Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Mendag Zulhas Akui Harga Pangan Terlalu Murah, Biang Kerok Deflasi?

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 04 Oktober 2024 | 17:02 WIB
Mendag Zulhas Akui Harga Pangan Terlalu Murah, Biang Kerok Deflasi?
Aksi Borong Mendag Zulhas saat mengunjungi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2024)/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) akan mendalami harga pangan yang kekinian terlalu murah terhadap deflasi. Kondisi deflasi ini telah belangsung selama lima bulan, di mana mengindikasikan bahwa daya beli tengah turun.

Mendag Zulhas mengakui memang saat ini harga pangan sangat murah. Mulai dari cabai, bawang, hingga telur harganya sudah turun.

"Cabai terlalu murah, misalkan patokan kita Rp 40 ribu, di pasar cuma Rp 15 ribu, itu langsung bangkrut petaninya gitu loh, atau apa? Telur, kalo telur standar kita kan Rp 28 ribu, kalo dia cuma harganya Rp 24 ribu, itu tutup. Nah ini memang ada beberapa yang terlalu murah. Terlalu murah," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/10/2024).

"Terlalu murah ini kan kita belum ada jalan untuk membantunya kan gitu, belum ada. Seperti cabe, bawang murah sekali ya, termasuk saya kira juga telur," sambung Mendag Zulhas.

Dia memandang, murahnya harga pangan ini, lebih karena pasokannya tengah melimpah. Mendag Zulhas menjelaskan, banyaknya pasokan ini imbas musim panen yang berhasil.

"Nah apakah itu terkait dengan daya beli? Saya kira kalo saya keliling ke pasar-pasar memang yang nampak itu karena peralihan musim, dulu kan hujan ya abis itu enggak gitu, sehingga panennya sempurna, bawang, cabe kalo ujan terlalu banyak kan dia busuk, ini sehingga suplainya banyak," ucap dia.

Namun, Mendag Zulhas bilang, keterkaitan deflasi dengan harga pangan yang murah ini harus dikaji lebih dalam.

"Apa karena suplainya banyak sekali sehingga harganya terlalu murah, atau daya beli yang turun nanti kita lihat, kita kaji lebih lanjut," beber dia.

Mendag Zulhas, kondisi seperti ini memang serba salah bagi pemerintah, karena dengan harga yang murah justru membuat keuntungan petani berkurang.

"Dulu kan saya sering dibully, saya kalo ngomong ini harganya kemurahan terus dibully, dimarah-marahi saya ini karena terus terang memang kalo inflasi itu naik ya kita cepat bisa atasi sebetulnya karena ada bupati, ada walikota ada anggaran APBD dari dana yang tidak terduga kan, bisa, bisa itu. Tapi kalo harga terlalu murah, kalo saya bilang terlalu murah pasti saya dibully lagi nih," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deflasi RI Lima Kali Beruntun, Sri Mulyani Justru Senang

Deflasi RI Lima Kali Beruntun, Sri Mulyani Justru Senang

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 14:08 WIB

Kemenko Ekonomi Bantah Deflasi Gegara Daya Beli Turun, Sebut Pembiayaan Properti Laris

Kemenko Ekonomi Bantah Deflasi Gegara Daya Beli Turun, Sebut Pembiayaan Properti Laris

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2024 | 14:18 WIB

Kata Menko Airlangga Soal Deflasi RI yang Terjadi 5 Bulan Beruntun

Kata Menko Airlangga Soal Deflasi RI yang Terjadi 5 Bulan Beruntun

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2024 | 16:30 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB