Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Profil Ratan Tata, Konglomerat India Pemilik Tata Group Meninggal Dunia

Rifan Aditya

Kamis, 10 Oktober 2024 | 21:01 WIB
Profil Ratan Tata, Konglomerat India Pemilik Tata Group Meninggal Dunia
Profil Ratan Tata (Instagram/ratantata)

Suara.com - Ratan Tata, mantan ketua Tata Sons, sebuah konglomerat terkemuka asal India, meninggal dunia pada usia 86 tahun. Profil Ratan Tata ini pun menarik untuk diketahui.

Menurut laporan dari CNBC International, Kamis (10/10/2024), Ratan Tata mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Mumbai, India, pada Rabu malam (9/10) waktu setempat. Beliau dirawat di Rumah Sakit Breach Candy yang terletak di bagian selatan Mumbai, kota di mana beliau tinggal.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh N Chandrasekaran, Ketua Tata Sons saat ini, yang menggambarkan Ratan Tata sebagai seorang teman, mentor, dan sosok pembimbing dalam hidupnya.

Pada awal minggu, Ratan Tata sempat mengeluarkan pernyataan kepada publik yang menyatakan bahwa kondisi kesehatannya baik-baik saja dan ia hanya menjalani beberapa pemeriksaan medis, mengurangi kekhawatiran masyarakat.

Awal Karier Ratan Tata

Ratan Tata menyelesaikan pendidikan di Universitas Cornell dengan gelar di bidang arsitektur. Ia memulai karier di Tata Group pada tahun 1961 dan kemudian pada 1991 menggantikan J.R.D. Tata sebagai Ketua Tata Sons. Di bawah kepemimpinannya, Tata Sons terus berkembang menjadi salah satu grup bisnis paling prestisius di India.

Setelah bertahun-tahun memimpin, Ratan Tata pensiun pada Desember 2012. Namun, ia kembali menjabat sebagai ketua sementara Tata Sons pada Oktober 2016 setelah penggantinya, Cyrus Mistry, diberhentikan.

Pencapaian Ratan Tata

Pada tahun 2017, Tata benar-benar meninggalkan jabatan tersebut ketika N Chandrasekaran diangkat sebagai ketua baru Tata Group. Ratan Tata menerima penghargaan sipil tertinggi India, Padma Bhushan, pada tahun 2000, dan kemudian dianugerahi Padma Vibhushan pada tahun 2008.

Tata Group di bawah kepemimpinannya telah berkembang menjadi sebuah entitas besar yang menaungi hampir 100 perusahaan di berbagai bidang, seperti otomotif, baja, dan outsourcing.

Secara global, perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 350.000 orang. Salah satu langkah besar yang dilakukan Tata Group adalah ketika mereka mengakuisisi Jaguar dan Land Rover dari Ford pada Juni 2008 dengan nilai transaksi sebesar USD 2,3 miliar.

baca juga

Reaksi dan Penghormatan Terhadap Ratan Tata

Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Ratan Tata. Modi memuji Tata sebagai seorang pemimpin visioner yang berhasil membawa Tata Group menjadi salah satu grup bisnis paling berpengaruh di India. Ia juga menekankan bahwa kontribusi Tata jauh melampaui dunia bisnis, terutama melalui dedikasinya dalam filantropi.

"Ia memberikan kepemimpinan yang stabil untuk salah satu rumah bisnis tertua dan paling dihormati di India. Lebih dari itu, dedikasinya terhadap kebaikan masyarakat tidak ternilai," kata Modi dalam sebuah unggahan di X, mengacu pada banyaknya kegiatan sosial yang dijalankan Ratan Tata selama hidupnya.

Sundar Pichai, CEO Google, juga memberikan penghormatan kepada Ratan Tata, dengan menyebutnya sebagai sosok yang meninggalkan warisan besar dalam dunia bisnis dan filantropi.

Pichai mengenang pertemuan terakhirnya dengan Ratan Tata, di mana mereka membahas kemajuan teknologi di Waymo, anak perusahaan Google yang fokus pada kendaraan otonom. Pichai terkesan dengan visi Tata yang sangat inspiratif.

Mukesh Ambani, Ketua Reliance Industries, menyebut kematian Ratan Tata sebagai kehilangan besar bagi India. Ia menambahkan bahwa kepergian Tata bukan hanya kehilangan bagi Tata Group, tetapi juga bagi seluruh bangsa India. 

Anand Mahindra, Ketua Mahindra Group, juga memberikan penghormatan dan menekankan pentingnya meneladani sifat dan sikap yang ditinggalkan oleh Ratan Tata.

Demikian profil Ratan Tata, konglomerat asal India yang baru saja meninggal dunia.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Vettaiyan, Film India Dibintangi Amitabh Bachchan dan Rajinikanth

Sinopsis Vettaiyan, Film India Dibintangi Amitabh Bachchan dan Rajinikanth

Your Say | Kamis, 10 Oktober 2024 | 20:10 WIB

Sempat Terhalang Restu, Potret Ikang Fawzi dan Mendiang Marissa Haque dari Masa ke Masa

Sempat Terhalang Restu, Potret Ikang Fawzi dan Mendiang Marissa Haque dari Masa ke Masa

Entertainment | Kamis, 10 Oktober 2024 | 10:25 WIB

Innalillahi, Kakek Cut Syifa Meninggal Dunia

Innalillahi, Kakek Cut Syifa Meninggal Dunia

Entertainment | Kamis, 10 Oktober 2024 | 09:21 WIB

Kabar Duka Jelang Laga Bahrain vs Timnas Indonesia, Bek Ini Ditemukan Meninggal Dunia

Kabar Duka Jelang Laga Bahrain vs Timnas Indonesia, Bek Ini Ditemukan Meninggal Dunia

Bola | Kamis, 10 Oktober 2024 | 09:03 WIB

Tragis! Pilot Maskapai Turki Meninggal Dunia di Tengah Penerbangan, Pendaratan Darurat Dilakukan

Tragis! Pilot Maskapai Turki Meninggal Dunia di Tengah Penerbangan, Pendaratan Darurat Dilakukan

News | Kamis, 10 Oktober 2024 | 03:30 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB