- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat ke level 6.007 pada Jumat, 12 Juni 2026.
- Penguatan pasar dipicu oleh sentimen global terkait perdamaian Amerika-Iran serta kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dalam negeri.
- Sektor bahan baku menjadi penopang utama kenaikan indeks dengan nilai transaksi mencapai Rp21,27 triliun sepanjang sesi perdagangan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bertahan di level 6.000 hingga akhir perdagangan, Jumat, 12 Juni 2026. Kenaikan ini tidak biasa, sebab menjelang akhir pekan investor akan melakukan aksi ambil untung.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 121 poin atau 2,06 persen ke level 6.007. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 5.953 hingga 6.074.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut penguatan IHSG didorong oleh ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta koreksi harga minyak mentah yang turun ke bawah level USD90 per barel.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/23026-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Selain sentimen global, pasar juga merespons positif sejumlah perkembangan dari dalam negeri. Di antaranya rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah Putih hingga 50 persen.
Dari pasar valuta asing, rupiah turut menunjukkan penguatan. Mata uang Garuda ditutup menguat sekitar 0,72 persen ke level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat di pasar spot.
Sektor bahan baku atau basic materials menjadi penopang utama penguatan IHSG setelah mencatat kenaikan sebesar 4,85 persen. Sementara sektor energi menguat 4,66 persen dan sektor transportasi naik 4,50 persen.
Data Perdagangan
- IHSG: 6.007 (+121,624 poin atau +2,066 persen)
- Pembukaan: 5.960
- Tertinggi: 6.074
- Terendah: 5.953
- Nilai Transaksi: Rp21,27 triliun
- Volume Transaksi: 33,51 miliar saham
- Frekuensi Transaksi: 1.319.510 kali
Top Value
- BBCA: Rp5.925 (+1,72 persen)
- TPIA: Rp1.850 (+3,64 persen)
- BBRI: Rp2.850 (0,00 persen)
Top Volume
- BUMI: Rp157 (+12,14 persen)
- BNBR: Rp110 (+12,24 persen)
- DSSA: Rp825 (+13,01 persen)
Top Gainers LQ45
- AMMN: Rp3.450 (+12,75 persen)
- DEWA: Rp330 (+12,24 persen)
- BUMI: Rp157 (+12,14 persen)
Top Losers LQ45
- ISAT: Rp1.855 (-2,11 persen)
- EXCL: Rp2.570 (-1,53 persen)
- SMGR: Rp1.530 (-1,29 persen)
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.