Ditargetkan Beroperasi 2027, Kapasitas Listrik PLTP Patuha Bertambah Menjadi 110 MW

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 08 November 2024 | 23:41 WIB
Ditargetkan Beroperasi 2027, Kapasitas Listrik PLTP Patuha Bertambah Menjadi 110 MW
Geo Dipa Energi. (Dok: Suara.com)

Suara.com - PT Geo Dipa Energi (GDE) menargetkan Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha 2 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada tahun 2027. Progres pembangunan PLTP Patuha 2 telah mencapai 50%. Detailnya, pengeboran telah selesai 100%, saat ini tengah dalam proses pembuatan pembangkit listrik.

General Manager PT Geo Dipa Unit Patuha, Ruly Husnie Ridwan mengatakan, PLTP Patuha 2 diproyeksikan menghasilkan kapasitas setrum sebesar 55 megawatt (MW). Dengan begitu, kapasitas setrum PLTP yang dioperasikan GDE ini akan meningkat dua kali lipat menjadi 110 MW.

"Untuk COD-nya di 2027, kalau detail bulannya saya nggak hafal. Kapasitas produksinya tipikal sama ini 59 MW. Jadi kontraknya tuh 55 MW nett," ujar Ruly dalam Press Tour Kementerian Keuangan yang bertema Dukungan Fiskal Pemerintah dalam Mendorong Ketahanan Energi & Meningkatkan Penerimaan Negara di Bandung, Jawa Barat, Jumat, (8/11/2024).

General Manager PT Geo Dipa Unit Patuha, Ruly Husnie Ridwan. (Dok: Suara.com)
General Manager PT Geo Dipa Unit Patuha, Ruly Husnie Ridwan. (Dok: Suara.com)

Pembangunan PLTP Patuha menelan biaya investasi 300 juta dollar Amerika Serikat yang bersumber dari pinjaman Asian Development Bank (ADB). Anggaran tersebut bukan hanya untuk PLTP Patuha 2, melainkan juga untuk pembangunan PLTP Dieng 2. Selain ADB, proyek ini juga didanai oleh consignment Clean Technology Fund (CTF).

"Itu pinjaman dengan bunga yang sangat ringan. Jadi kalau ADB rate-nya di 0,5, itu mungkin lebih ringan lagi," jelas Ruly.

Listrik yang dihasilkan oleh PLTP Patuha sepenuhnya akan diserap oleh PT PLN (Persero) untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat di Jawa, Madura dan Bali (Jamali). Sementara untuk tarifnya, Ruly menyebut, harga yang dijual terbilang kompetitif yakni USD 7 sen/kWh lebih murah dibandingkan dengan sumber energi lainnya yang berada di kisaran USD 9-10 sen/kWh. Kendati demikian, tarif yang dijual Geo Dipa Energi ke PLN berbeda-beda tergantung lamanya umur lapangan. 

"Awalnya USD4,45 sen/kWh ditambahkan eskalasi setiap tahun. Nah eskalasi setiap tahun ini setiap lapangan beda-beda. Di lapang lain yang sudah beroperasi lebih lama, per hari ini harganya jauh lebih tinggi. Karena dia lebih lama eskalasinya diterima gitu," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geo Dipa Energi Setor Rp200 Miliar per Tahun ke Negara

Geo Dipa Energi Setor Rp200 Miliar per Tahun ke Negara

Bisnis | Jum'at, 08 November 2024 | 07:31 WIB

Selain Hasilkan Listrik Bersih, PLTP Kamojang Kini Mampu Produksi Green Hydrogen

Selain Hasilkan Listrik Bersih, PLTP Kamojang Kini Mampu Produksi Green Hydrogen

News | Jum'at, 06 September 2024 | 13:28 WIB

Pengamat Nilai Pengembangan Energi Listrik dari Panas Bumi Bisa Bantu Tingkatkan Ekonomi Daerah

Pengamat Nilai Pengembangan Energi Listrik dari Panas Bumi Bisa Bantu Tingkatkan Ekonomi Daerah

Bisnis | Selasa, 30 Juli 2024 | 17:30 WIB

Pengembangan Energi Hijau Dinilai Tak Hanya Akses Listrik Saja, Tapi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Pengembangan Energi Hijau Dinilai Tak Hanya Akses Listrik Saja, Tapi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Bisnis | Rabu, 29 Mei 2024 | 16:33 WIB

PLTP Ulumbu Dinilai Jadi Solusi Pasokan Listrik di Flores

PLTP Ulumbu Dinilai Jadi Solusi Pasokan Listrik di Flores

Bisnis | Kamis, 12 Oktober 2023 | 09:05 WIB

PLTP Ulumbu Berpotensi Tarik Minat Investor Industri Bersih

PLTP Ulumbu Berpotensi Tarik Minat Investor Industri Bersih

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2023 | 10:05 WIB

Terkini

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

×