Iran Bantah Rencana Bunuh Trump, Kirim Pesan Rahasia ke Biden

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Sabtu, 16 November 2024 | 16:51 WIB
Iran Bantah Rencana Bunuh Trump, Kirim Pesan Rahasia ke Biden
Presiden AS Joe Biden (kanan) saat bertemu dengan Presiden terpilih AS Donald Trump (kiri) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/11/2024). [SAUL LOEB / AFP]

Suara.com - Iran telah mengirim pesan kepada pemerintahan Joe Biden yang membantah adanya rencana untuk membunuh Donald Trump. Perkembangan ini terjadi setelah pemerintahan Biden memperingatkan Iran pada bulan September bahwa setiap upaya pembunuhan terhadap Trump akan dianggap sebagai "tindakan perang," demikian dilaporkan NY Times.

Pesan tersebut, yang dikirim pada bulan Oktober melalui perantara, dimaksudkan untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.

Pesan tersebut menyusul peringatan keras dari AS, yang telah menyatakan kekhawatiran serius atas potensi pembalasan Iran atas pembunuhan Mayjen Qassim Suleimani pada tahun 2020, sebuah tindakan yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump saat itu.

Sejak kemenangan pemilihan Donald Trump pada tanggal 5 November, berbagai pejabat, analis, dan media Iran telah menganjurkan pendekatan yang lebih damai dengan presiden terpilih tersebut, meskipun ada tekanan terus-menerus dari sekutunya untuk memperbarui sikap garis keras terhadap Iran.

Para pejabat AS telah menyatakan bahwa Iran mungkin telah berusaha membalas dendam atas kematian Suleimani dengan menargetkan Trump, dengan mengutip dua dakwaan terkait dengan rencana Iran terhadap Presiden terpilih tersebut. Tuduhan lebih lanjut muncul terkait tokoh-tokoh lain dari pemerintahan Trump.

Menurut pejabat AS, pesan Iran difokuskan pada posisi Teheran bahwa pembunuhan Jenderal Suleimani adalah tindakan kriminal. Namun, komunikasi tersebut juga mengklarifikasi bahwa Iran tidak berniat membunuh Trump.

Pesan ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat dan analis Iran yang terlibat dengan kedua belah pihak. Iran, kata mereka, menyatakan keinginannya untuk mengejar keadilan atas kematian Suleimani melalui jalur hukum internasional daripada melalui cara-cara kekerasan.

Sementara pejabat AS mencatat bahwa pesan tersebut bukan dari pejabat Iran tertentu, pejabat dan analis Iran tersebut mengungkapkan bahwa pesan tersebut sebenarnya berasal dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak berkomentar tetapi mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali komitmen Teheran untuk menangani pembunuhan Suleimani "melalui jalur hukum dan peradilan."

Sebelumnya, selama kampanye presiden, pejabat Amerika telah memperingatkan tentang potensi rencana Iran untuk membunuh Donald Trump.

Jaksa federal di Manhattan baru-baru ini mengonfirmasi bahwa diskusi di antara para komplotan Iran telah mencakup rencana untuk menargetkan mantan presiden tersebut. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menolak klaim tersebut karena dianggap tidak berdasar.

Elon Musk, sekutu dekat Trump, bertemu dengan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin atas permintaan Musk.

Pihak Iran menggambarkan pertemuan dengan Duta Besar Amir Saied Iravani, yang diadakan di New York City di sebuah lokasi rahasia, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi ketegangan antara AS dan Iran di bawah pemerintahan Donald Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Picu Kontroversi: Trump Abaikan FBI, Pilih Perusahaan Swasta untuk Periksa Calon Menteri

Picu Kontroversi: Trump Abaikan FBI, Pilih Perusahaan Swasta untuk Periksa Calon Menteri

News | Sabtu, 16 November 2024 | 16:17 WIB

Hamas Siap Gencatan Senjata, Desak Trump Tekan Israel!

Hamas Siap Gencatan Senjata, Desak Trump Tekan Israel!

News | Sabtu, 16 November 2024 | 14:50 WIB

Pasukan Darat Iran Klaim Bunuh 4 "Teroris Israel" di Tengah Ketegangan yang Meningkat

Pasukan Darat Iran Klaim Bunuh 4 "Teroris Israel" di Tengah Ketegangan yang Meningkat

News | Jum'at, 15 November 2024 | 21:10 WIB

Donald Trump Janji Perkuat Militer AS dan Akhiri Perang Ukraina-Rusia

Donald Trump Janji Perkuat Militer AS dan Akhiri Perang Ukraina-Rusia

News | Jum'at, 15 November 2024 | 20:27 WIB

Dari Rival Jadi Sahabat? Momen "Mesra" Biden-Trump di Video AI Bikin Ngakak

Dari Rival Jadi Sahabat? Momen "Mesra" Biden-Trump di Video AI Bikin Ngakak

News | Jum'at, 15 November 2024 | 16:59 WIB

India Gagalkan Kapal Iran, Angkut 500 Kg Narkoba di Lepas Pantai Gujarat

India Gagalkan Kapal Iran, Angkut 500 Kg Narkoba di Lepas Pantai Gujarat

News | Jum'at, 15 November 2024 | 16:50 WIB

Terkini

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

News | Sabtu, 11 April 2026 | 09:49 WIB

Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan

Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 08:24 WIB

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB