Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

10 Tahun Jokowi: OSS Mempermudah Perizinan, Dongkrak Investasi

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 24 Oktober 2024 | 16:46 WIB
10 Tahun Jokowi: OSS Mempermudah Perizinan, Dongkrak Investasi
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Kawasan Industri Terpadu Batang (Foto presiden.go.id)

Suara.com - Keberhasilan reformasi perizinan usaha melalui penerapan sistem Online Single Submission (OSS) jadi salah satu pencapaian membanggakan pemerintahan era  Presiden Joko Widodo.

Diperkenalkan pada 2018, OSS bertujuan untuk menyederhanakan proses perizinan yang sebelumnya memakan waktu lama dan melibatkan banyak lembaga pemerintah.

Dengan adanya OSS, pelaku usaha kini dapat mengurus berbagai perizinan secara terintegrasi melalui satu portal online, yang memudahkan proses pendirian usaha, baik skala kecil maupun besar. Reformasi ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menarik investasi dan memperkuat perekonomian nasional.

Menurut sejumlah pakar, OSS merupakan solusi tepat untuk memangkas birokrasi yang sebelumnya menghambat dunia usaha.

Salah satunya disampaikan pengamat kebijakan publik Universitas Padjadjaran Asep Sumaryana yang menyebut peluncuran digitalisasi layanan perizinan penyelenggaraan acara merupakan langkah positif pemerintah untuk merespons sejumlah kreasi di masyarakat.

"Dengan demikian, justru menjadi lebih bagus ketimbang sebelumnya," kata Asep, dikutip dari Antara.

Meski begitu, ia menambahkan, pemerintah tetap perlu memerhatikan substansi permohonan sebuah acara sebelum perizinan-nya diberikan.

"Secara substansial harus dilihat lebih dalam. Tatkala aktivitas yang izinnya diajukan berpotensi berdampak pada gangguan lalu lintas, keresahan di masyarakat, serta gejolak pada kerukunan hidup bermasyarakat, maka izin seperti itu perlu dicek kembali dengan kajian yang baik," ujar dia.

OSS secara signifikan meningkatkan Ease of Doing Business Indonesia, membuat iklim investasi lebih kompetitif di tingkat global.

Selain itu, menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, OSS membantu mempercepat proses perizinan yang semula membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hanya beberapa hari. Hal ini, menurutnya, menciptakan efisiensi yang sangat dibutuhkan untuk menarik investor asing yang selama ini mengeluhkan birokrasi perizinan yang rumit dan panjang

Manfaat OSS juga dirasakan oleh berbagai pelaku usaha, terutama dari segi kecepatan dan kemudahan dalam mendapatkan izin usaha. Platform ini tidak hanya memberikan transparansi, tetapi juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk memantau proses perizinan secara real-time.

Menurut laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), OSS telah berhasil meningkatkan efisiensi administrasi dan mempercepat masuknya investasi baru ke Indonesia. Di sisi lain, laporan Bank Dunia mencatat bahwa OSS turut berkontribusi pada peningkatan posisi Indonesia dalam peringkat Ease of Doing Business, yang menjadikan Indonesia lebih menarik bagi investor global

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Sehari Dilantik, Gaya Ngeles Raffi Ahmad Dibilang Sekelas Jokowi: Tanya Pihak Sana...

Baru Sehari Dilantik, Gaya Ngeles Raffi Ahmad Dibilang Sekelas Jokowi: Tanya Pihak Sana...

Lifestyle | Selasa, 22 Oktober 2024 | 20:11 WIB

Ada Makan Gratis di Angkringan Sambut Jokowi Pulang Kampung, Netizen: Maunya Omakase

Ada Makan Gratis di Angkringan Sambut Jokowi Pulang Kampung, Netizen: Maunya Omakase

Lifestyle | Senin, 21 Oktober 2024 | 12:49 WIB

Momen Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution Disoraki Saat Pelantikan Presiden, Ada yang Cengengesan

Momen Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution Disoraki Saat Pelantikan Presiden, Ada yang Cengengesan

Entertainment | Minggu, 20 Oktober 2024 | 12:22 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB