Sulit Akses, Penyandang Disabilitas Harap Makin Banyak Perusahaan Beri Kesempatan Kerja

Achmad Fauzi

Selasa, 03 Desember 2024 | 16:43 WIB
Sulit Akses, Penyandang Disabilitas Harap Makin Banyak Perusahaan Beri Kesempatan Kerja
Ilustrasi penyandang disabilitas (pexels.com/Cottonbro Studio)

Suara.com - Mencari pekerjaan yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menunjukkan, pada tahun 2023 hanya sekitar 8,5 persen dari total populasi penyandang disabilitas atau setara 22,97 juta orang yang memiliki pekerjaan.

Namun, hanya segelintir dari mereka yang mampu menembus sektor formal.

Hal ini dirasakan oleh Rafli, seorang tunarungu asal Tegal, Jawa Tengah, berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah restoran cepat saji. Bagi Rafli, pekerjaan tersebut adalah hasil dari perjuangan panjang dan dukungan penuh orang tuanya.

"Orang tua saya adalah pendukung terbesar. Mereka bangga karena saya bisa bekerja. Saya sangat bersyukur dengan pekerjaan ini, bisa mandiri, punya penghasilan, dan membantu orang tua," ujar Rafli seperti dikutip, Selasa (3/12/2024).

Dengan kerja kerasnya, Rafli tak hanya mampu memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan keluarga. Pekerjaannya menjadi simbol bahwa penyandang disabilitas juga bisa mandiri dan produktif.

Berbeda dengan Rafli, Romi, seorang tunadaksa dari Pamulang, Tangerang Selatan, memiliki cerita yang penuh perjuangan pasca kecelakaan.

Salah satu tangannya harus diamputasi, namun hal itu tidak membuatnya menyerah. Berkat dukungan dari perusahaan tempat ia bekerja, Romi tetap memiliki semangat untuk bangkit.

"Setelah kecelakaan, saya baru merasakan sulitnya menjadi penyandang disabilitas. Banyak hal fisik yang dulu bisa saya lakukan sekarang menjadi terbatas. Tapi, saya bersyukur perusahaan saya tetap mendukung. Itu memberi saya semangat untuk terus berjuang," kata Romi.

Meski Rafli dan Romi tergolong beruntung, kenyataan bagi mayoritas penyandang disabilitas di Indonesia jauh dari ideal.

baca juga

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 mengungkapkan bahwa hanya 0,23 persen dari total pekerja disabilitas di Indonesia yang bekerja di sektor formal sebagai karyawan, sementara sebagian besar menjadi wirausahawan.

Namun, bagi Rafli dan Romi, pekerjaan layak bukan hanya soal penghasilan. Ini adalah lambang kepercayaan, penghargaan, dan kesempatan untuk berkontribusi.

"Saya berharap semakin banyak perusahaan yang membuka pintu bagi penyandang disabilitas. Kami bisa bekerja sebaik orang lain, asalkan diberi kesempatan," kata dia.

Hal senada disampaikan Rafli, yang berharap penerimaan masyarakat terhadap penyandang disabilitas semakin meningkat.

"Masih sedikit tempat kerja yang bisa menerima orang seperti saya. Semoga di masa depan, tidak ada lagi pembeda berdasarkan keterbatasan fisik," harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DMMX Grup Gandeng B&P Co Ltd Perluas Bisnis Solusi Digital Signage Berbasis AI di Jepang

DMMX Grup Gandeng B&P Co Ltd Perluas Bisnis Solusi Digital Signage Berbasis AI di Jepang

Bisnis | Selasa, 03 Desember 2024 | 15:43 WIB

Gelaran Electricity Connect 2024 Hasilkan Banyak Kerja Sama Bisnis

Gelaran Electricity Connect 2024 Hasilkan Banyak Kerja Sama Bisnis

Bisnis | Selasa, 03 Desember 2024 | 15:01 WIB

PNM dan Jamkrindo Latih Perempuan Disabilitas Jadi Wirausaha Batik

PNM dan Jamkrindo Latih Perempuan Disabilitas Jadi Wirausaha Batik

Bisnis | Senin, 21 Oktober 2024 | 12:22 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×