Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Achmad Fauzi

Kamis, 03 April 2025 | 15:25 WIB
Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
Presiden AS, Donald Trump (Instagram)

Suara.com - Penerapan tarif dagang oleh Presiden Amerika Serikan Donald Trump terhadap beberapa negara mitra dagang telah menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.

Kebijakan proteksionisme AS ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi AS. Namun, langkah ini juga berpotensi menciptakan ketidakstabilan di pasar global.

"Presiden Trump menerapkan tarif reciprocal terhadap beberapa negara partner dagang, yang dinilai telah melakukan penerapan tarif kepada barang impor dari AS sebelumnya. Kebijakan proteksionisme AS ini ditujukan untuk mendorong produksi dalam negeri, lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi AS," ujar Direktur Program INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (3/4/2025).

Tarif yang dikenakan AS berkisar antara 10 persen hingga 39 persen, dengan Indonesia mendapatkan tarif sebesar 32 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan beberapa negara Asia lainnya, seperti Malaysia (24 persen), Singapura (10 persen), Jepang (24 persen), dan Filipina (17 persen).

Dampak kebijakan ini sudah mulai terasa di berbagai sektor. Pasar keuangan AS mengalami tekanan dengan penurunan harga saham setidaknya 3 persen. Sementara itu, pasar saham Jepang mencapai titik terendah dalam delapan bulan terakhir, dan pasar saham Korea Selatan juga melemah, terutama di sektor otomotif. Selain itu, harga emas melonjak hingga mencapai rekor di atas USD3.160 per ounce, sementara harga minyak dunia turun lebih dari 3 persen.

"Harga emas meningkat (mencapai rekor tinggi di atas USD3.160/ounce). Harga minyak dunia turun lebih dari 3 persen," kata Eisha

Fluktuasi nilai tukar juga terjadi pasca pemberlakuan tarif. Yen Jepang menguat terhadap dolar AS karena dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi. "Tarif yang diberlakukan AS bisa berpotensi menjadi bumerang bagi Ekonomi AS (inflasi tinggi, harga barang tinggi karena tarif, dapat berdampak pada pasar tenaga kerja AS)," jelas dia.

Dampak bagi Perekonomian Indonesia

Menuru Eisha, Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup besar pada ekspor ke AS, dengan pangsa pasar ekspor tahunan sebesar 10,3 persen. "Secara rata-rata tahunan, pangsa pasar ekspor Indonesia ke negara tujuan AS sebesar 10,3 pers, terbesar kedua setelah ekspor Indonesia ke China," imbuh Eisha.

baca juga

Penerapan tarif ini berpotensi menekan ekspor Indonesia secara signifikan, terutama di sektor tekstil, alas kaki, elektronik, furnitur, serta produk pertanian dan perkebunan seperti minyak kelapa sawit, karet, dan perikanan.

"Penerapan tarif pada produk-produk ekspor Indonesia ke AS akan berdampak secara langsung, tarif tersebut akan berdampak pada penurunan ekspor Indonesia ke AS secara signifikan, seperti tekstil, alas kaki, elektronik, furnitur, serta produk pertanian dan perkebunan, seperti minyak kelapa sawit, karet, perikanan," beber Eisha.

Dia menuturkan, salam teori perdagangan, penerapan tarif ini akan mengarah pada trade diversion, di mana perdagangan beralih dari pasar berbiaya rendah ke pasar berbiaya tinggi. Akibatnya, pelaku ekspor Indonesia menghadapi kenaikan biaya yang signifikan, yang dapat berdampak pada perlambatan produksi dan berkurangnya lapangan pekerjaan di dalam negeri.

Langkah Strategis Pemerintah

Eisha menyarankan, untuk mengatasi dampak negatif dari kebijakan tarif AS, pemerintah perlu segera melakukan langkah-langkah strategis. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

Negosiasi Perdagangan - Pemerintah perlu melakukan negosiasi perdagangan dengan AS dengan segera agar dapat meminimalkan (mengurangi) dampak tarif bagi produk ekspor Indonesia ke AS. Kekuatan negosiasi diplomatik menjadi sangat krusial dalam memitigasi dampak dari perang dagang dengan AS."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Beri Tarif Mahal ke 180 Negara, IMF: Ekonomi Asia Berpotensi Resesi

Trump Beri Tarif Mahal ke 180 Negara, IMF: Ekonomi Asia Berpotensi Resesi

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 15:02 WIB

Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen

Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 13:50 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia

Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 10:04 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×