Bos Antam Ungkap Harga Emas 2025 Bakal Terus Naik, Siap Geber Produksi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:53 WIB
Bos Antam Ungkap Harga Emas 2025 Bakal Terus Naik, Siap Geber Produksi
Program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk 'Meet The CEO' bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Nicolas D. Kanter, pada Kamis (8/5/2025).

Suara.com - Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Nicolas D. Kanter, memberikan pandangannya mengenai tren harga emas ke depan.

Dalam program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk Meet The CEO, pada Kamis (8/5/2025). Nico panggilan akrabnya mengungkapkan optimismenya terhadap prospek harga emas sepanjang tahun 2025, meskipun ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap volatilitas pasar.

"Kita lihat sisi trendnya seperti itu tapi tentunya juga kita juga nggak mau terlalu tiba-tiba harga juga tau tinggi kan juga itu pasti akan menciptakan dampak yang mungkin malah tidak terlalu baik," ujar Nico, menyiratkan bahwa kenaikan harga yang terlalu drastis juga dapat menimbulkan ketidakstabilan di pasar.

Kendati demikian, Nico menegaskan bahwa analis internasional, termasuk tim internal Antam, masih melihat tren harga emas akan terus menanjak setidaknya sepanjang tahun 2025. Proyeksi positif inilah yang mendorong Antam untuk memperkuat strategi pasokan emas serta mengoptimalkan produksi dari tambang emas Pongkor.

"Trend mengenai the whole year 2025 ini sih masih dilihat akan naik paling tidak oleh analis internasional, termasuk juga kita dalam analis makanya kita harus terus perkuat strategi pasok bentuk emas kita kemudian kita juga mesti mengoptimalkan our production yang ada di Pongor (fasilitas produksi emas Antam)," jelas Nico.

Tak hanya fokus pada sisi produksi dan pasokan, Antam juga gencar melakukan inovasi dalam layanan dan produk emasnya, terutama melalui unit bisnis Logam Mulia. Dirinya juga menyoroti peluncuran brankas emas dengan sistem digitalisasi Antam sebagai salah satu inovasi terbaru yang mendapat respons positif dari pasar.

Program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk 'Meet The CEO' bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Nicolas D. Kanter, pada Kamis (8/5/2025).
Program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk 'Meet The CEO' bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Nicolas D. Kanter, pada Kamis (8/5/2025).

"Tentunya juga memastikan bahwa we also approved didalam kita punya butik butik baik dalam pelayanan maupun inovasi inovasi lain termasuk yang baru baru ini dari timnya Pak Anto dan logam mulia itu me-launch yang brankas dengan masa digitalisasi Antam. Nah ini semuanya trennya ya alhamdulillah naik terus gitu," kata Nico, menunjuk pada tren positif yang terus ditunjukkan oleh berbagai inisiatif Antam di sektor emas.

Pernyataan Nico ini memberikan sinyal positif bagi para investor dan pemilik emas, sejalan dengan sentimen global yang melihat emas sebagai aset lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Langkah strategis Antam dalam memperkuat pasokan dan berinovasi diharapkan dapat semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri emas nasional. Meskipun demikian, Nico tetap mengingatkan akan pentingnya memantau pergerakan pasar dan mengelola risiko di tengah potensi volatilitas harga emas.

Asal tahu saja volume penjualan emas batangan Antam mencapai 43,78 ton sepanjang 2024. Ini merupakan penjualan emas tertinggi Antam sepanjang sejarah dengan kenaikan 68 persen dibandingkan periode 2023 sebanyak 26,13 ton. 

Selain emas, realisasi komoditas Antam yang lain adalah volume produksi bijih nikel mencapai 9,94 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan 8,34 juta wmt. Untuk produksi feronikel tercatat mencapai 20,10 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 19,45 ribu tNi yang diperuntukkan untuk memenuhi permintaan yang masih tinggi pada pasar di Tiongkok, India, dan Korea Selatan.

Sementara itu, penjualan bauksit pada tahun 2024 tercatat sebesar 736 ribu wmt, yang diperuntukkan untuk pasokan bahan baku smelter dalam negeri.

Selain kinerja operasional yang naik, Antam juga mempercepat realisasi proyek strategis nasional di sektor hilirisasi mineral. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, melalui kolaborasi dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Proyek ini ditargetkan beroperasi penuh pada tahun ini, dengan kapasitas produksi alumina sebesar 1 juta ton per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Bisa Jadi Penolong Masa Krisis Saat Perang Dagang

Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Bisa Jadi Penolong Masa Krisis Saat Perang Dagang

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:39 WIB

Bos Antam "Happy" di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Naiknya Harga Komoditas Jadi Berkah

Bos Antam "Happy" di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Naiknya Harga Komoditas Jadi Berkah

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:36 WIB

Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam Hingga Dibanderol Rp1.926.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam Hingga Dibanderol Rp1.926.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 09:24 WIB

Terkini

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:28 WIB

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:14 WIB

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:55 WIB