IHSG Diprediksi Bakal Anjlok Parah Akibat Tarif Respirokal Donald Trump

M Nurhadi

Selasa, 08 April 2025 | 07:32 WIB
IHSG Diprediksi Bakal Anjlok Parah Akibat Tarif Respirokal Donald Trump
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Suara.com - Perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan buka kembali Selasa (8/4/2025) besok usai melewati libur panjang Lebaran 2025. Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan tarif impor sejumlah negara termasuk Indonesia, diprediksi menjadi penyebab potensi IHSG anjlok.

Kebijakan Trump yang proteksionis ini  sontak menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor terkait dampaknya terhadap arus perdagangan internasional, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas pasar modal.

Menanggapi hal ini, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengeluarkan pernyataan tegas yang menyerukan kepada para investor dalam negeri untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi kebijakan tersebut.

"Investor agar tidak panik. Lakukan analisis secara cermat dan mengambil keputusan investasi secara rasional," kata Jeffrey melalui pesan singkatnya dikutip Senin (7/4/2025).

Diketahui, reaksi pasar global terhadap kebijkaan ini cukup signifikan. Indeks-indeks saham utama di berbagai belahan dunia menunjukkan volatilitas yang meningkat, dengan kecenderungan melemah akibat sentimen negatif. Nilai tukar mata uang negara-negara berkembang juga mengalami tekanan terhadap Dolar AS, yang dianggap sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian global.

Saham sejumlah negara Asia anjlok ketika dibuka pada Senin (7/4) pagi. Tren lemah ini terus berlanjut sejak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merilis tarif impor baru pekan lalu.

Diberitakan Channel News Asia, pembukaan indeks acuan Jepang Nikkei 225 masih merosot hingga 7,8 persen. Indeks yang melacak 225 perusahaan besar Jepang itu mencatat level terendah sejak akhir 2023.

Indeks acuan Korea, Kospi, juga anjlok lebih dari 4,8 persen setelah dibuka. Perdagangan bahkan sempat dihentikan selama lima menit demi mencegah panic selling. Hal serupa terjadi di Taiwan ketika indeks Taiex meloyo hingga lebih dari 9,7 persen setelah pembukaan.

Indonesia Diminta Mendekat ke BRICS Setelah Kebijakan Trump

baca juga

Ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee menyarankan agar Indonesia meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) sebagai respons atas kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, langkah ini penting untuk membuka sumber pendapatan baru di tengah tantangan perdagangan global.

Hans Kwee menjelaskan bahwa kebijakan tarif impor AS dapat berdampak negatif terhadap perekonomian dan pasar keuangan Indonesia. Oleh karena itu, diversifikasi mitra dagang, khususnya dengan negara-negara BRICS, menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada AS.

"Indonesia perlu memperkuat perdagangan dengan BRICS untuk mencari peluang baru setelah penerapan tarif tinggi oleh AS," ujarnya dalam wawancara dengan Antara di Jakarta, Kamis.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang solid di antara negara-negara BRICS, kerja sama ini dapat menjadi alternatif untuk menjaga stabilitas ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. "Tentu kebijakan tarif ini negatif bagi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia, apabila tidak segera diubah Trump," ujar Hans, dikutip dari Antara.

Menurut dia, kebijakan itu berpotensi menurunkan neraca ekspor Indonesia, sehingga dapat menurunkan surplus neraca perdagangan Indonesia ke depan. "Pasti akan ada penurunan ekspor, dan mengurangi surplus perdagangan Indonesia," tuturnya.

Dalam penerapan tarif impor oleh AS itu, Hans memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan melemah, seiring dengan terjadinya penguatan dolar AS terhadap mata uang negara lain.

Sementara itu, untuk pasar saham, ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi akan terkoreksi pada saat perdagangan Bursa, Selasa (8/4/2025), mengikuti pelemahan bursa saham di tingkat global. Pasalnya kebijakan kenaikan tarif bukan hanya dikenakan di Indonesia, tetapi juga China, Vietnam, Thailand, dan Kamboja.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! Rupiah Hampir Tembus Rp17.000: Efek Trump Bikin Panik Pasar?

Gawat! Rupiah Hampir Tembus Rp17.000: Efek Trump Bikin Panik Pasar?

Video | Selasa, 08 April 2025 | 04:01 WIB

Saran Rocky Buat Prabowo 'Lawan' Tarif Trump: Kuatkan Diplomasi, Jadikan Dino Patti Djalal Dubes

Saran Rocky Buat Prabowo 'Lawan' Tarif Trump: Kuatkan Diplomasi, Jadikan Dino Patti Djalal Dubes

News | Senin, 07 April 2025 | 21:46 WIB

ASEAN Harus Bersatu Lawan Tarif AS!

ASEAN Harus Bersatu Lawan Tarif AS!

News | Senin, 07 April 2025 | 21:35 WIB

Lebih 50 Negara Protes Tarif Impor AS, Minta Negosiasi

Lebih 50 Negara Protes Tarif Impor AS, Minta Negosiasi

News | Senin, 07 April 2025 | 19:43 WIB

Samsung Pede Tarif Impor Donald Trump Tak Pengaruhi Produknya

Samsung Pede Tarif Impor Donald Trump Tak Pengaruhi Produknya

Tekno | Senin, 07 April 2025 | 18:39 WIB

DPR Akui Kekosongan Dubes Indonesia di AS Berdampak, Tapi Soal Tarif Menteri yang Harus Negosiasi

DPR Akui Kekosongan Dubes Indonesia di AS Berdampak, Tapi Soal Tarif Menteri yang Harus Negosiasi

News | Senin, 07 April 2025 | 18:31 WIB

Terkini

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

Kaltim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

×