Target Penerimaan Bea Cukai Rp334 Triliun di 2026, Para 'Ngudud' Jadi Tulang Punggung

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 14:31 WIB
Target Penerimaan Bea Cukai Rp334 Triliun di 2026, Para 'Ngudud' Jadi Tulang Punggung
Penerimaan bea dan cukai ditargetkan mencapai Rp 334,3 triliun pada 2026, naik 7,7% dari tahun sebelumnya. Foto Antara.

Suara.com - Pemerintah memasang target ambisius untuk penerimaan dari sektor bea dan cukai. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, penerimaan bea dan cukai ditargetkan mencapai Rp 334,3 triliun, naik 7,7% dari tahun sebelumnya. Angka ini menjadi bagian penting dari total target penerimaan negara sebesar Rp 3.147 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui target ini tergolong tinggi. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Jumat (22/8/2025), ia mengungkapkan strategi untuk mencapainya.

"Untuk Bea Cukai, komisi XI sudah berkali-kali membahas dengan kita sehingga sangat paham. Targetnya Rp 334 triliun, ini cukup tinggi. Tentu sangat ditopang oleh cukai hasil tembakau namun juga ekstensifikasi barang kena cukai," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menekankan pentingnya penegakan hukum untuk mengamankan target ini. Pemerintah akan mengintensifkan upaya pemberantasan peredaran barang kena cukai ilegal, terutama produk tembakau, serta memberantas penyelundupan barang.

"Penegakan hukum dan pemberantasan peredaran barang kena cukai ilegal, baik itu hasil tembakau maupun yang lain akan terus ditingkatkan dan juga memberantas penyelundupan," tegasnya.

Selain itu, pemerintah akan mengintensifkan bea masuk di tengah perubahan cepat dalam aturan perdagangan internasional. Jika bea masuk cenderung diturunkan, bea keluar akan difokuskan untuk mendukung hilirisasi produk. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan mengoptimalkan pendapatan negara di tengah dinamika global.

Meskipun targetnya optimis, Sri Mulyani tak menampik adanya tantangan. Selama ini, penerimaan bea dan cukai sempat mengalami tekanan, terutama karena kebijakan larangan ekspor bahan mentah.

"Ini tantangan juga karena selama ini kita terus melihat bea dan cukai terus sempat mengalami tekanan karena bea keluar yang kemudian tidak dibolehkan ekspor untuk bahan mentah," tutup Sri Mulyani.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usulan Smoking Room di Kereta Tuai Kritikan, Nasim Khan PKB: Sembunyi Merokok di Toilet Lebih Bahaya

Usulan Smoking Room di Kereta Tuai Kritikan, Nasim Khan PKB: Sembunyi Merokok di Toilet Lebih Bahaya

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 10:14 WIB

Dapat Tekanan Sana-sini, Setoran Cukai Rokok ke Negara Seret

Dapat Tekanan Sana-sini, Setoran Cukai Rokok ke Negara Seret

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 16:20 WIB

3 Faktor yang Bisa Bikin Industri Vape di Indonesia Terancam Tumbang

3 Faktor yang Bisa Bikin Industri Vape di Indonesia Terancam Tumbang

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 07:33 WIB

Terkini

Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas

Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi

Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:39 WIB

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Persib U-18 Diserang Suporter Ini di Rest Area KM 360 Batang, Kepolisian Didesak Usut Tuntas

Persib U-18 Diserang Suporter Ini di Rest Area KM 360 Batang, Kepolisian Didesak Usut Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Ranjau Selat Hormuz Makan Korban Lagi, Kapal Supertanker Bawa 2 Juta Barel Minyak Meledak

Ranjau Selat Hormuz Makan Korban Lagi, Kapal Supertanker Bawa 2 Juta Barel Minyak Meledak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Yadea GT80 Motor Listrik Bergaya Grand Touring Harga Rp 20 Jutaan

Yadea GT80 Motor Listrik Bergaya Grand Touring Harga Rp 20 Jutaan

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Doli Kurnia Sebut Pasal Syarat Pendidikan Gibran di PKPU Muncul Tiba-Tiba

Doli Kurnia Sebut Pasal Syarat Pendidikan Gibran di PKPU Muncul Tiba-Tiba

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Drakor Happy Anding Tayang 6 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Drakor Happy Anding Tayang 6 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kata-kata Adrian Wibowo Usai Debut di Kasta Kedua Liga Austria: Vamos!

Kata-kata Adrian Wibowo Usai Debut di Kasta Kedua Liga Austria: Vamos!

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Kemenag Ingatkan Risiko Nikah Siri, Perempuan dan Anak Rentan Kehilangan Perlindungan Hukum

Kemenag Ingatkan Risiko Nikah Siri, Perempuan dan Anak Rentan Kehilangan Perlindungan Hukum

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:22 WIB

×