CORE: Pimpinan OJK yang Baru Harus Berani Tindak Emiten Bermasalah

Liberty Jemadu

Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:10 WIB
CORE: Pimpinan OJK yang Baru Harus Berani Tindak Emiten Bermasalah
CORE mengatakan bos OJK yang baru harus berani dan bersih untuk membereskan struktur dan perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang dinilai kurang transparan oleh MSCI. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • Pengunduran diri empat petinggi OJK dan Dirut BEI terjadi serentak pasca pembekuan indeks oleh MSCI.
  • Pengamat CORE menyarankan pengganti Ketua OJK harus berani dan bersih untuk memperbaiki arsitektur pengawasan yang reaktif dan minim transparansi.
  • Ketua OJK baru harus bertindak tegas menindak emiten bermasalah dan mengaudit struktur pasar demi memulihkan kepercayaan investor global.

Suara.com - Pengganti Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) haruslah sosok yang berani dan bersih, demikian disarankan pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Etika Karyani.

Ia mengatakan keberanian menjadi kunci utama Ketua OJK baru dalam memperbaiki arsitektur pengawasan yang terlalu reaktif, minim transparansi, dan rentan kompromi, serta tata kelola internal juga harus diperkuat dalam rangka memulihkan kepercayaan pasar.

Dengan demikian, sosok Ketua Dewan Komisioner OJK harus tegas dan tanpa kompromi dalam rangka menjaga kepercayaan pasar serta investor baik domestik maupun global.

"Saat ini, krusial dengan tindakan nyata, seperti menindak tegas emiten bermasalah, membuka data kepemilikan secara penuh, mengaudit ulang struktur pasar. Jangan lupa regulator harus berintegritas dengan tidak melindungi elite pasar," katanya.

Sebelumnya empat petinggi OJK dan Direktur Utama BEI mengundurkan diri dari jabatan mereka secara serempak pada Jumat (30/1/2026) setelah IHSG ambruk sangat dalam sejak Rabu (29/1/2026).

Rontoknya saham-saham di bursa Indonesia terjadi setelah penyedia indeks global terkemuka MSCI (Morgan Stanley Capital International) mengumumkan hasil konsultasi pasar mereka untuk sekuritas Indonesia.

Di dalamnya antara lain MSCI memutuskan untuk membekukan sementara seluruh perubahan indeks untuk pasar Indonesia. Ada dua alasan di balik keputusan itu.

Pertama, MSCI menilai adanya masalah serius terkait transparansi struktur kepemilikan saham yang dinilai belum memenuhi standar keterbukaan internasional. Kedua, terdapat kekhawatiran mendalam mengenai indikasi "coordinated trading behavior" atau perilaku perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham tertentu, sehingga harga yang terbentuk tidak mencerminkan valuasi yang wajar.

Sebagai konsekuensinya MSCI tak lagi menerima emiten baru di dalam indeks mereka serta membekukan segala bentuk kenaikan bobot saham Indonesia. Alhasil investor institusi global ramai-ramai menjual saham mereka sehingga IHSG terjun bebas yang memaksa BEI melakukan dua kali trading halt atau penghentian perdagangan karena kondisi darurat pada Rabu dan Kamis kemarin.

baca juga

Pada Jumat pagi, Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Ia mengatakan keputusan ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Selanjutnya, pada Jumat sore sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua DK OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi bidang pasar modal mengumumkan pengunduran diri.

Mereka antara lain Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) IB Aditya Jayaantara.

Mahendra menyatakan pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

Namun, usai pengumuman pengunduran ketiga pejabat tersebut, pengunduran diri dari jabatan juga diikuti oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, sebagaimana siaran pers pada pukul 21.00 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Spekulasi di Pasar Modal Setelah Pimpinan OJK Mundur Berjemaah

Ramai Spekulasi di Pasar Modal Setelah Pimpinan OJK Mundur Berjemaah

Bisnis | Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:52 WIB

Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal

Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 22:39 WIB

Para Bos OJK Mundur Berjamaah, Kini Giliran Mirza Adityaswara

Para Bos OJK Mundur Berjamaah, Kini Giliran Mirza Adityaswara

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:28 WIB

Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Punya Pengalaman Danareksa Hingga Pertamina

Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Punya Pengalaman Danareksa Hingga Pertamina

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:24 WIB

Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'

Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:12 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×