Negara Kaya Wajib Bantu Negara Berkembang? Ini Tuntutan AHF di WHO Pandemic Agreement

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 06 November 2024 | 17:05 WIB
Negara Kaya Wajib Bantu Negara Berkembang? Ini Tuntutan AHF di WHO Pandemic Agreement
Arsip-(Sebagai Ilustrasi) Pejalan kaki memakai masker saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (7/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia, yang menjadi bagian dari kampanye global Save Our Society (SOS), menekankan pentingnya peran negara-negara Asia dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam negosiasi Kesepakatan Pandemi WHO yang mendekati akhir.

Mengingat pengalaman langsung terkait dampak pandemi COVID-19, kawasan ini perlu membentuk kerangka kerja yang mendesentralisasi pendekatan terhadap kesiapsiagaan dan respons pandemi, serta melindungi semua negara.

Kemajuan ekonomi dan teknologi di Asia memberikan posisi unik bagi kawasan ini untuk mendorong kerangka kerja yang adil, menguntungkan negara-negara di wilayah tersebut serta negara-negara berpenghasilan rendah di seluruh dunia.

Dengan kemampuan manufaktur yang ada dan kemitraan lintas negara dalam ASEAN, ada peluang besar untuk meningkatkan ketahanan kesehatan di seluruh negara Asia dan Global South.

"Pandemi COVID-19 menunjukkan adanya kesenjangan serius dalam akses layanan kesehatan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Akses terhadap vaksin dan pasokan penyelamat kehidupan sangat tertinggal dibandingkan dengan negara-negara kaya. Dengan memajukan produksi yang terdesentralisasi dan berbagi teknologi, Asia dapat memimpin dalam menciptakan kerangka kesehatan global yang lebih adil dan siap," ujar Asep Eka Nurhidayat, Country Program Manager AHF Indonesia.

Save Our Society (SOS), AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menekankan peran penting negara-negara Asia dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam negosiasi-negosiasi WHO Pandemic Agreement yang mendekati akhir [Ist]
Save Our Society (SOS), AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menekankan peran penting negara-negara Asia dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam negosiasi-negosiasi WHO Pandemic Agreement yang mendekati akhir [Ist]

"Dengan komitmen bersama untuk mencapai kesetaraan, kita dapat menciptakan Kesepakatan Pandemi yang tidak hanya bermanfaat bagi Asia tetapi juga membangun ketahanan untuk semua, sehingga tidak ada wilayah yang dibiarkan rentan saat krisis terjadi di masa depan," imbuhnya.

Para advokat dari kampanye SOS mendesak agar kesepakatan pandemi yang baru mencakup beberapa hal penting:

1. Perlunya mekanisme konkret untuk memfasilitasi produksi vaksin, diagnostik, dan terapi di negara-negara Global South. Ini memerlukan peta jalan yang mengikat untuk transfer pengetahuan, teknologi, dan pembiayaan berkelanjutan.

2. Diperlukan ketentuan yang mengikat agar transfer teknologi tidak hanya bersifat sukarela, tetapi juga memberikan fleksibilitas kepada negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk menggunakan cara non-sukarela dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat.

3.Kesepakatan harus menjamin komitmen finansial jangka panjang dari negara-negara berpenghasilan tinggi untuk mendukung kesiapsiagaan dan respons pandemi di negara-negara LMIC (negara berpenghasilan rendah dan menengah).

4. Pentingnya peran masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan diakui dalam tata kelola kesehatan global. Model tata kelola yang melibatkan partisipasi masyarakat dapat meningkatkan legitimasi dan akuntabilitas serta menciptakan sistem yang lebih adil dalam menangani ancaman kesehatan global.

Saat negosiasi Kesepakatan Pandemi mencapai tahap krusial, AHF kembali mengingatkan negara-negara Asia untuk mendukung perjanjian yang dapat mempromosikan kesetaraan dalam kesehatan masyarakat dan membangun masa depan yang lebih tangguh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Tuberkulosis Penyakit Menular Paling Mematikan di Dunia, Ini Fakta WHO

Ngeri! Tuberkulosis Penyakit Menular Paling Mematikan di Dunia, Ini Fakta WHO

Health | Kamis, 31 Oktober 2024 | 20:10 WIB

Hati-hati! HIV Bisa Menular Lewat Cairan Tubuh, Ini Cara Mencegahnya

Hati-hati! HIV Bisa Menular Lewat Cairan Tubuh, Ini Cara Mencegahnya

Health | Rabu, 30 Oktober 2024 | 19:57 WIB

Apa Perbedaan HIV dan AIDS? Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Apa Perbedaan HIV dan AIDS? Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Health | Rabu, 30 Oktober 2024 | 14:37 WIB

Terkini

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:00 WIB

Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik

Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:40 WIB

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:10 WIB

Harga Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Segini Kisarannya

Harga Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Segini Kisarannya

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:35 WIB

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:20 WIB

Gak Perlu Panik Cari Kartu ATM, Kini Tarik Tunai Saldo Digital Makin Praktis Jelang Lebaran

Gak Perlu Panik Cari Kartu ATM, Kini Tarik Tunai Saldo Digital Makin Praktis Jelang Lebaran

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:37 WIB

BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026

BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:18 WIB

Mudik Naik Motor Tahun Ini? Baca Ini Dulu Sebelum Berangkat

Mudik Naik Motor Tahun Ini? Baca Ini Dulu Sebelum Berangkat

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:00 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Melonjak, Nilainya Tembus Rp1,8 Juta per Barel

Harga Minyak Dunia Makin Melonjak, Nilainya Tembus Rp1,8 Juta per Barel

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 08:38 WIB

LPS Mulai Cairkan Dana Nasabah BPR Koperindo, Rp14,19 Miliar Dibayarkan Tahap Pertama

LPS Mulai Cairkan Dana Nasabah BPR Koperindo, Rp14,19 Miliar Dibayarkan Tahap Pertama

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:48 WIB