Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound

Achmad Fauzi

Jum'at, 02 Mei 2025 | 13:37 WIB
Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound
Ilustrasi Pi Network/(Instagram).

Suara.com - Pi Network salah satu aset kripto memulai bulan Mei dengan dinamika teknikal yang kompleks. Pi Network memperlihatkan adanya tekanan jual yang besar namun juga tanda-tanda awal minat beli dari investor.

Seperti dilansir dari Beincrypto, memasuki bulan kelima tahun 2025, Pi Network tengah menghadapi tekanan teknikal yang signifikan. Arah harga yang cenderung menurun didukung oleh sejumlah indikator yang menunjukkan lemahnya kekuatan beli, namun di sisi lain, muncul juga sinyal potensi akumulasi yang dapat menjadi pertanda awal perubahan arah pasar.

Salah satu indikator teknikal yang menjadi sorotan utama adalah Average Directional Index (ADX), yang melonjak drastis ke angka 56,72 dari hanya 10,48 dalam kurun waktu tiga hari. Kenaikan tajam ini menandakan tren yang sangat kuat tengah berlangsung.

ADX sendiri mengukur kekuatan tren tanpa melihat arah pergerakan, dan angka di atas 25 umumnya menunjukkan tren yang cukup dominan. Ketika ADX mencapai angka di atas 50, seperti yang terjadi saat ini, pasar biasanya berada dalam kondisi tren yang ekstrem.

Namun, analisis lebih dalam terhadap komponen Directional Movement Index (DMI) menunjukkan bahwa tren kuat ini bersifat bearish. Indikator +DI, yang mewakili tekanan beli, jatuh tajam dari 15,88 menjadi hanya 4,61, sementara -DI, yang mencerminkan tekanan jual, melonjak dari 23 ke 45. Kesenjangan yang semakin melebar antara keduanya memperkuat narasi bahwa saat ini Pi Network tengah mengalami tren penurunan yang kuat dan terus meningkat.

Sementara indikator tren menunjukkan tekanan jual yang masif, sinyal berbeda datang dari indikator berbasis volume, yakni Chaikin Money Flow (CMF). Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, CMF Pi Network menunjukkan pembacaan positif, naik dari -0,08 menjadi 0,06. Ini merupakan level tertinggi sejak 14 April, yang dapat diartikan sebagai awal dari minat beli baru.

CMF, yang bergerak dalam rentang -1 hingga +1, digunakan untuk mengukur arus masuk dan keluar modal dari suatu aset. Nilai di atas nol menunjukkan bahwa investor mulai mengakumulasi aset tersebut, sementara nilai negatif mencerminkan tekanan jual. Pergeseran CMF ke wilayah positif ini bisa menjadi indikasi awal bahwa pelaku pasar perlahan mulai kembali melirik Pi Network setelah mengalami tekanan jual yang cukup berat.

Kendati demikian, para analis teknikal menekankan bahwa konfirmasi lebih lanjut tetap diperlukan. Jika tekanan beli terus meningkat dan disertai oleh volume perdagangan yang lebih besar serta pergerakan harga yang mendukung, maka ada peluang untuk stabilisasi harga atau bahkan pemulihan jangka pendek. Namun, tanpa dukungan faktor-faktor tersebut, potensi penurunan masih sangat terbuka.

Lebih lanjut, struktur Rata-Rata Pergerakan Eksponensial (EMA) masih menunjukkan pola bearish. EMA jangka pendek berada di bawah EMA jangka panjang, mengindikasikan bahwa tren penurunan belum sepenuhnya berakhir. Dalam tujuh hari terakhir, harga PI telah turun lebih dari 12 [ersem, mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar.

baca juga

Saat ini, Pi Network tengah menguji level support penting di USD0,547. Jika harga menembus ke bawah level ini, maka kemungkinan besar PI akan melanjutkan penurunan ke kisaran USD0,40, yang menjadi area support berikutnya. Namun jika pembeli mampu mengendalikan kembali momentum pasar, harga PI dapat bergerak naik menguji level resistensi di USD0,665.

Penembusan di atas level ini dapat membuka jalan menuju resistensi kunci selanjutnya di sekitar USD0,789.

Dengan penyelarasan indikator yang masih berpihak pada pihak penjual, investor dan pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati. Namun, sinyal awal dari indikator CMF dan potensi stabilisasi dapat menjadi area perhatian bagi trader jangka pendek yang mencari peluang rebound.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pi Network Terjun Bebas Jadi USD 0,6, Tapi Punya Momentum Naik di Mei

Harga Pi Network Terjun Bebas Jadi USD 0,6, Tapi Punya Momentum Naik di Mei

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 12:05 WIB

Bisa Cuan! Begini Cara Dapat Keuntungan dari Main Pi Coin

Bisa Cuan! Begini Cara Dapat Keuntungan dari Main Pi Coin

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 16:15 WIB

Begini Proyeksi Harga Aset Kripto Pi Network, Bisa Tembus USD1?

Begini Proyeksi Harga Aset Kripto Pi Network, Bisa Tembus USD1?

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

×