Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Ormas Preman Ganggu Pembangunan Pabrik BYD di Subang

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 21 April 2025 | 12:14 WIB
Ormas Preman Ganggu Pembangunan Pabrik BYD di Subang
Pabrik BYD di Indonesia akan dimumkan pada April 2024. Foto: Yangwang U9, supercar buatan BYD yang dipasarkan di Tiongkok. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Suara.com - Organisasi massa alias ormas yang melakukan aksi premanisme sehingga menghambat investasi ternyata bukan isapan jempol semata. Setidaknya, ormas preman ikut menganggu pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, kata Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno.

Eddy Soeparno melalui akun Instagram pribadinya, dikutip hari Senin (21/4/2025), mengakui mendapatkan informasi ormas preman tersebut saat diundang pemerintah China ke Shenzhen.

"Ada persoalan terkait premanisme ormas yang menganggu pembangunan pabrik BYD," kata Eddy Soeparno.

Dia menegaskan, persoalan premanisme yang dilakukan ormas-ormas ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah agar segera terselesaikan.

Eddy mengkhawatirkan, bila aksi ormas preman itu terus merajalela, para investor asing maupun dalam negeri semakin takut untuk menanamkan modal yang bisa mendongkrak naik perekonomian nasional.

"Dikhawatirkan investor merasa tidak mendapatkan jaminan keamanan. Padahal, hal itu paling mendasar bagi investasi," kata dia lagi.

Untuk diketahui, BYD tengah membangun pabrik produksi di Subang. Sarana tersebut ditargetkan bisa mulai produksi tahun 2026.

Sembari membangun pabrik, BYD juga kekinian mulai penjajakan pemasok lokal guna memenuhi ketentuan pemerintah terkait tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN.

Investasi yang direncanakan BYD senilai Rp 11,7 triliun. Sementara kapasitas produksi yang ditetapkan mencapai 150 ribu unit per tahun.

baca juga

Berjaya di pasar Indonesia

BYD menjadi merek mobil hybrid yang diterima secara positif dalam pasar Indonesia. Pada tiga bulan pertama tahun ini, mereka mampu memasarkan 1 juta unit mobil.

Untuk jumlah ekspor BYD mengalami kenaikan 111 persen dari Quartal IV tahun 2024, yakni menjadi 206.084 unit.

Pada Januari - Maret 2025, BYD menjual 990.711 mobil penumpang di seluruh dunia. Angka ini naik 58,7 persen dari 624.398 unit pada periode yang sama 2024 kemarin.

Penjualan mobil listrik murni BYD memang terus naik, tapi mobil-mobil plug in hybrid atau PHEV rupanya semakin laris nan populer di pasaran global.

Dikutip dari CarNewsChina, penjualan mobil listrik BYD pada Q1 2025 sejumlah 416.388 unit, naik 39 persen dari Q1 2024 yang berjumlah 300.114 unit.

Meski demiikian komposisi mobil listrik murni dari total penjualan mobil BYD di Kuartal Pertama tahun ini turun 6,1 persen menjadi 42,2 persen dibandingkan dengan Q1 2024.

Di sisi lain, penjualan mobil hybrid PHEV naik 76 persen menjadi 569.710 unit dari Kuartal Pertama 2024.

Mobil hybrid berkontribusi 57,8 persen dari total penjualan mobil BYD Q1 kemarin, naik sekitar 6 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu di Q1 2025, BYD juga mengekspor 206.084 unit mobil. Jumlah ini naik 110,5 persen di waktu yang sama.

BYD sendiri sudah tak lagi memproduksi mobil bensin murni sejak April 2022 lalu. Sebagai gantinya, perusahaan hanya memproduksi mobil listrik murni dan PHEV.

Pada 2023, BYD menjual 3 juta unit mobil, lalu naik menjadi 4,3 juta unit pada 2024 dan di 2025 diperkirakan raksasa Tiongkok itu kan menjual 5,2 juta unit sebelum naik menjadi 6,5 juta unit di 2026.

Produk BYD di Indonesia masih menjadi yang paling perkasa dalam pasar mobil listrik. BYD sejauh ini belum menjual PHEV di Tanah Air.

Pada Januari - Februari kemarin, BYD masih menjadi penguasa pasar mobil listrik Indonesia mengalahkan Wuling dan Chery.

Dikutip dari laporan bulanan asosiasi industri otomotif Indonesia, Gaikindo BYD mendominasi pasar dengan 32,8 persen market share EV Tanah Air. BYD sepanjang Januari - Februari menjual 2513 unit mobil listrik di Tanah Air.

Wuling di urutan kedua menguasai 19,8 persen pangsa pasar EV di Indonesia. Padahal pada periode yang sama di 2024 lalu, Wuling sangat perkasa dengan 79 persen market share.

Selama dua bulan pertama 2025 , Wuling hanya menjual 1520 unit mobil listrik. Jumlah ini turun 44,9 persen dari capaiannya tahun lalu yang mencapai 2761 unit.

Sementara di urutan ketiga ada Chery, yang menjual 1371 unit mobil listrik di Tanah Air dengan pangsa pasar 17,9 persen. Jumlah ini melejit signifikan dari periode yang sama tahun lalu, hingga 402 persen, karena di Januari - Februari 2024 silam Chery hanya menjual 273 unit EV.

Di urutan keempat ada Denza, submerek BYD, yang baru masuk Indonesia pada akhir Januari lalu. Bermodalkan satu model saja, yakni D9, Denza sudah mencatatkan penjualan sebesar 937 unit (12,2 persen) pada dua bulan pertama tahun ini.

Adapun penjualan mobil listrik Indonesia pada Januari - Februari 2024, secara wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 7655 unit, naik 12 persen dari periode yang sama tahun lalu ketika penjualan EV berjumlah 6813 unit.

Dengan capaiannya di Q1, BYD kini telah mengalahkan Tesla - si raja mobil listrik dunia - di persaingan mobil listrik murni.

Pada Kuartal I kemarin, BYD menjual 416.388 unit mobil listrik murni. Sementara Tesla hanya mampu menjual 336.681 unit mobil listrik di waktu yang sama.

Keberhasilan BYD ini juga diukir pada Q4 2024 kemarin, ketika pabrikan China itu menjual 595.413 mobil listrik murni, mengalahkan Tesla yang mencatakan penjualan 495.570 unit mobil.

BYD sendiri sukses menjual lebih banyak mobil listrik dibanding Tesla pada Q4 2023 silam. Saat itu BYD menjual 595.413 unit mobil, sementara Tesla hanya 484.507 unit.

Tetapi pada 2024, Tesla masih unggul dalam penjualan mobil listrik dibanding BYD, dengan penjualan mencapai 1,78 juta unit. Adapun BYD ketika itu hanya menjual 1,76 juta unit.

Dengan torehan ini, BYD diperkirakan akan mengalahkan Tesla untuk pertama kalinya di pasar mobil listrik murni pada 2025 ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GIIAS 2025 Kebanjiran Merek Pendatang Baru, Penyelenggara Pameran Masih Andalkan Venue Lama

GIIAS 2025 Kebanjiran Merek Pendatang Baru, Penyelenggara Pameran Masih Andalkan Venue Lama

Otomotif | Rabu, 16 April 2025 | 19:50 WIB

Pesona Geely Panda Mini 2025, Mobil Listrik Imut Pesaing BYD yang Siap Menguasai Kota

Pesona Geely Panda Mini 2025, Mobil Listrik Imut Pesaing BYD yang Siap Menguasai Kota

Otomotif | Rabu, 16 April 2025 | 18:01 WIB

BYD Perlahan Lampaui Penjualan Toyota, Ternyata Ini Model Paling Diminati

BYD Perlahan Lampaui Penjualan Toyota, Ternyata Ini Model Paling Diminati

Otomotif | Selasa, 15 April 2025 | 17:54 WIB

BYD Sealion 7 Bukan Kaleng-Kaleng, Hasil Uji Tabrak Mengejutkan

BYD Sealion 7 Bukan Kaleng-Kaleng, Hasil Uji Tabrak Mengejutkan

Otomotif | Senin, 14 April 2025 | 13:57 WIB

Tak Butuh Waktu Lama, Mobil Listrik Bisa Ngebut Lagi! BYD Tawarkan Charging Sekelas Roket

Tak Butuh Waktu Lama, Mobil Listrik Bisa Ngebut Lagi! BYD Tawarkan Charging Sekelas Roket

Otomotif | Sabtu, 12 April 2025 | 11:12 WIB

Sudah Terdaftar di Samsat Jakarta, Mobil Termurah BYD Segera Masuk Indonesia?

Sudah Terdaftar di Samsat Jakarta, Mobil Termurah BYD Segera Masuk Indonesia?

Otomotif | Kamis, 10 April 2025 | 19:35 WIB

BYD Pamer Mobil Listrik dengan Ultra Fast Charging, Isi Daya Cuma 5 Menit

BYD Pamer Mobil Listrik dengan Ultra Fast Charging, Isi Daya Cuma 5 Menit

Otomotif | Kamis, 10 April 2025 | 20:48 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×