Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound

Achmad Fauzi

Jum'at, 02 Mei 2025 | 13:37 WIB
Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound
Ilustrasi Pi Network/(Instagram).

Suara.com - Pi Network salah satu aset kripto memulai bulan Mei dengan dinamika teknikal yang kompleks. Pi Network memperlihatkan adanya tekanan jual yang besar namun juga tanda-tanda awal minat beli dari investor.

Seperti dilansir dari Beincrypto, memasuki bulan kelima tahun 2025, Pi Network tengah menghadapi tekanan teknikal yang signifikan. Arah harga yang cenderung menurun didukung oleh sejumlah indikator yang menunjukkan lemahnya kekuatan beli, namun di sisi lain, muncul juga sinyal potensi akumulasi yang dapat menjadi pertanda awal perubahan arah pasar.

Salah satu indikator teknikal yang menjadi sorotan utama adalah Average Directional Index (ADX), yang melonjak drastis ke angka 56,72 dari hanya 10,48 dalam kurun waktu tiga hari. Kenaikan tajam ini menandakan tren yang sangat kuat tengah berlangsung.

ADX sendiri mengukur kekuatan tren tanpa melihat arah pergerakan, dan angka di atas 25 umumnya menunjukkan tren yang cukup dominan. Ketika ADX mencapai angka di atas 50, seperti yang terjadi saat ini, pasar biasanya berada dalam kondisi tren yang ekstrem.

Namun, analisis lebih dalam terhadap komponen Directional Movement Index (DMI) menunjukkan bahwa tren kuat ini bersifat bearish. Indikator +DI, yang mewakili tekanan beli, jatuh tajam dari 15,88 menjadi hanya 4,61, sementara -DI, yang mencerminkan tekanan jual, melonjak dari 23 ke 45. Kesenjangan yang semakin melebar antara keduanya memperkuat narasi bahwa saat ini Pi Network tengah mengalami tren penurunan yang kuat dan terus meningkat.

Sementara indikator tren menunjukkan tekanan jual yang masif, sinyal berbeda datang dari indikator berbasis volume, yakni Chaikin Money Flow (CMF). Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, CMF Pi Network menunjukkan pembacaan positif, naik dari -0,08 menjadi 0,06. Ini merupakan level tertinggi sejak 14 April, yang dapat diartikan sebagai awal dari minat beli baru.

CMF, yang bergerak dalam rentang -1 hingga +1, digunakan untuk mengukur arus masuk dan keluar modal dari suatu aset. Nilai di atas nol menunjukkan bahwa investor mulai mengakumulasi aset tersebut, sementara nilai negatif mencerminkan tekanan jual. Pergeseran CMF ke wilayah positif ini bisa menjadi indikasi awal bahwa pelaku pasar perlahan mulai kembali melirik Pi Network setelah mengalami tekanan jual yang cukup berat.

Kendati demikian, para analis teknikal menekankan bahwa konfirmasi lebih lanjut tetap diperlukan. Jika tekanan beli terus meningkat dan disertai oleh volume perdagangan yang lebih besar serta pergerakan harga yang mendukung, maka ada peluang untuk stabilisasi harga atau bahkan pemulihan jangka pendek. Namun, tanpa dukungan faktor-faktor tersebut, potensi penurunan masih sangat terbuka.

Lebih lanjut, struktur Rata-Rata Pergerakan Eksponensial (EMA) masih menunjukkan pola bearish. EMA jangka pendek berada di bawah EMA jangka panjang, mengindikasikan bahwa tren penurunan belum sepenuhnya berakhir. Dalam tujuh hari terakhir, harga PI telah turun lebih dari 12 [ersem, mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar.

baca juga

Saat ini, Pi Network tengah menguji level support penting di USD0,547. Jika harga menembus ke bawah level ini, maka kemungkinan besar PI akan melanjutkan penurunan ke kisaran USD0,40, yang menjadi area support berikutnya. Namun jika pembeli mampu mengendalikan kembali momentum pasar, harga PI dapat bergerak naik menguji level resistensi di USD0,665.

Penembusan di atas level ini dapat membuka jalan menuju resistensi kunci selanjutnya di sekitar USD0,789.

Dengan penyelarasan indikator yang masih berpihak pada pihak penjual, investor dan pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati. Namun, sinyal awal dari indikator CMF dan potensi stabilisasi dapat menjadi area perhatian bagi trader jangka pendek yang mencari peluang rebound.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pi Network Terjun Bebas Jadi USD 0,6, Tapi Punya Momentum Naik di Mei

Harga Pi Network Terjun Bebas Jadi USD 0,6, Tapi Punya Momentum Naik di Mei

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 12:05 WIB

Bisa Cuan! Begini Cara Dapat Keuntungan dari Main Pi Coin

Bisa Cuan! Begini Cara Dapat Keuntungan dari Main Pi Coin

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 16:15 WIB

Begini Proyeksi Harga Aset Kripto Pi Network, Bisa Tembus USD1?

Begini Proyeksi Harga Aset Kripto Pi Network, Bisa Tembus USD1?

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:57 WIB

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:47 WIB

×