Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Gara-gara Trump, Konglomerat Kehilangan Harta Rp 501 Triliun

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 06 April 2025 | 14:14 WIB
Gara-gara Trump, Konglomerat Kehilangan Harta Rp 501 Triliun
elon musk (Instagram @elonrmuskk)

Suara.com - Ketika pengumuman tarif "timbal balik" Presiden Donald Trump menimbulkan gelombang kejut di Wall Street. Hal ini membuat orang-orang terkaya di dunia kehilangan kekayaan bersih miliaran dolar hampir dalam semalam.

Pada hari Rabu, Trump mengumumkan tarif dasar 10% untuk barang impor dari semua negara yang akan mulai berlaku pada tanggal 5 April, dan tarif "individual" setinggi 50% pada serangkaian negara dan wilayah tertentu.

Pengumuman tersebut memicu kehancuran pasar saham. Diantaranya adalah Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite masing-masing turun lebih dari 5% pada hari Jumat, menyusul kerugian serupa pada hari Kamis.

Secara kolektif, penurunan dua hari tersebut menghapus kekayaan bersih sebesar 30,9 miliar dollar AS untuk Elon Musk. Lalh 23,49 miliar dollar AS untuk Jeff Bezos

Lanjut Mark Zuckerberg juga kehilangan kekayaan mencapaj  27,34 miliar dollar AS. Apalagi tiga orang ini masuk  terkaya di dunia. Laly, 500 orang terkaya di dunia mengalami kerugian dua hari terbesar yang pernah dicatat oleh indeks tersebut, menurut Bloomberg.

Sebagian besar kekayaan bersih trio teratas tersebut berasal dari nilai perusahaan masing-masing seperrtiTesla, Amazon, dan Meta. Tarif yang baru diumumkan tersebut sangat memukul saham teknologi, karena industri tersebut bergantung pada manufaktur, chip komputer, dan layanan TI dari negara-negara seperti China, India, dan Taiwan.

Pengumuman Trump mencakup tarif 32% untuk Taiwan, tarif 26% untuk India, dan kenaikan tarif untuk China yang menjadikan total tarifnya menjadi 54% untuk barang impor.

Penurunan pertumbuhan ekonomi Amerika juga dapat merusak pendapatan iklan untuk Amazon dan Meta, CNBC Investing Club bersama Jim Cramer mencatat pada hari Kamis. Musk, yang bekerja sama erat dengan Trump sebagai penasihat senior dan kepala de facto Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) pemerintahan, sudah mengalami kerugian pada kekayaan bersihnya pada tahun 2025.

Tesla mengumumkan penjualan 336.681 mobil pada kuartal pertama tahun ini pada hari Rabu, turun 13% dibandingkan tahun lalu, menandai kuartal terburuknya sejak 2022. Secara total, kekayaan Musk telah terpukul sebesar 130 miliar dollar AS sepanjang tahun ini, kata indeks Bloomberg. Perkiraan kekayaan bersihnya saat ini sebesar 302 miliar dollar tetap jauh di atas Bezos, sebesar 193 miliar dollar AS, dan Zuckerberg sebesar 179 miliar dollar AS.

Namun, tidak semua miliarder kehilangan uang pada kekalahan Kamis dan Jumat. Salah satu pendiri Rocket Mortgage dan pemilik Cleveland Cavaliers Dan Gilbert memperoleh 1,91 miliar dollar  pada hari Jumat. Ini memberinya kekayaan bersih sebesar 32,4 miliar dollar As, menurut indeks Bloomberg. Pengusaha Meksiko Carlos Slim bertambah kekayaannya sebesar 2,9 miliar dollar AS pada hari Kamis. Sebelum kehilangan 5,48 miliar dollar AS pada hari Jumat, menurut indeks tersebut.

Sementara itu Slim, 85 tahun, yang dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia oleh Forbes dari tahun 2010 hingga 2013, memulai kariernya sebagai pedagang saham di Meksiko pada tahun 1960-an. Kekayaan bersihnya yang diperkirakan sebesar 80 miliar dollar ASterutama berasal dari kepemilikan di konglomerat industri lamanya Grupo Carso dan perusahaan telekomunikasi Amerika Latin América Móvil, menurut Forbes.

Slim meramalkan bahwa tarif pemerintahan Trump akan bersifat sementara, dan terutama digunakan sebagai taktik negosiasi, katanya kepada Bloomberg dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Selasa.

Pada hari Kamis, Trump mengatakan bahwa dia akan terbuka untuk menegosiasikan tarif dengan negara lain, meskipun para pembantu Gedung Putih bersikeras sebaliknya.
"AS tidak memiliki alternatif lain selain mengubah cara kerjanya," kata Slim.

Sebagai informasi, Presiden Trump yang memulai perang dagang dengan mengenakan tarif di seluruh dunia bakal membuat masyarakat Amerika Serikat (AS) harus siap dengan kenaikan harga. Lonjakan harga ini bakal terjadi pada sektor beberapa kebutuhan sekunder maupun primer.

Salah satunya adalah kopi. Hampir semua kopi yang dikonsumsi di AS berasal dari luar negeri, yang berarti bahwa secangkir kopi pagi, baik yang diseduh di rumah atau di toko favorit, akan segera menjadi beban yang lebih besar bagi dompet orang Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Perintahkan Kabinetnya 'Diam' Soal Kebijakan Tarif Trump, Kecuali 3 Menteri Ini

Prabowo Perintahkan Kabinetnya 'Diam' Soal Kebijakan Tarif Trump, Kecuali 3 Menteri Ini

News | Minggu, 06 April 2025 | 12:46 WIB

AS Naikkan Bea Masuk Impor, Iperindo Minta Pemerintah Lindungi Pasar Dalam Negeri

AS Naikkan Bea Masuk Impor, Iperindo Minta Pemerintah Lindungi Pasar Dalam Negeri

Bisnis | Minggu, 06 April 2025 | 08:15 WIB

Intip Kekayaan Yoo Yeon Seok yang Tembus Ratusan Miliar

Intip Kekayaan Yoo Yeon Seok yang Tembus Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 06 April 2025 | 08:08 WIB

Terkini

Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran Let Them Eat Art

Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran Let Them Eat Art

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:42 WIB

Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil

Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:39 WIB

14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan

14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:33 WIB

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:57 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:50 WIB

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:32 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:18 WIB

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB