan seorang pengusaha Tionghoa asal Bengkalis, Riau, yang sebelumnya berbisnis penebangan hutan dan kemudian beralih ke budidaya kelapa sawit pada 1990-an.

Pendidikan dan Karir

Ciliandra menempuh pendidikan sarjana Ekonomi di Cambridge University, United Kingdom, dan berhasil mendapatkan penghargaan Price Waterhouse selama studinya di sana. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, dia bekerja selama dua tahun sebagai staf investasi perbankan di Merrill Lynch di Singapura.

Pada tahun 2007, Ciliandra bergabung sebagai dewan direksi First Resources, Ltd. Dua tahun kemudian, dia diangkat sebagai CEO perusahaan tersebut. Bawah kepemimpinannya, First Resources berhasil memperluas aset perkebunan kelapa sawit dari 146.000 hektar menjadi 247.000 hektar.

Perusahaan ini juga mendirikan anak perusahaan baru, PT Ciliandra Perkasa, yang mengembangkan produk sampingan seperti air limbah, serat, cangkang, dan tandan kosong.

Ciliandra Fangiono merupakan orang terkaya ke-24 sekaligus termuda di Indonesia versi Forbes pada 2021 dengan kekayaan sebesar US$1,83 miliar atau Rp26,1 triliun.

Majalah Forbes menyebut Ciliandra Fangiono dan keluarganya berada pada urutan ke-24 dalam jajaran Orang Indonesia Terkaya pada tahun 2021 dengan kekayaan sebesar US$1,83 miliar. Kala itu usianya 45 tahun dan tergolong orang terkaya Indonesia yang berusia muda.

Kepemilikan dan Aset

baca juga

First Resources, Ltd, adalah perusahaan di Singapura yang bergerak di bidang bisnis budidaya kelapa sawit. Perusahaan ini berdiri sejak 1992 dan masuk ke bursa saham Singapura pada 2007.

Kepemilikan perkebunan kelapa sawit oleh perusahaan tersebut seluas lebih dari 200.000 hektare (ha) yang tersebar di Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Selain perkebunan, First Resources mengelola usaha yang meliputi budidaya kelapa sawit, pemanenan tandan buah segar (TBS), pengolahan minyak sawit mentah (CPO), dan pengekspor inti sawit (PK).

Ciliandra Fangiono memiliki keluarga yang juga merupakan pebisnis. Ayahnya, Martias, adalah pendiri First Resources dan memiliki pengaruh besar dalam pengembangan perusahaan. Serta saudara-saudaranya yang juga membantu dalam bisnis kelapa sawit ini, seperti Cik Sigih yang merupakan saudara laki-laki Ciliandra dan menjabat sebagai wakil kepala eksekutif di First Resources.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PTPN IV Kapalkan 14.500 Ton CPO di Riau Hasilkan Devisa 13 Juta Dolar AS

PTPN IV Kapalkan 14.500 Ton CPO di Riau Hasilkan Devisa 13 Juta Dolar AS

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 11:35 WIB

Marissya Icha Pengusaha Apa? Sesumbar Tak Cuma Cari Makan dari Uang Endorse

Marissya Icha Pengusaha Apa? Sesumbar Tak Cuma Cari Makan dari Uang Endorse

Lifestyle | Kamis, 26 September 2024 | 09:15 WIB

Mendagri Minta Pejabat Daerah Berpikir Layaknya Pengusaha: Jangan Seperti Birokrat Biasa

Mendagri Minta Pejabat Daerah Berpikir Layaknya Pengusaha: Jangan Seperti Birokrat Biasa

News | Selasa, 24 September 2024 | 19:58 WIB

Terkini

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB