Dulu Dibanggakan Jokowi, Kini LG Batalkan Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp130 T

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 22 April 2025 | 11:27 WIB
Dulu Dibanggakan Jokowi, Kini LG Batalkan Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp130 T
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di PT. Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, LG, dikabarkan membatalkan rencana investasi pabrik baterai kendaraan listrik yang sebelumnya digadang-gadang sebagai proyek strategis nasional dan sempat dibanggakan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pembatalan investasi ini diduga kuat dipicu oleh perubahan lanskap industri EV global yang menyebabkan perlambatan permintaan kendaraan listrik. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Indonesia yang tengah berambisi menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai EV dunia.

Nilai investasi yang semula digadang-gadang mencapai 11 triliun won atau setara dengan Rp130 triliun (dengan asumsi kurs Rp11.826 per won) ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelanjutan pengembangan ekosistem EV di Tanah Air.

Informasi mengenai pembatalan ini pertama kali mencuat melalui laporan kantor berita Korea Selatan, Yonhap. Dalam laporannya, Yonhap menyebutkan bahwa konsorsium yang terdiri dari unit bisnis baterai LG Energy Solution, perusahaan kimia LG Chem, perusahaan perdagangan LX International Corp, serta beberapa mitra lainnya, telah mengambil keputusan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam proyek strategis ini.

"Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek," ujar seorang pejabat LG Energy Solution kepada media, seperti dikutip pada Senin (21/4/2025).

Meskipun membatalkan rencana investasi besar dalam proyek rantai pasok yang komprehensif ini, LG mengklaim akan tetap melanjutkan bisnis lainnya di Indonesia. Salah satu yang secara eksplisit disebutkan adalah kelanjutan operasional pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power). Pabrik ini merupakan usaha patungan antara LG Energy Solution dengan Hyundai Motor Group dan fokus pada produksi sel baterai EV. Komitmen terhadap HLI Green Power menunjukkan bahwa LG masih memiliki kepentingan dalam pasar baterai EV Indonesia, meskipun dengan skala yang lebih terbatas.

Pihak konsorsium mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan diskusi dengan Pemerintah Indonesia sebelum mengambil keputusan penting ini. Namun, dalam pernyataan resminya, LG dan mitra-mitranya tidak merinci lebih lanjut mengenai siapa saja pihak di pemerintahan yang terlibat dalam pembicaraan tersebut, serta detail substansi diskusi yang mengarah pada pembatalan investasi. Ketidakjelasan ini memunculkan spekulasi mengenai faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab utama mundurnya konsorsium LG.

Lebih lanjut, konsorsium pimpinan LG ini menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama dalam keputusan ini adalah adanya pergeseran dalam lanskap industri, khususnya yang berkaitan dengan kendaraan listrik. Mereka melihat adanya indikasi perlambatan sementara dalam tingkat permintaan EV secara global. Fenomena ini tentu dapat mempengaruhi perhitungan bisnis dan proyeksi keuntungan dari investasi jangka panjang dalam rantai pasok baterai.

Padahal, sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan konsorsium LG memiliki visi yang sama untuk membangun ekosistem dan rantai pasok baterai EV yang terintegrasi secara menyeluruh di Indonesia. Rencana ambisius ini mencakup seluruh tahapan krusial dalam produksi baterai, mulai dari pengadaan dan pengolahan bahan baku mentah seperti nikel dan kobalt, produksi material aktif prekursor dan katoda yang merupakan komponen penting dalam sel baterai, hingga akhirnya, manufaktur sel baterai itu sendiri.

baca juga

Jokowi bahkan sempat menyampaikan optimismenya terhadap proyek ini, yang diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia dan menciptakan lapangan kerja baru. Hal tersebut dikatakan Jokowi saat meresmikan ekosistem baterai dan kendaraan listrik Korea Selatan di Indonesia yang digelar di PT. Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 3 Juli 2024 lalu.

Dia mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan smelter dan pabrik sel baterai kendaraan listrik, tetapi juga mengintegrasikan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia seperti nikel, bauksit, dan tembaga. Melalui integrasi tersebut, Jokowi meyakini, Indonesia dapat berkompetisi dengan negara lain.

"Untuk mobil listrik siapa yang bisa menghadang kita kalau kondisinya sangat kompetitif seperti itu?" ucap Presiden.

Jokowi pun mengapresiasi investasi sebesar Rp20 triliun dari pabrik mobil Hyundai serta konsorsium antara Hyundai dan LG dengan investasi sebesar Rp160 triliun untuk ekosistem baterai listrik. Investasi tersebut menjadi bukti konkret dari kerja sama erat antara Indonesia dan Korea Selatan.

"Semoga ini menandai makin baiknya hubungan antara Republik Korea dan Indonesia," tutur Presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Matahari Kembar di Kabinet Prabowo? Istana Akhirnya Buka Suara

Matahari Kembar di Kabinet Prabowo? Istana Akhirnya Buka Suara

Video | Senin, 21 April 2025 | 21:31 WIB

Apple Naikkan Produksi iPhone, Samsung-LG Ikut Untung

Apple Naikkan Produksi iPhone, Samsung-LG Ikut Untung

Tekno | Senin, 21 April 2025 | 19:48 WIB

Sahroni Sayangkan Pertemuan Jokowi-Sespimmen Diunggah di Medsos: Anggapannya Post-power Syndrome

Sahroni Sayangkan Pertemuan Jokowi-Sespimmen Diunggah di Medsos: Anggapannya Post-power Syndrome

News | Senin, 21 April 2025 | 19:36 WIB

Terkini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:57 WIB

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:56 WIB

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:54 WIB

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:53 WIB

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

×