Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Putrama Wahju Setyawan Jadi Dirut BNI Lengserkan Royke Tumilaar, Begini Jejak Kariernya

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 26 Maret 2025 | 13:47 WIB
Putrama Wahju Setyawan Jadi Dirut BNI Lengserkan Royke Tumilaar, Begini Jejak Kariernya
RUPS memutuskan Putrama Wahju Setyawan sebagai Dirut BNI.

Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk selesai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada hari ini, Rabu (26/3/2025) pukul 10.00 Wib. Salah satu agenda acara dalam rapat itu adalah perombakan direksi dan komisaris serta gaji hingga tunjangan.

Dalam hal ini, Royke Tumilaar dilengserkan dari kursi Direktur Utama. Adapun, Kementerian BUMN memutuskan Putrama Wahju Setyawan menjadi direktur utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan didampingi oleh Alexandra Askandar di kursi wakil direktur utama.

Putrama telah lama duduk sebagai bankir di BNI. Sejumlah jabatan penting pernah dia pegang sebelum menjadi wadirut pada 2024, di antaranya direktur bisnis korporasi, direktur treasury dan internasional, dan direktur retail banking. Di antara karirnya di BNI, Putrama juga sempat menjadi direktur utama PT Jaminan Kredit Indonesia (2020-2022).

Smentara itu Alexandra baru saja purna-tugas sebagai wakil direktur utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dalam RUPST Bank Mandiri kemarin, Selasa (25/3/2025), kursi wadirut Bank Mandiri kini diisi oleh Ridua.

Sebagai informasi, Putrama sebelumnya merupakan Direktur Retail Banking. Ia lahir tahun 1969 dan memperoleh gelar Sarjana (S1) Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Magister (S2) Akuntansi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Direktur Bisnis Korporasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (2020), Direktur Treasury dan Internasional PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(2020), Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (2020).

Sebagai informasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat pertumbuhan portofolio tabungan Nasabah Emerald sebanyak 17%. Lalu, nasabah Private naik 28% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Beragam produk perbankan dan pasar modal yang menyasar segmen kelas atas ini mendorong peningkatan wealth management di BNI.

SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana mengatakan, dengan kapabilitas perbankan yang didukung oleh kerjasama berbagai partner terpercaya, perseroan telah memberikan berbagai produk perbankan seperti Tabungan, Giro dan Deposito, produk pasar modal seperti obligasi negara dan obligasi korporasi, reksa dana, referral saham, serta berbagai produk structured dan derivatif seperti DepoSwap dan FX Swap.

"Kami melihat antusiasme yang tinggi dari nasabah serta calon nasabah untuk bergabung menjadi nasabah baru Wealth Management BNI Emerald dengan berbagai produk dan program eksklusif yang kami berikan,” kata Steven di Jakarta, Rabu (26/3/2025).

Inisiatif BNI untuk memperkuat basis nasabah diantaranya next generation juga dilakukan dengan berbagai program ekslusif sesuai minat dan passion nasabah, mulai dari sport, music, enterpreneur, hingga education.

Steven menambahkan, BNI terus memberikan inovasi dan kerjasama dalam menyediakan produk baru yang diharapkan dapat mendorong peningkatan segmen tersebut, salah satunya menyediakan fasilitas kredit dengan jaminan Obligasi (Bonds Collateral Credit) bagi debitur individu dan korporasi untuk kebutuhan produktif, serta"BNI Instan" untuk keperluan konsumsi bagi debitur individu.

Selain itu, BNI Emerald juga menawarkan special tarif untuk transaksi dalam mata uang asing, serta pembelian rumah maupun kendaraan melalui Oto Loan. Untuk kebutuhan transaksi dan investasi, sebagian besar nasabah menempatkan dananya pada produk Tabungan dan Deposito, sedangkan untuk investasi, masih dominan pada produk yang likuid.

" Produk investasi untuk segmen ini meningkat signifikan, terutama pada produk obligasi yang terlihat dari pertumbuhan Asset Under Management (AUM) obligasi nasabah naik sebesar 27% YoY,” ungkap Steven.
Hingga Februari 2025, jumlah nasabah Emerald meningkat 9% YoY sedangkan nasabah Private naik 18% YoY. Dana kelolaan untuk segmen Emerald tumbuh 11% dan segmen Private Banking meningkat 22%. Nasabah Emerald merupakan nasabah perorangan  dengan kepemilikan AUM mulai dari Rp1 miliar, sedangkan nasabah Private memiliki AUM lebih dari Rp15 miliar.

"Strategi kami saat ini adalah fokus melakukan upgrade kepada nasabah potensial yang memiliki AUM di kisaran Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar untuk dapat diupgrade menjadi nasabah Emerald,” ujar Steven.

BNI Emerald membidik nasabah baru diantaranya melalui value chain dari nasabah business banking, para pemilik merchant yang bekerjasama dengan BNI, serta nasabah baru lainnya melalui penawaran program Investasi dan privilege menarik yang sesuai dengan lifestyle nasabah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Bank Himbara Tebar Dividen Rp109 Triliun, Sebagian Besar Disetor ke Danantara

3 Bank Himbara Tebar Dividen Rp109 Triliun, Sebagian Besar Disetor ke Danantara

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 12:34 WIB

BNI Tebar Dividen Rp13,95 Triliun, Mayoritas untuk Negara

BNI Tebar Dividen Rp13,95 Triliun, Mayoritas untuk Negara

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 12:09 WIB

Mau Rombak Direksi, BNI Laporkan Nasabah Emerald Naik

Mau Rombak Direksi, BNI Laporkan Nasabah Emerald Naik

Bisnis | Rabu, 26 Maret 2025 | 12:09 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB