Kronologi Anggota Ormas Intimidasi dan Lakukan Pemerasan Pabrik di Langkat

M Nurhadi

Minggu, 20 April 2025 | 09:52 WIB
Kronologi Anggota Ormas Intimidasi dan Lakukan Pemerasan Pabrik di Langkat
Pabrik es di Langkat diserang ormas [Ist]

Suara.com - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan penghentian paksa operasional sebuah pabrik es kristal di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang diduga dilakukan oleh anggota organisasi masyarakat (ormas). Dalam video tersebut, pemilik usaha juga mengaku mengalami intimidasi dari terduga anggota ormas terkait.

Berdasarkan rekaman video yang dilihat pada Minggu (20/4/2025), seorang wanita yang diduga sebagai pemilik usaha merekam kondisi pabriknya.

Ia menjelaskan bahwa penghentian operasional pabriknya dilakukan secara paksa oleh ormas SPSI dan Pemuda Pancasila. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa mereka juga mendapatkan intimidasi dan mesin-mesin pabrik dimatikan secara paksa diduga karena ormas tersebut meminta jatah atau upah ke pabrik 

Dalam video itu, wanita tersebut memohon bantuan kepada pemerintah dan kepolisian atas kejadian yang menimpanya. Pengunggah video menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di UD Aguaris, Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat.

"Kami pengusaha UD Aguaris yang bergerak di bidang pembuatan es kristal merasa tertekan dengan tindakan oknum yang mengaku dari ormas SPSI dan Pemuda Pancasila. Usaha kami ditutup paksa, tidak bisa beroperasi, dan mesin dimatikan. Kami juga diintimidasi, karyawan kami dilarang bekerja. Kami memohon bantuan Bapak Presiden, kami sudah diintimidasi, kami membayar pajak, dan usaha kami memiliki izin yang lengkap. Mohon bantuannya agar pabrik kami dapat beroperasi kembali," ujar wanita dalam video tersebut.

Ia juga berharap agar pihak berwenang dapat memberikan perlindungan agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat usaha mereka telah memenuhi kewajiban membayar pajak dan memiliki izin yang lengkap.

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap, menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki dugaan intimidasi.

"Begitu kami menerima video tersebut tadi malam, tim langsung menuju lokasi pabrik es. Setibanya di sana, anggota koramil, polsek, dan tim intel Kodim Langkat turut membantu berjaga hingga pabrik tersebut dapat kembali beroperasi," ungkapnya pada Sabtu (19/4/2025).

Letkol Asrul juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dalam membantu warga yang menjadi korban intimidasi oleh pihak-pihak tertentu. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan bebas dari praktik pungutan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

baca juga

Hal serupa juga disampaikan pihak kepolisian melalui Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo yang menyampaikan perkembangan terkini bahwa pihaknya telah mengamankan seorang oknum anggota ormas yang diduga melakukan intimidasi terhadap pabrik es tersebut.

“Satu orang sudah kami amankan. Kami mengimbau kepada oknum anggota ormas lain yang terlibat dalam pemerasan pabrik es ini untuk segera menyerahkan diri dalam waktu 2x24 jam,” tegas Kapolres pada Minggu (20/4/2025).

Kapolres juga telah menempatkan personel kepolisian di lokasi pabrik di bawah komando Kabag Ops untuk menjaga keamanan hingga situasi kembali normal. “Saya sudah memerintahkan Kabag Ops beserta jajaran untuk tetap berada di lokasi pabrik sampai ada perintah lebih lanjut dari saya,” tambahnya.

Saat ini, terduga pelaku intimidasi dan pemerasan, yang diketahui berinisial B, telah ditahan di Mapolres Langkat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Tindakan premanisme dan pungutan liar yang dialami UD Aguaris di Langkat menjadi contoh nyata bagaimana praktik ilegal ini menghambat investasi. Ketakutan akan intimidasi dan pemerasan oleh ormas dapat membuat investor enggan menanamkan modal, menciptakan iklim usaha yang tidak kondusif.

Perusahaan yang seharusnya fokus pada produksi dan pengembangan terpaksa berurusan dengan gangguan eksternal, mengganggu operasional dan menimbulkan kerugian. Kepastian hukum dan keamanan berusaha menjadi kunci menarik investasi, dan insiden ini menunjukkan perlunya tindakan tegas aparat untuk memberantas premanisme demi menjaga iklim investasi yang sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! Preman Pasar Merajalela, DPR Desak Kapolri Bertindak!

Gawat! Preman Pasar Merajalela, DPR Desak Kapolri Bertindak!

Video | Selasa, 08 April 2025 | 17:05 WIB

Kumpulan Aksi Kriminalitas Selama Lebaran di Jakarta, Maling Emas hingga Preman Minta Jatah

Kumpulan Aksi Kriminalitas Selama Lebaran di Jakarta, Maling Emas hingga Preman Minta Jatah

News | Senin, 07 April 2025 | 20:14 WIB

Libatkan Istri jadi Tukang Palak, Preman Pemeras Tukang Sayur di Bekasi Ternyata Budak Narkoba

Libatkan Istri jadi Tukang Palak, Preman Pemeras Tukang Sayur di Bekasi Ternyata Budak Narkoba

News | Senin, 07 April 2025 | 14:54 WIB

Marak Aksi Premanisme, Sahroni Minta Kapolri 'Sapu Bersih' Preman-preman Pasar

Marak Aksi Premanisme, Sahroni Minta Kapolri 'Sapu Bersih' Preman-preman Pasar

News | Senin, 07 April 2025 | 14:13 WIB

Tampang 2 Preman Ngamuk Minta Jatah ke Pedagang Sayur Pasar Bekasi, Positif Nyabu

Tampang 2 Preman Ngamuk Minta Jatah ke Pedagang Sayur Pasar Bekasi, Positif Nyabu

News | Minggu, 06 April 2025 | 10:29 WIB

Soal Kades Klapanunggal Palak THR, Dedi Mulyadi Geram: Sama dengan Preman, Harus Diproses Hukum

Soal Kades Klapanunggal Palak THR, Dedi Mulyadi Geram: Sama dengan Preman, Harus Diproses Hukum

News | Rabu, 02 April 2025 | 16:49 WIB

Terkini

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

×