Bali Blackout Bukan karena PLTU Celukan Bawang, Ini Biang Keroknya

Iwan Supriyatna

Minggu, 04 Mei 2025 | 06:06 WIB
Bali Blackout Bukan karena PLTU Celukan Bawang, Ini Biang Keroknya
Ilustrasi mati lampu. (Shutterstock)

Suara.com - PT General Energy Bali (GEB), pengelola PLTU Celukan Bawang, memastikan bahwa pembangkit listrik mereka bukanlah penyebab blackout yang melumpuhkan seluruh Bali, Jumat sore (2/5). Penegasan ini disampaikan langsung oleh Manajer Teknis PLTU Celukan Bawang, Helmy Rosadi, menyusul simpang siur informasi di publik.

Menurut Helmy, pemadaman listrik total di Bali disebabkan oleh gangguan besar pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Jawa Timur.

Gangguan ini berdampak langsung pada sistem kabel laut yang menghubungkan Jawa dan Bali. Akibatnya, pasokan daya ke Bali melalui empat sirkit kabel laut—yang normalnya mengalirkan 270 MW—drop/mati hingga 0 MW.

“Terjadi ketimpangan besar antara pasokan daya dan beban di Subsistem Bali. Ini membuat frekuensi listrik anjlok curam di luar batas aman, sehingga seluruh pembangkit, baik milik PLN maupun swasta, termasuk kami, harus melepaskan diri dari jaringan secara otomatis demi menjaga keselamatan unit,” kata Helmy ditulis Minggu (4/5/2025).

Helmy menepis anggapan yang menyebut PLTU Celukan Bawang sebagai pemicu utama padamnya listrik di Bali.

"Faktanya, PLTU Celukan Bawang Unit 2 baru trip satu menit setelah pembangkit lain di Bali lebih dulu terlepas dari sistem/trip,” ujarnya.

Helmy menjelaskan, trip Unit 2 terjadi karena sistem yang terganggu menyedot daya reaktif (MVAR) melebihi kapasitas aman. Saat kejadian, MVAR yang terserap mencapai 228, jauh di atas batas maksimal 80 MVAR.

“Ini bukan kesalahan kami. Ini respons otomatis sistem terhadap gangguan besar di jaringan,” tegasnya.

Setelah blackout terjadi, tim teknis PLTU Celukan Bawang langsung menjalankan prosedur darurat sesuai SOP blackout. Pengecekan menyeluruh dilakukan demi memastikan semua unit dalam kondisi aman sebelum dioperasikan kembali.

baca juga

Pemadaman listrik merupakan kondisi di mana aliran listrik terhenti sementara di suatu wilayah. Kejadian ini bisa terjadi secara terencana maupun tidak terencana. Pemadaman terencana biasanya dilakukan oleh perusahaan penyedia listrik untuk melakukan pemeliharaan jaringan atau perbaikan.

Sementara itu, pemadaman tak terencana bisa disebabkan oleh gangguan teknis, cuaca ekstrem, atau kerusakan infrastruktur.

Dampak dari pemadaman listrik cukup luas, baik bagi masyarakat umum maupun sektor industri. Di lingkungan rumah tangga, pemadaman listrik dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memasak, belajar, atau bekerja dari rumah.

Bagi dunia usaha dan industri, terhentinya aliran listrik bisa menyebabkan kerugian ekonomi akibat berhentinya proses produksi. Rumah sakit dan fasilitas publik lainnya juga sangat rentan terhadap dampaknya, terutama jika tidak memiliki sumber daya cadangan.

Untuk mengurangi dampak pemadaman, masyarakat diimbau untuk memiliki persiapan, seperti menyediakan penerangan darurat, power bank, atau genset kecil. Selain itu, perusahaan listrik juga dituntut untuk meningkatkan keandalan jaringan dan transparansi informasi kepada pelanggan. Pemberitahuan dini terkait jadwal pemadaman sangat membantu masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas mereka.

Pemerintah dan penyedia listrik terus berupaya memperkuat infrastruktur kelistrikan, termasuk penggunaan teknologi smart grid dan pengembangan energi terbarukan. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak juga turut berperan dalam menjaga kestabilan pasokan.

Dengan kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat, dampak pemadaman listrik dapat diminimalisir. Ketahanan energi menjadi kunci penting dalam menjaga produktivitas dan kenyamanan hidup di era modern.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bertanggung jawab menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional, PLN menjalankan berbagai proyek pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. PLN juga terus berinovasi melalui transformasi digital dan transisi energi bersih, seperti penggunaan energi terbarukan.

Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Dengan visi menjadi perusahaan energi terkemuka se-Asia Tenggara, PLN terus meningkatkan layanan dan keandalan pasokan listrik di seluruh pelosok negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senandung Kristal, Aroma Matcha, dan Suara Jiwa: Gdas Bali Hadirkan Healing Holistic di Jakarta

Senandung Kristal, Aroma Matcha, dan Suara Jiwa: Gdas Bali Hadirkan Healing Holistic di Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 02 Mei 2025 | 19:58 WIB

Bali Blackout, Alasan Listrik Pulau Dewata Gelap Gulita

Bali Blackout, Alasan Listrik Pulau Dewata Gelap Gulita

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 18:03 WIB

Pembangkit Listrik Portabel yang Bisa Isi Daya Super Cepat, Cuma 1 Jam!

Pembangkit Listrik Portabel yang Bisa Isi Daya Super Cepat, Cuma 1 Jam!

Tekno | Jum'at, 02 Mei 2025 | 17:45 WIB

Terkini

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

×