Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Tide Eye: Inovasi Sistem Monitoring Banjir Rob Berbasis Data

Iwan Supriyatna

Rabu, 19 Februari 2025 | 07:20 WIB
Tide Eye: Inovasi Sistem Monitoring Banjir Rob Berbasis Data
Banjir rob merendam jalan dan permukiman penduduk di kawasan Pluit Jakarta Utara pada Kamis (19/12/2024) ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Suara.com - Miftadi Sudjai, Senior Academic Telkom University dan Co lead of research project bertajuk Tide Eye – AI/IoT-powered Airborne System for Monitoring Water Level and Tidal Floods in North Coast of Central Java mengembangkan inovasi berbasis artificial intelligence (AI) untuk memantau ketinggian air yang dapat memberikan peringatan dini bagi masyarakat.

Hal ini didasari bencana alam banjir rob yang kerap terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Untuk menanggulangi dampaknya, data menjadi elemen kunci dalam setiap fase penanggulangan bencana.

“Tide Eye dikembangkan sebagai solusi teknologi yang mampu memantau kondisi banjir rob secara real-time,” ujar Miftadi dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025 sesi Panel Discussion bertema “Real Time Data for Disaster Mitigation” di Hotel St Regis Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Penelitian yang didukung oleh KONEKSI ini merupakan program kemitraan antara Indonesia dan Australia dalam bidang pengetahuan dan inovasi.

Dia melanjutkan, sistem Tide Eye bekerja dengan dua fungsi utama. Pertama, memonitor muara sungai untuk mengukur naik turunnya air akibat banjir rob. Kedua, mengawasi banjir akibat hujan dan luapan sungai (river rain).

Data dari kedua sumber ini dikumpulkan tiap 15 menit, kemudian diproses dengan AI dan ditampilkan dalam bentuk grafik atau chart yang mudah dipahami.

“Tidak hanya memberikan informasi, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Miftadi bersama timnya juga melakukan pelatihan bagi masyarakat sekitar seperti ibu-ibu agar mereka dapat membaca dan memahami data yang ditampilkan. Dengan begitu, mereka dapat mengambil langkah yang tepat dalam mitigasi bencana sebelum dampak banjir semakin meluas.

Sebagai upaya penguatan sistem, tim pengembang telah berdiskusi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang untuk mengembangkan teknologi ini lebih lanjut dan dapat menjadi bagian dalam proses pembuatan keputusan.

“Dengan demikian, data yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk memberikan peringatan dini, tetapi juga sebagai dasar dalam operasional penyusunan strategi tanggap darurat yang lebih efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, data yang dihasilkan oleh Tide Eye tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga operasional, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam penanganan darurat. Dengan dukungan teknologi yang terus dikembangkan, Tide Eye berpotensi menjadi solusi unggulan dalam menghadapi tantangan banjir rob di masa depan.

Senada, Head of the Center for Disaster Data, Information, and Communication, Indonesia's National Disaster Management Agency (BNPB) Abdul Muhari, PhD memaparkan, terdapat dua kebutuhan utama dalam pengelolaan bencana, yaitu mitigasi atau prabencana, serta kontingensi yang mencakup periode sesaat sebelum bencana hingga pascabencana.

Pada fase kontingensi, diperlukan data real-time yang dapat digunakan sebelum terjadinya bencana. Data ini biasanya berupa pemantauan fenomena alam, seperti perkiraan cuaca dan curah hujan, yang dikelola oleh institusi-institusi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Namun, data tersebut masih bersifat prediktif dan belum sepenuhnya operasional untuk situasi darurat karena hanya mencerminkan fenomena tanpa informasi spesifik mengenai risiko yang ditimbulkan,” ujarnya.

Selain data fenomena, diperlukan juga data hazard yang lebih rinci agar dapat diterapkan dalam tindakan konkret saat bencana mengancam. Sehingga, teknologi seperti Tide Eye akan sangat membantu bagi penanggulangan bencana. “Jadi mungkin teknologi ini (Tide Eye) dapat dioptimalkan,” kata Abdul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Giant Sea Wall Bisa Atasi Abrasi dan Banjir Rob, Pengamat: Kalau Dibiarkan, Jakarta Bisa Tenggelam

Klaim Giant Sea Wall Bisa Atasi Abrasi dan Banjir Rob, Pengamat: Kalau Dibiarkan, Jakarta Bisa Tenggelam

News | Rabu, 12 Februari 2025 | 13:50 WIB

Pesisir Jawa Dihantui Banjir Rob, Lahan Warga Sudah Lama Terkikis Jadi Perairan

Pesisir Jawa Dihantui Banjir Rob, Lahan Warga Sudah Lama Terkikis Jadi Perairan

News | Minggu, 26 Januari 2025 | 12:25 WIB

Diprediksi Bakal Terjadi hingga 17 Januari, Banjir Rob di Muara Angke Tidak Sampai Melumpuhkan Aktivitas Warga

Diprediksi Bakal Terjadi hingga 17 Januari, Banjir Rob di Muara Angke Tidak Sampai Melumpuhkan Aktivitas Warga

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 23:20 WIB

Terkini

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB