Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Tide Eye: Inovasi Sistem Monitoring Banjir Rob Berbasis Data

Iwan Supriyatna

Rabu, 19 Februari 2025 | 07:20 WIB
Tide Eye: Inovasi Sistem Monitoring Banjir Rob Berbasis Data
Banjir rob merendam jalan dan permukiman penduduk di kawasan Pluit Jakarta Utara pada Kamis (19/12/2024) ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Suara.com - Miftadi Sudjai, Senior Academic Telkom University dan Co lead of research project bertajuk Tide Eye – AI/IoT-powered Airborne System for Monitoring Water Level and Tidal Floods in North Coast of Central Java mengembangkan inovasi berbasis artificial intelligence (AI) untuk memantau ketinggian air yang dapat memberikan peringatan dini bagi masyarakat.

Hal ini didasari bencana alam banjir rob yang kerap terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Untuk menanggulangi dampaknya, data menjadi elemen kunci dalam setiap fase penanggulangan bencana.

“Tide Eye dikembangkan sebagai solusi teknologi yang mampu memantau kondisi banjir rob secara real-time,” ujar Miftadi dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025 sesi Panel Discussion bertema “Real Time Data for Disaster Mitigation” di Hotel St Regis Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Penelitian yang didukung oleh KONEKSI ini merupakan program kemitraan antara Indonesia dan Australia dalam bidang pengetahuan dan inovasi.

Dia melanjutkan, sistem Tide Eye bekerja dengan dua fungsi utama. Pertama, memonitor muara sungai untuk mengukur naik turunnya air akibat banjir rob. Kedua, mengawasi banjir akibat hujan dan luapan sungai (river rain).

Data dari kedua sumber ini dikumpulkan tiap 15 menit, kemudian diproses dengan AI dan ditampilkan dalam bentuk grafik atau chart yang mudah dipahami.

“Tidak hanya memberikan informasi, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Miftadi bersama timnya juga melakukan pelatihan bagi masyarakat sekitar seperti ibu-ibu agar mereka dapat membaca dan memahami data yang ditampilkan. Dengan begitu, mereka dapat mengambil langkah yang tepat dalam mitigasi bencana sebelum dampak banjir semakin meluas.

Sebagai upaya penguatan sistem, tim pengembang telah berdiskusi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang untuk mengembangkan teknologi ini lebih lanjut dan dapat menjadi bagian dalam proses pembuatan keputusan.

baca juga

“Dengan demikian, data yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk memberikan peringatan dini, tetapi juga sebagai dasar dalam operasional penyusunan strategi tanggap darurat yang lebih efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, data yang dihasilkan oleh Tide Eye tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga operasional, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam penanganan darurat. Dengan dukungan teknologi yang terus dikembangkan, Tide Eye berpotensi menjadi solusi unggulan dalam menghadapi tantangan banjir rob di masa depan.

Senada, Head of the Center for Disaster Data, Information, and Communication, Indonesia's National Disaster Management Agency (BNPB) Abdul Muhari, PhD memaparkan, terdapat dua kebutuhan utama dalam pengelolaan bencana, yaitu mitigasi atau prabencana, serta kontingensi yang mencakup periode sesaat sebelum bencana hingga pascabencana.

Pada fase kontingensi, diperlukan data real-time yang dapat digunakan sebelum terjadinya bencana. Data ini biasanya berupa pemantauan fenomena alam, seperti perkiraan cuaca dan curah hujan, yang dikelola oleh institusi-institusi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Namun, data tersebut masih bersifat prediktif dan belum sepenuhnya operasional untuk situasi darurat karena hanya mencerminkan fenomena tanpa informasi spesifik mengenai risiko yang ditimbulkan,” ujarnya.

Selain data fenomena, diperlukan juga data hazard yang lebih rinci agar dapat diterapkan dalam tindakan konkret saat bencana mengancam. Sehingga, teknologi seperti Tide Eye akan sangat membantu bagi penanggulangan bencana. “Jadi mungkin teknologi ini (Tide Eye) dapat dioptimalkan,” kata Abdul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Giant Sea Wall Bisa Atasi Abrasi dan Banjir Rob, Pengamat: Kalau Dibiarkan, Jakarta Bisa Tenggelam

Klaim Giant Sea Wall Bisa Atasi Abrasi dan Banjir Rob, Pengamat: Kalau Dibiarkan, Jakarta Bisa Tenggelam

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 13:50 WIB

Pesisir Jawa Dihantui Banjir Rob, Lahan Warga Sudah Lama Terkikis Jadi Perairan

Pesisir Jawa Dihantui Banjir Rob, Lahan Warga Sudah Lama Terkikis Jadi Perairan

News | Minggu, 26 Januari 2025 | 12:25 WIB

Diprediksi Bakal Terjadi hingga 17 Januari, Banjir Rob di Muara Angke Tidak Sampai Melumpuhkan Aktivitas Warga

Diprediksi Bakal Terjadi hingga 17 Januari, Banjir Rob di Muara Angke Tidak Sampai Melumpuhkan Aktivitas Warga

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 23:20 WIB

Terkini

Review Film Nothing to Lose: Potret Nyata Ketimpangan Sosial Zaman Sekarang

Review Film Nothing to Lose: Potret Nyata Ketimpangan Sosial Zaman Sekarang

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB

Daftar Harga Emas Pegadaian 17 juli: Antam, UBS, dan Galeri 24

Daftar Harga Emas Pegadaian 17 juli: Antam, UBS, dan Galeri 24

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:55 WIB

Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok

Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:50 WIB

Anwar Ibrahim: Investasi Rp880 Miliar Kami Ditipu Secara Terencana di Perusahaan Indonesia

Anwar Ibrahim: Investasi Rp880 Miliar Kami Ditipu Secara Terencana di Perusahaan Indonesia

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:50 WIB

Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Cek Jadwal Laga dan Harga Resminya

Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Cek Jadwal Laga dan Harga Resminya

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:49 WIB

Wakil Ketua DPR Apresiasi Groundbreaking Proyek Masela Rp355 Triliun

Wakil Ketua DPR Apresiasi Groundbreaking Proyek Masela Rp355 Triliun

DPR | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:44 WIB

Panduan Memilih Ukuran Sepatu US dan UK untuk Kaki Orang Indonesia agar Tidak Salah Beli

Panduan Memilih Ukuran Sepatu US dan UK untuk Kaki Orang Indonesia agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:43 WIB

Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini

Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:41 WIB

Yamaha Kembangkan Motor 'Berakal', Wujudnya Bak Kendaraan Antariksa

Yamaha Kembangkan Motor 'Berakal', Wujudnya Bak Kendaraan Antariksa

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:39 WIB

24 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Kerahkan KN SAR Kamajaya

24 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Kerahkan KN SAR Kamajaya

Sulsel | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:34 WIB

×