Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok ke US$84.501, Tren Bullish Berakhir?

M Nurhadi

Minggu, 17 November 2024 | 17:46 WIB
Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok ke US$84.501, Tren Bullish Berakhir?
Dok: BTC

Suara.com - Harga Bitcoin (BTC) diprediksi mengalami penurunan menuju US$84.501 dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan Analis dari CobraVanguard  usai sebelumnya harga BTC mencapai rekor tertinggi di US$93.434 pada Rabu, 13 November 2024, namun kemudian turun ke US$87.145 pada Jumat, 15 November 2024, sebelum kembali naik menjadi US$91.824 pada hari Sabtu.

Pada hari ini, Minggu (17/11/2024), harga Bitcoin terpantau berada di kisaran US$90.572. Indikator Fibonacci Retracement menunjukkan bahwa level tertinggi yang dicapai Bitcoin merupakan titik resistensi signifikan.

Selain itu, data Relative Strength Index (RSI) menunjukkan kondisi jenuh beli di angka 89,77 sehari sebelum mencapai rekor tertinggi tersebut.

Meskipun RSI mulai turun dari 50 poin pada Jumat dan menjadi 57 poin hari ini, harga Bitcoin cenderung bergerak sideways dan mengalami tekanan.

Proyeksi Penurunan Harga BTC

Setelah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini, analis terkenal di TradingView, CobraVanguard, memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami penurunan ke sekitar US$84.500. Ia menjelaskan bahwa Bitcoin telah menyelesaikan gelombang kenaikan kelima dan saatnya untuk melakukan koreksi harga.

“Bitcoin telah menyelesaikan gelombang kenaikan ke-5, dan sekarang saatnya untuk koreksi harga ke sekitar US$84 ribu. Setelah koreksi ini, harga dapat melanjutkan tren naiknya,” tulisnya, seperti yang dikutip dari Block Chain Media --jaringan Suara.com.

Dalam grafik yang dibagikannya, terlihat bahwa penurunan lebih lanjut dapat terjadi ke kisaran US$86.109 hingga US$84.501 sebelum kembali naik menuju US$97.442.

Analisis yang disampaikan CobraVanguard didasarkan pada teori Elliott Wave, yang menyatakan bahwa pergerakan harga Bitcoin mengikuti pola gelombang tertentu. Dengan demikian, penurunan harga yang diprediksi mencerminkan fase koreksi alami setelah kenaikan yang signifikan.

baca juga

Koreksi ini sering dianggap sebagai kesempatan bagi investor untuk membeli dengan harga lebih rendah sebelum potensi kenaikan berikutnya terjadi. Namun, perlu diingat bahwa prediksi semacam ini tidak selalu akurat karena pasar juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti sentimen global dan regulasi.

Sentimen Pasar

Analis Ali Martinez juga mengindikasikan adanya potensi kenaikan setelah fase koreksi singkat ini. Ia mencatat adanya lonjakan aksi beli di Binance yang menunjukkan sentimen bullish yang berkembang.

“Lonjakan signifikan dalam tekanan beli Bitcoin di Binance dalam beberapa jam terakhir menandakan bahwa pergerakan harga ke atas mungkin akan terjadi,” ujarnya.

Martinez juga menambahkan bahwa berdasarkan indikator teknikal TD Sequential, baru-baru ini muncul sinyal jual untuk Bitcoin pada grafik harian. Namun, jika Bitcoin berhasil menutup hari di atas US$91.900, maka potensi kenaikan menuju US$100.680 akan semakin kuat.

Keyakinan CEO MicroStrategy

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Tunjuk CEO Grup Jasa Ladang Minyak Jadi Menteri Energi AS

Donald Trump Tunjuk CEO Grup Jasa Ladang Minyak Jadi Menteri Energi AS

News | Minggu, 17 November 2024 | 17:42 WIB

Harga Bitcoin Capai Harga Tertinggi, Akankah Terus Naik di Era Trump?

Harga Bitcoin Capai Harga Tertinggi, Akankah Terus Naik di Era Trump?

Bisnis | Minggu, 17 November 2024 | 15:34 WIB

Iran Bantah Rencana Bunuh Trump, Kirim Pesan Rahasia ke Biden

Iran Bantah Rencana Bunuh Trump, Kirim Pesan Rahasia ke Biden

News | Sabtu, 16 November 2024 | 16:51 WIB

Terkini

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia, Erick Thohir Kirim Pesan Penting untuk Skuad Garuda

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia, Erick Thohir Kirim Pesan Penting untuk Skuad Garuda

Bola | Senin, 28 September 2026 | 16:25 WIB

Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran

Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran

News | Senin, 28 September 2026 | 16:23 WIB

Indonesia Geser China, Kini Jadi Produsen Nikel Olahan Terbesar Dunia

Indonesia Geser China, Kini Jadi Produsen Nikel Olahan Terbesar Dunia

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:23 WIB

5 Sneakers Empuk Terbaik untuk Aktivitas Sehari-hari: Merek Lokal hingga Internasional

5 Sneakers Empuk Terbaik untuk Aktivitas Sehari-hari: Merek Lokal hingga Internasional

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 16:20 WIB

Di Tanah Lada: Apakah Mati Jadi Jalan Keluar Terbaik untuk Ava?

Di Tanah Lada: Apakah Mati Jadi Jalan Keluar Terbaik untuk Ava?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 16:20 WIB

Profesi Unik 'Ghostwriter' Aplikasi Kencan: Dibayar Mahal Cuma Buat Balas Chat Cari Jodoh!

Profesi Unik 'Ghostwriter' Aplikasi Kencan: Dibayar Mahal Cuma Buat Balas Chat Cari Jodoh!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 16:18 WIB

PETI Kembali Marak di Sangihe, TMS Masih Tunggu Izin Operasi dari ESDM

PETI Kembali Marak di Sangihe, TMS Masih Tunggu Izin Operasi dari ESDM

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:16 WIB

Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang, Wali Murid Beri Pesan Tegas ke Gibran

Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang, Wali Murid Beri Pesan Tegas ke Gibran

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 16:16 WIB

Soroti RUU Perampasan Aset, Pakar Ingatkan Kerugian Bisnis Belum Tentu Pidana

Soroti RUU Perampasan Aset, Pakar Ingatkan Kerugian Bisnis Belum Tentu Pidana

News | Senin, 28 September 2026 | 16:15 WIB

Negara Miskin Jadi yang Terakhir Rasakan Manfaat Net Zero: Kenapa?

Negara Miskin Jadi yang Terakhir Rasakan Manfaat Net Zero: Kenapa?

News | Senin, 28 September 2026 | 16:14 WIB

×