Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kisah Agus Sugiri Tinggalkan Karier Kantoran untuk Jadi Petani

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 11 November 2024 | 06:07 WIB
Kisah Agus Sugiri Tinggalkan Karier Kantoran untuk Jadi Petani
Agus Sugiri, mantap untuk memilih melakoni profesi baru sebagai petani.

Suara.com - Ketika dihadapkan pada pilihan antara meneruskan karier atau merintis usaha, Agus Sugiri, mantap untuk memilih melakoni profesi baru sebagai petani.

Pilihan yang tidak mudah bagi Giri, begitu ia akrab disapa, karena menjadi petani bukan menjadi cita-citanya sejak awal. Tapi justru profesi inilah yang akhirnya membawa keberkahan bagi kehidupan Giri dan keluarga.

Tak hanya itu, Giri pun sukses menjadi inspirasi bagi petani lain di sekitarnya lewat upaya penyuluhan yang dilakukannya lewat program Agrosolution Pupuk Kaltim.

“Awalnya saya karyawan sebuah perusahaan di Gresik sejak tahun 1999. Tahun 2009 kebetulan saya dipindah tugaskan oleh perusahaan ke Kalimantan Tengah. Tapi di tahun 2012 akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja. Waktu itu saya melihat ada potensi di bidang pertanian, khususnya kelapa sawit. Akhirnya saya mulai merintis karier sebagai petani sawit. Kebetulan sejak bermukim di Kalimantan Tengah, saya banyak belajar soal sawit juga,” ujar pria kelahiran Surabaya, 21 Agustus 1981 ini.

Sejak memutuskan jadi petani tahun 2012, keseharian Giri pun berubah. Setiap hari ia habiskan waktu di ladang sawit miliknya. Giri mengaku mempelajari seluk-beluk menanam dan memelihara sawit secara otodidak.

“Setiap hari saya kerja di ladang, saya menanam dan merawat sendiri. Terus saya panen dan dapat buah sawit, semua saya lakukan sendiri. Satu yang saya pelajari saat jadi petani, untuk mendapatkan hasil panen maksimal, kita harus menggunakan produk pupuk yang bagus,” tambah Giri.

Bahkan sebelum memulai merintis profesi baru sebagai petani sawit, sejak tahun 2010 Giri sudah familiar dengan produk pupuk unggulan dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Ditambah lagi, untuk wilayah Kalimantan yang memang menjadi wilayah tanggung jawab Pupuk Kaltim, pupuk bisa dengan mudah diakses dan terjangkau oleh petani seperti Giri. Usaha ladang sawit milik Giri di Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pun terus berkembang dengan dukungan produk Pupuk Kaltim.

Karena sudah merasakan langsung efektivitas dan keunggulan produk Pupuk Kaltim, Giri pun semakin membuka diri untuk berbagi pengalaman dengan sesama petani sembari “berguru” dengan petugas-petugas lapangan Pupuk Kaltim. Sampai akhirnya ia tertarik bergabung dengan program Agrosolution yang sejak 2021 berevolusi menjadi program MAKMUR.

“Program ini bagus sekali karena petugas dari Pupuk Kaltim bisa langsung turun ke lapangan untuk mengedukasi petani seperti saya dan petani-petani yang sudah menjadi binaan saya juga. Dari pengecekan tanah, daun, sampai cara penggunaan pupuk yang tepat. Kapanpun kami petani membutuhkan masukan dari tim Agrosolution Pupuk Kaltim, mereka dengan sangat cepat menanggapi,” kata Giri.

Lewat program MAKMUR dan Agrosolution, Pupuk Kaltim menciptakan ekosistem pertanian mandiri yang meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Program ini fokus pada pemberdayaan petani dengan melakukan pendampingan intensif dan sarana produksi, membantu akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta jaminan pasar untuk hasil pertanian.

Bersama tim Pupuk Kalimantan Timur, kini Giri aktif melakukan rangkaian penyuluhan dan pendampingan kepada sekitar 37 kios binaan di 51 kecamatan di wilayahnya dibantu juru kunci Program Agrosolution Staff Agronomis Sandy Anggara Putra dalam Budidaya Tanaman Perkebunan maupun Product Knowledge. Hasilnya, petani binaannya bisa semakin berkembang dalam mengelola lahan pertaniannya.

“Petani di sini juga lebih percaya karena yang mendampingi langsung petugas dari Pupuk Kaltimnya. Semua informasi yang disampaikan juga sangat bermanfaat. Setiap dua bulan sekali juga saya selalu berkomunikasi dengan setiap petani binaan untuk mengetahui perkembangan mereka,” lanjut Giri yang berharap akan semakin banyak generasi muda yang merambah profesi menjadi petani di masa depan.

“Petani itu adalah kunci kemakmuran negeri. Kita punya lahan, punya tanaman, tapi kalau tidak ada petani, tidak mungkin,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, bersyukur karena kehadiran program Agrosolution dan MAKMUR bisa benar-benar membawa kemajuan yang nyata di kalangan petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lumbung Pangan Group Luncurkan Beras Premium dari Hasil Petani Lokal

Lumbung Pangan Group Luncurkan Beras Premium dari Hasil Petani Lokal

Bisnis | Rabu, 06 November 2024 | 06:07 WIB

Rekening Pengepul Susu Diblokir Karena Tunggak Pajak, Anak Buah Sri Mulyani Klarifikasi Ini

Rekening Pengepul Susu Diblokir Karena Tunggak Pajak, Anak Buah Sri Mulyani Klarifikasi Ini

Bisnis | Selasa, 05 November 2024 | 13:37 WIB

Kembangkan Fasilitas Virtual Reality, BUMN Ini Hemat Miliaran Rupiah

Kembangkan Fasilitas Virtual Reality, BUMN Ini Hemat Miliaran Rupiah

Bisnis | Minggu, 03 November 2024 | 15:53 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB