Anak Usaha SUNI Targetkan Pabrik Kedua Beroperasi 2025, Capai Kapasitas 70.000 Ton

Iwan Supriyatna

Jum'at, 22 November 2024 | 07:05 WIB
Anak Usaha SUNI Targetkan Pabrik Kedua Beroperasi 2025, Capai Kapasitas 70.000 Ton
PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), anak perusahaan PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI), menargetkan pabrik kedua yang sedang dibangun dapat beroperasi secara komersial pada Kuartal III tahun 2025.

Suara.com - PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), anak perusahaan PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI), menargetkan pabrik kedua yang sedang dibangun dapat beroperasi secara komersial pada Kuartal III tahun 2025.

Direktur Komersial dan Bisnis RTM, Barkeilona, mengungkapkan bahwa pabrik kedua tersebut akan memiliki kapasitas produksi hingga 40.000 ton per tahun dengan nilai investasi sekitar Rp300-Rp400 miliar.

Dia juga menyebutkan bahwa biaya pembangunan pabrik ini lebih tinggi dari perkiraan awal karena adanya kenaikan harga mesin yang belum dihitung sebelumnya.

Saat ini, RTM mampu memproduksi sekitar 25.000 ton hingga 30.000 ton per tahun. Setelah pabrik kedua beroperasi, kapasitas produksi RTM diperkirakan dapat mencapai 70.000 ton per tahun.

Sebagai salah satu industri pendukung sektor minyak dan gas (migas) di Indonesia, RTM dikenal sebagai produsen pipa seamless, termasuk pipa Oil Country Tubular Goods (OCTG) dengan sertifikasi API 5CT (Casing and Tubing) dan API 5L (Line Pipe).

"Pabrik kedua ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan domestik yang diperkirakan akan meningkat, seiring dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak di Indonesia," kata Barkeilona ditulis Jumat (22/11/2024).

Selain itu, pabrik ini juga diharapkan dapat memperbesar kapasitas untuk ekspor, yang dihentikan pada 2023 karena RTM lebih fokus pada pemenuhan pasar domestik.

RTM berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas, keselamatan kerja, dan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

Sejak 2018, RTM telah memasok pipa, khususnya Tubing, untuk pasar domestik dengan volume yang terus meningkat, mencapai 17.500 ton hingga Oktober 2024. Sebelumnya, RTM juga memasok produk ke pasar internasional seperti Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat. Produk RTM telah mencapai lebih dari 40 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

baca juga

Pada tahun 2023, distribusi produk RTM tercatat sebagai berikut: 73 persen untuk Subholding Upstream Pertamina, 15 persen untuk Pertamina Hulu Rokan, 10 persen untuk pasar internasional, dan 2 persen untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya.

"Untuk tahun 2024, RTM berkomitmen untuk sepenuhnya fokus pada pasokan untuk pasar domestik dan menghentikan produksi untuk ekspor." pungkas Barkeilona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pipa Tinja Meledak di Tiongkok, Semburkan Limbah ke Mobil dan Pengguna Jalan: Saya Basah Kuyup

Pipa Tinja Meledak di Tiongkok, Semburkan Limbah ke Mobil dan Pengguna Jalan: Saya Basah Kuyup

News | Senin, 30 September 2024 | 04:50 WIB

Layanan Air Bersih di 14 Kelurahan Terganggu Imbas Kebakaran IPA Hutan Kota, PAM Jaya Kasih Kompensasi Segini

Layanan Air Bersih di 14 Kelurahan Terganggu Imbas Kebakaran IPA Hutan Kota, PAM Jaya Kasih Kompensasi Segini

News | Kamis, 19 September 2024 | 10:48 WIB

PAM Jaya Ambil Alih dan Berhasil Perbaiki Kebocoran Pipa Air Baku Milik BUMN

PAM Jaya Ambil Alih dan Berhasil Perbaiki Kebocoran Pipa Air Baku Milik BUMN

News | Rabu, 28 Agustus 2024 | 21:50 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×