Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Harga Emas Diprediksi Makin Menguat Seiring Perang Dagang AS dan China

M Nurhadi

Rabu, 16 April 2025 | 20:25 WIB
Harga Emas Diprediksi Makin Menguat Seiring Perang Dagang AS dan China
Xi Jinping dan Donald Trump

Suara.com - Analis pasar uang terkemuka, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan proyeksinya bahwa nilai emas global berpotensi untuk mencapai angka 3.600 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ounce pada tahun 2025 mendatang.

"Pandangan terhadap pergerakan harga emas mengalami perubahan pada tahun ini, tidak lagi berada di kisaran 3.400 dolar AS. Potensi kenaikannya bahkan bisa menyentuh level 3.600 dolar AS per troy ounce," ungkap Ibrahim dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Rabu (16/4/2025).

Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan bahwa pada kuartal kedua tahun 2025, harga emas dunia berpeluang untuk mulai melampaui batas psikologis 3.400 dolar AS per troy ounce.

"Apabila pada perdagangan siang hari ini (Rabu) harga emas sudah berhasil menembus level 3.300 dolar AS, maka target untuk mencapai 3.400 dolar AS per troy ounce sangat mungkin terealisasi pada kuartal II-2025," jelas Ibrahim lebih lanjut, seperti yang dikutip dari Antara.

Ibrahim menguraikan bahwa sentimen utama yang saat ini mendorong penguatan harga emas di pasar global antara lain adalah eskalasi tensi perang dagang yang masih terus berlanjut di tingkat internasional, terutama perseteruan antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok.

Selain itu, Ibrahim juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan sejumlah negara penting seperti Iran, Kuwait, Amerika Serikat, dan Israel, sebagai faktor signifikan yang turut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Faktor pendorong lainnya, menurut Ibrahim, adalah meningkatnya ekspektasi di kalangan pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve atau The Fed) akan mengambil langkah yang lebih agresif dalam menurunkan suku bunga acuannya sepanjang sisa tahun 2025.

Ekspektasi terhadap sikap yang lebih dovish dari bank sentral AS tersebut sejalan dengan tren penurunan tingkat inflasi di Amerika Serikat, yang tercatat menurun dari angka 2,8 persen menjadi 2,4 persen pada bulan Maret 2025. Penurunan ini semakin mendekatkan tingkat inflasi AS pada target ideal yang ditetapkan oleh The Fed sebesar 2 persen.

Pergerakan harga emas di pasar global menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, dengan mencatatkan kenaikan sebesar 2 persen pada hari Kamis. Kenaikan ini berhasil membawa harga emas menembus angka 3.300 dolar AS per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan emas, berdasarkan data perdagangan yang dirilis pada hari Rabu.

baca juga

Pada pukul 04.57 Greenwich Mean Time (GMT), harga emas untuk kontrak berjangka yang akan jatuh tempo pada bulan Juni di bursa komoditas New York Comex mengalami kenaikan sebesar 61,22 dolar AS, sehingga mencapai level 3.301,62 dolar AS per troy ounce.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi kembali menegaskan bahwa penguatan harga emas di pasar global saat ini sejalan dengan meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mengadopsi sikap yang lebih dovish atau cenderung melonggarkan kebijakan moneternya sepanjang sisa tahun ini.

Menurut analisisnya, ekspektasi pasar saat ini mengarah pada keyakinan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya lebih dari tiga kali dalam sisa tahun 2025. Keyakinan ini didukung oleh data penurunan tingkat inflasi AS dari 2,8 persen menjadi 2,4 persen pada bulan Maret 2025, yang semakin mendekati target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

"Faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga emas adalah data inflasi AS yang sesuai dengan ekspektasi pasar, menunjukkan penurunan dari 2,8 persen menjadi 2,4 persen. Penurunan ini meningkatkan probabilitas bahwa bank sentral AS The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya lebih dari tiga kali pada tahun ini," ujar Ibrahim kepada Antara di Jakarta pada hari Rabu.

Lebih lanjut, Ibrahim menyoroti sentimen lain yang turut mempengaruhi harga emas, yaitu tensi perang dagang global yang masih terus berlangsung, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurutnya, Tiongkok terus berupaya untuk melawan berbagai kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Faktor kedua yang sangat berpengaruh adalah perang dagang antara AS dan Tiongkok yang intens. Tiongkok terus melakukan perlawanan, terutama dengan menahan impor barang-barang dari AS, terutama pesawat Boeing, yang berdampak negatif terhadap penurunan harga saham-saham teknologi," jelas Ibrahim.

Selain perang dagang, Ibrahim juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sebagai faktor signifikan lainnya. Ia mencontohkan ancaman yang dilontarkan Iran terhadap Kuwait.

Ibrahim menjelaskan bahwa Kuwait diduga akan dijadikan sebagai basis pangkalan udara bagi pesawat-pesawat militer Amerika Serikat, yang berpotensi digunakan oleh AS untuk melakukan serangan terhadap Iran.

"Amerika Serikat sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi Iran, dengan Israel kemungkinan akan menjadi pihak yang memimpin serangan tersebut," ungkap Ibrahim.

Dalam kesempatan yang sama, Ibrahim mengingatkan akan potensi dampak negatif dari kenaikan harga emas dunia yang terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya, kombinasi kedua faktor ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri.

"Ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan dan harga emas dunia mengalami kenaikan, hal ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan harga-harga di tingkat konsumen," tegas Ibrahim.

Harga emas kembali mencatatkan kenaikan sebesar 2 persen pada hari Kamis, berhasil menembus level psikologis 3.300 dolar AS per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan emas, berdasarkan data perdagangan yang dirilis pada hari Rabu.

Pada pukul 04.57 GMT, harga emas untuk kontrak berjangka yang akan jatuh tempo pada bulan Juni di bursa New York Comex mengalami kenaikan sebesar 61,22 dolar AS, mencapai level 3.301,62 dolar AS per troy ounce.

Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) baru akan menentukan kebijakan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada tanggal 6 hingga 7 Mei 2025 mendatang.

Di sisi lain, prospek pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan mengalami perlambatan dari angka 2,8 persen pada tahun 2024 menjadi 2,3 persen pada tahun 2025. Perlambatan ini diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan perdagangan yang terus berlanjut dan situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Negara-negara berkembang diprediksi akan menjadi pihak yang paling rentan terhadap dampak perlambatan ekonomi ini.

Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) pada hari Rabu merilis proyeksi yang memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,3 persen pada tahun 2025, menandakan potensi pergeseran menuju jalur resesi global.

"Permintaan global yang lesu, guncangan kebijakan perdagangan yang tidak terduga, gejolak keuangan yang meningkat, dan ketidakpastian sistemik yang semakin besar memperburuk tekanan ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang," demikian pernyataan UNCTAD dalam laporan terbarunya yang berjudul Trade and Development Foresights.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BURUAN! Link Saldo DANA Kaget Buat Beli Emas Antam Lagi Dibagikan, Segera Cek di Sini

BURUAN! Link Saldo DANA Kaget Buat Beli Emas Antam Lagi Dibagikan, Segera Cek di Sini

Lifestyle | Rabu, 16 April 2025 | 19:25 WIB

Perhatian! Harga Logam Mulia Diprediksi Akan Terus Alami Kenaikan

Perhatian! Harga Logam Mulia Diprediksi Akan Terus Alami Kenaikan

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 17:47 WIB

5 Drama China Tayang April 2025, Ada The Demon Hunter's Romance

5 Drama China Tayang April 2025, Ada The Demon Hunter's Romance

Your Say | Rabu, 16 April 2025 | 17:07 WIB

Harga Emas Galeri24, Turun Saatnya Beli? Cek Update Harga Emas Pegadaian Di Sini

Harga Emas Galeri24, Turun Saatnya Beli? Cek Update Harga Emas Pegadaian Di Sini

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 14:51 WIB

Stok Emas Kosong, Warga Tetap Antre PO Meski Harga Tembus Rekor

Stok Emas Kosong, Warga Tetap Antre PO Meski Harga Tembus Rekor

News | Rabu, 16 April 2025 | 14:34 WIB

Donald Trump Beri Sinyal Selamatkan Sektor Otomotif di Tengah Perang Dagang, Pajak Diturunkan?

Donald Trump Beri Sinyal Selamatkan Sektor Otomotif di Tengah Perang Dagang, Pajak Diturunkan?

Otomotif | Rabu, 16 April 2025 | 14:20 WIB

Terkini

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:18 WIB

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:17 WIB

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

Sport | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM

Sumbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30 WIB

×