Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Badai PHK Masih Tinggi, Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Miskin

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 10 Februari 2025 | 13:46 WIB
Badai PHK Masih Tinggi, Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Miskin
Lima kebiasaan yang jadi miskin(Pexels/Karolina Grabowska)

Suara.com - Kesenjangan antara pendapatan dan kekayaan merupakan masalah yang meluas dan sering kali tidak diperhatikan. Banyak orang memperoleh gaji yang layak tetapi kesulitan untuk membangun stabilitas keuangan jangka panjang.

Apalagi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai dunia masih terus tinggi. Hal itu membuat Anda terjebak dalam siklus tekanan ekonomi.

Dilansir New Trade U, ada lima kebiasaan yang bikin Anda masuk kategori miskin ketika badai PHK masih tinggi:

1. Inflasi Gaya Hidup
Salah satu perangkap keuangan yang paling berbahaya adalah perangkap inflasi gaya hidup. Seiring dengan bertambahnya pendapatan kita, wajar saja jika ingin meningkatkan standar hidup. Namun, kecenderungan untuk meningkatkan pengeluaran seiring dengan penghasilan, yang dikenal sebagai gaya hidup yang meningkat, dapat berdampak buruk bagi kesehatan keuangan jangka panjang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran tahunan sebesar 1% sekalipun dapat mengakibatkan pengurangan tabungan pensiun sebesar 25% selama 30 tahun. Kita dapat mengalihkan sumber daya keuangan untuk membangun kekayaan yang langgeng dengan secara sadar menahan godaan berbelanja.

2. Utang
Siklus utang konsumen adalah kebiasaan lain yang membuat banyak orang terjebak dalam siklus kesulitan keuangan.
Suku bunga tinggi yang terkait dengan utang kartu kredit membuat semakin sulit untuk melunasi saldo, menjebak kita dalam siklus pembayaran minimum dan beban bunga yang meningkat.

Untuk terbebas dari siklus utang konsumen, mengembangkan strategi untuk hidup sesuai kemampuan sangatlah penting, seperti membuat anggaran, melacak pengeluaran, dan memprioritaskan pembayaran utang.

3. Kurangnya Pendidikan Finansial

Kurangnya pendidikan dan perencanaan finansial adalah perangkap umum lainnya yang menghalangi banyak orang untuk membangun kekayaan. Literasi finansial adalah keterampilan penting yang sering kali diabaikan dalam sistem pendidikan tradisional.

Tanpa pemahaman yang kuat tentang konsep ekonomi dasar seperti penganggaran, menabung, berinvestasi, dan manajemen risiko, mudah untuk menjadi mangsa kesalahpahaman investasi umum dan membuat keputusan keuangan yang buruk.

4. Tidak Merencanakan Pensiun
Salah satu kesalahan paling merugikan yang dilakukan individu adalah menunda perencanaan pensiun.
Sebaliknya, mereka yang menunda menabung untuk pensiun menghadapi tantangan berat, yang sering kali mengharuskan mereka menabung lebih banyak untuk mengejar ketertinggalan.

Dengan memprioritaskan pendidikan dan perencanaan keuangan sejak dini, kita dapat mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan finansial jangka panjang dan menghindari kemunduran yang merugikan.

5. Tidak Memiliki Pola Pikir Membangun Kekayaan

Faktor kunci lain yang membedakan mereka yang membangun kekayaan dari mereka yang terjebak dalam kesulitan keuangan adalah perbedaan antara pola pikir yang berfokus pada pendapatan dan pola pikir membangun kekayaan. Banyak orang hanya berfokus pada peningkatan pendapatan mereka, percaya bahwa gaji yang lebih tinggi adalah kunci kesuksesan finansial.

Mereka yang memiliki pola pikir membangun kekayaan memahami pentingnya menciptakan berbagai aliran pendapatan dan memperoleh aset yang nilainya meningkat seiring berjalannya waktu. Mereka berfokus pada investasi pada aset yang menghasilkan pendapatan seperti properti sewaan, saham pembayar dividen, atau usaha bisnis yang menguntungkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:27 WIB

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:14 WIB

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:24 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB

Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas

Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:32 WIB

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:09 WIB

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:07 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB

Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman

Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman

Video | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:37 WIB

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB