Kemudian di hari kedua, UMKM sebagai bagian dari kewirausahaan serta memberdayakan masyarakat Indonesia mendapat porsi untuk dibahas dalam sektor Forum Kemitraan Investasi. Termasuk pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku bisnis ini. Di antaranya para penyandang disabilitas yang hadir langsung di acara dan membagikan kisah perjalanan meraih kemajuan perekonomian berdampak positif kepada lingkungan sekitarnya.
"UMKM Disabilitas perlu dorongan dan kesempatan yang lebih besar dalam kemitraan, sehingga pemerintah akan meminta para pengusaha tidak hanya berinvestasi dalam kemitraan berdagang, namun juga dalam hal peningkatan sumber daya manusia," papar Menteri Rosan Perkasa Roeslani.
Dalam Forum Kemitraan Investasi (FKI) yang berlangsung di hari kedua Rakornas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan kesepakatan sebesar Rp3,9 triliun dari 579 kemitraan antara UMKM dengan pelaku Usaha Besar (UB) selama periode Kabinet Merah Putih.
Kesepakatan ini melibatkan 158 usaha besar dan 389 UMKM di seluruh Indonesia. Sekaligus disampaikan penghargaan kepada 10 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan UMKM yang telah melaksanakan kemitraan di bidang penanaman modal.
"Kami melihat bahwa investasi yang masuk dalam negeri yang di bawah koordinasi kami ini, juga harus memberikan kontribusi kepada perkembangan UMKM di seluruh Indonesia. Kita selalu mengutamakan dan juga mengupayakan bagaimana peran UMKM ini ke depannya makin besar, makin berjalan, makin meningkat, dan yang paling penting adalah bagaimana peningkatan dari produktivitas sumber daya manusia dari UMKM itu sendiri,” kata Menteri Rosan.