Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal ala Trump Janggal: "Ilmu Ekonomi Sudah Tidak Berguna!"

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 08 April 2025 | 17:14 WIB
Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal ala Trump Janggal: "Ilmu Ekonomi Sudah Tidak Berguna!"
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kritik pedas terhadap kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (8/3/2025), Sri Mulyani dengan tegas menyatakan bahwa logika di balik perhitungan tarif timbal balik tersebut sulit dipahami oleh para ekonom.

"Tarif resiprokal yang disampaikan oleh Amerika terhadap 60 negara menggambarkan cara penghitungan tarif tersebut yang saya rasa semua ekonomi yang sudah belajar ekonomi tidak bisa memahami," ujarnya di hadapan forum yang dihadiri oleh Presiden dan para ahli ekonomi.

Bendahara negara ini bahkan secara blak-blakan menuding bahwa mantan Presiden AS, Donald Trump, telah mengesampingkan prinsip-prinsip ilmu ekonomi dalam pengambilan keputusan terkait tarif. Menurutnya, motivasi utama di balik kebijakan tersebut lebih berorientasi pada upaya menutup defisit perdagangan AS dengan mitra dagangnya, alih-alih didasarkan pada pertimbangan ekonomi yang rasional.

"Jadi ini juga sudah tidak berlaku lagi ilmu ekonomi, yang penting pokoknya tarif duluan karena tujuannya adalah menutup defisit. Tidak ada ilmu ekonominya di situ. Menutup defisit, itu artinya saya tidak ingin bergantung atau beli kepada orang lain lebih banyak dari apa yang saya bisa jual kepada orang lain," beber Sri Mulyani dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, ia menggambarkan kebijakan tarif resiprokal ini sebagai tindakan yang "murni transaksional" dan tanpa landasan ilmiah ekonomi yang kuat. Bahkan, dengan nada sedikit menyindir, Sri Mulyani menyampaikan bahwa ilmu ekonomi yang selama ini dipelajari oleh para sarjana ekonomi seolah menjadi "tidak berguna" dalam menghadapi realitas kebijakan yang didorong oleh pragmatisme semata.

"Itu purely transactional. Tidak ada landasan ilmu ekonominya. Jadi teman-teman ini ada ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) di sini, mohon maaf tidak berguna pak ilmunya hari-hari ini," tambahnya, yang disambut dengan tawa kecil dari para peserta sarasehan.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebenarnya telah memberikan pembekalan kepada jajaran kabinetnya mengenai kondisi geopolitik dan ekonomi global yang semakin didominasi oleh pendekatan realis dan pragmatis sejak berakhirnya Perang Dunia II. Namun, ia mengakui bahwa realitas perubahan global ini terjadi lebih cepat dari perkiraan dan menuntut respons yang tepat dan cepat pula.

Kebijakan tarif resiprokal AS ini, di mana Indonesia turut terkena dampak dengan tarif sebesar 32 persen, telah memicu respons negatif dari berbagai negara dan mengguncang pasar keuangan global. Sri Mulyani menyoroti bagaimana China, yang awalnya diperkirakan akan mengambil sikap hati-hati, justru menunjukkan ketegasan yang serupa dengan AS dalam merespons kebijakan tarif tersebut.

baca juga

"Dan ini menimbulkan suatu eskalasi, makanya pemburukan di pasar uang dalam dua hari terakhir ini karena respon kedua sesudah China menyampaikan retaliasi," tuturnya, menggambarkan kekhawatiran akan dampak lanjutan dari perang dagang yang semakin memanas.

Situasi semakin memburuk ketika Presiden Trump melalui platform media sosialnya mengancam akan menaikkan tarif impor dari China menjadi 50 persen setelah negara Tirai Bambu tersebut mengeluarkan respons balasan. Sri Mulyani menilai bahwa kondisi ini merupakan eskalasi yang belum mencapai titik akhir dan akan sulit untuk diredam mengingat melibatkan langsung kepala negara.

"Sesudah China menyampaikan retaliasi, Presiden Trump dengan Twitter mengatakan saya akan menaikkan lagi tarifnya menjadi 50 persen. Ini adalah eskalasi yang belum berakhir. Dan karena ini sudah menyangkut Presiden dengan Presiden, biasanya akan sangat sulit untuk face saving-nya," pungkas Sri Mulyani.

Menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian ini, Sri Mulyani menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk bersikap terbuka, pragmatis, dan sekaligus lincah (agile) dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi.

Pemerintah Indonesia dituntut untuk terus memantau perkembangan situasi global, menganalisis dampaknya terhadap perekonomian nasional, dan mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi kepentingan bangsa di tengah gejolak perdagangan internasional yang semakin intens. Pernyataan keras Sri Mulyani ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kebijakan perdagangan yang dianggap tidak adil dan tidak berlandaskan prinsip ekonomi yang sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 16:10 WIB

Tegaskan Tak Antikritik, Prabowo Boyong Menteri-menteri Ini untuk Paparkan Kondisi Terkini

Tegaskan Tak Antikritik, Prabowo Boyong Menteri-menteri Ini untuk Paparkan Kondisi Terkini

News | Selasa, 08 April 2025 | 16:06 WIB

Prabowo Sebut Kebijakan Tarif Impor Trump Bikin Banyak Negara Cemas

Prabowo Sebut Kebijakan Tarif Impor Trump Bikin Banyak Negara Cemas

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 15:51 WIB

Terkini

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Hilang

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:17 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano

Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 12:17 WIB

Mirip atau Sama Persis? Ini Syarat Lengkap Dua Segitiga Dikatakan Sebangun dan Kongruen

Mirip atau Sama Persis? Ini Syarat Lengkap Dua Segitiga Dikatakan Sebangun dan Kongruen

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 12:16 WIB

Presiden Direktur Summarecon Ikut Terjaring OTT KPK dalam Kasus HGB Kabupaten Bogor

Presiden Direktur Summarecon Ikut Terjaring OTT KPK dalam Kasus HGB Kabupaten Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

Mengapa Shio Naga Sering Diidentikkan dengan Kepemimpinan dan Keberuntungan Besar?

Mengapa Shio Naga Sering Diidentikkan dengan Kepemimpinan dan Keberuntungan Besar?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

Asian Games 2026 Belum Dibuka, Akomodasi Atlet Panen Kritikan: 3 Atlet Huni 1 Kamar Kontainer

Asian Games 2026 Belum Dibuka, Akomodasi Atlet Panen Kritikan: 3 Atlet Huni 1 Kamar Kontainer

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 12:13 WIB

Pulihkan Kebutuhan BBM Masyarakat, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan SPBU di Makassar

Pulihkan Kebutuhan BBM Masyarakat, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan SPBU di Makassar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:12 WIB

Fakta Baru Sidang Little Aresha: Praktik Pengikatan Juga Terjadi pada Anak TK di Gedung Utara

Fakta Baru Sidang Little Aresha: Praktik Pengikatan Juga Terjadi pada Anak TK di Gedung Utara

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:09 WIB

8 Helm Motor Terbaik untuk Keselamatan, Standar SNI dan DOT

8 Helm Motor Terbaik untuk Keselamatan, Standar SNI dan DOT

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 12:08 WIB

×