Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Dorong Rupiah Loyo Terhadap Dolar AS ke Level Rp16.445

Achmad Fauzi

Senin, 05 Mei 2025 | 17:15 WIB
Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Dorong Rupiah Loyo Terhadap Dolar AS ke Level Rp16.445
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan, ditutup melemah pada perdagangan sore ini sebesar 17 poin ke level Rp16.455 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat 40 poin di posisi Rp16.437.

Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dinamika eksternal dan sinyal perlambatan ekonomi domestik.

Pasar keuangan global sedang diliputi ketidakpastian setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut belum ada rencana konkret untuk membuka dialog dagang dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Ketegangan antara dua kekuatan ekonomi dunia itu membuat pasar waspada, mengingat perundingan dagang AS-Tiongkok selama ini menjadi barometer stabilitas perdagangan internasional.

Trump memang mengisyaratkan adanya upaya menjalin kesepakatan dengan negara-negara lain, namun belum ada sinyal yang jelas soal penyelesaian dengan Tiongkok. Sementara itu, otoritas Beijing menyatakan evaluasi terhadap kemungkinan perundingan tetap terbuka, dengan catatan dialog dilakukan secara tulus dan berdasarkan penghapusan tarif sepihak.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga turut menambah tekanan pada pasar, setelah ancaman dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan potensi serangan lanjutan terhadap Iran. Situasi memanas usai kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan mematikan ke bandara di Israel.

"Rupiah tertekan karena kombinasi sentimen eksternal yang negatif, mulai dari ketidakpastian perang dagang AS-Tiongkok hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini membuat investor global cenderung memilih aset safe haven seperti dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah," ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Pasar Uang dalam keteranganya, Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, Ibrahim juga menyoroti kehati-hatian pelaku pasar menjelang pertemuan Federal Reserve yang akan dimulai akhir pekan ini. Fed diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di tengah tekanan dari Presiden Trump yang secara terbuka mendorong penurunan suku bunga. Kebijakan moneter yang hati-hati dari The Fed mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak lanjutan dari kebijakan tarif dan inflasi.

Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sementara itu, dari dalam negeri, pelemahan rupiah juga tak lepas dari sinyal perlambatan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 hanya sebesar 4,87 persen secara tahunan (year-on-year), dan terkontraksi 0,89 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter).

Meskipun konsumsi rumah tangga tetap tumbuh 4,89 persen dan menjadi penopang utama PDB, akan tetapi kontribusi ini belum cukup kuat untuk menutupi kontraksi dari sektor-sektor lain.

baca juga

"Pasar melihat sinyal perlambatan yang cukup serius di kuartal pertama tahun ini. Hal ini mempertegas bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya solid, terutama jika anggaran belanja pemerintah belum terserap optimal. Prospek kuartal berikutnya sangat tergantung pada stimulus fiskal dan efektivitas koordinasi antara moneter dan fiskal," jelas Ibrahim.

Dalam pandangan Ibrahim, dukungan dari Bank Indonesia sangat krusial, terutama dalam menjaga likuiditas pasar dan stabilitas rupiah. Langkah-langkah penguatan komunikasi publik, intervensi terukur di pasar valas, serta strategi menjaga suku bunga acuan agar tetap kompetitif dinilai menjadi alat utama untuk meredam tekanan jangka pendek terhadap rupiah.

Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memproyeksi rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan potensi pelemahan di kisaran Rp16.440 hingga Rp16.500 per dolar AS. Tekanan global diperkirakan masih pendorong dan mendominasi sentimen, meskipun harapan akan stimulus fiskal domestik tetap menjadi penopang psikologis bagi pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chandra Asri Group Siapkan Capex 350 Juta Dolar AS untuk Jalankan Investasi CAA

Chandra Asri Group Siapkan Capex 350 Juta Dolar AS untuk Jalankan Investasi CAA

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2025 | 05:47 WIB

Rupiah Terbang Tinggi, Dolar AS Bertekuk Lutut Akibat Ulah Trump?

Rupiah Terbang Tinggi, Dolar AS Bertekuk Lutut Akibat Ulah Trump?

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 16:33 WIB

4 Jenis Uang Rupiah Ini Sudah Tidak Bisa Digunakan

4 Jenis Uang Rupiah Ini Sudah Tidak Bisa Digunakan

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 15:07 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×