Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bos Antam "Happy" di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Naiknya Harga Komoditas Jadi Berkah

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:36 WIB
Bos Antam "Happy" di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Naiknya Harga Komoditas Jadi Berkah
Program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk 'Meet The CEO' bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Nicolas D. Kanter, pada Kamis (8/5/2025).

Suara.com - Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Nicolas D. Kanter mengakui bahwa kondisi ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini membawa berkah bagi kinerja perusahaannya.

Dia bahkan mengaku "sangat happy" dengan kondisi saat ini, terutama karena lonjakan harga komoditas seperti emas yang menjadi bisnis inti Antam.

Perasaan senang ini disampaikan Nico panggilan akrabnya dalam program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk Meet The CEO, pada Kamis (8/5/2025).

"Kalau saya mau selfish ya saya tentunya menikmati dan lebih senang keadaan seperti ini walaupun ekonominya kelihatannya mungkin sedikit agak volatile tapi dengan harga (komoditas emas) yang melonjak seperti ini dan Antam itu kita diuntungkan sebagai perusahaan. Saya akan nikmati itu dan saya akan syukuri yang ada sekarang," ungkap Nico dengan nada terus terang.

Meski demikian, Nico juga menunjukkan kesadarannya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya melihat situasi secara holistik dan berharap kondisi yang menguntungkan bagi Antam ini dapat seimbang dengan kepentingan terbaik negara secara keseluruhan.

"Jadi kalau tanya pilihan ya mungkin sebagai CEO dari Antam saya akan memilih mungkin ya seperti ini tapi kan kita juga adalah orang Indonesia yang mesti melihat secara holistik gitu ya nah itu yang kita mesti mudah mudahan itu akan balance ya sesuai dengan yang terbaik buat the country itu kira kira kalau saya bisa jawab," lanjutnya.

Program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk 'Meet The CEO' bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Nicolas D. Kanter, pada Kamis (8/5/2025).
Program siniar wawancara khusus Suara.com dan IDNFinancials.com betajuk 'Meet The CEO' bersama Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Nicolas D. Kanter, pada Kamis (8/5/2025).

Lebih lanjut, Nico mengatakan perjalanan dirinya menjadi orang nomer satu di perusahaan tambang plat merah ini tak mulus-mulus saja, dia bilang pun menyinggung pengalaman pahit yang dialami Antam pada tahun sebelumnya terkait proses perizinan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Ia mengungkapkan bahwa keterlambatan keluarnya izin RKAB sempat menjadi kontributor utama tantangan bagi perusahaan.

"Di tahun yang lalu kita mengalami masa dimana perijinan RKAB kita ini perusahaan tambang itu menjadi salah satu kontributor utama buat kita ternyata tidak keluar ada yang keluar di pertengahan tahun bahkan di Q3 yang paling besar aset kita keluarnya di Q4 jadi all the numbers in the mid year itu is so sad dan sangat mendemotivasi kita," beber dia.

Namun, ia memberikan apresiasi atas ketangguhan tim operasional Antam yang terus berupaya memberikan yang terbaik dan melihat tantangan perizinan ini sebagai pemicu untuk tidak menyerah.

baca juga

"Tapi fortunately kita terus memberikan apa yang terbaik ya kita memberikan tantangan kepada orang orang dioperasi kita semua bahwa kita tidak boleh menyerah dan melihat keadaan ini sebagai suatu challenge," pungkasnya, menyiratkan bahwa semangat pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan Antam di tengah berbagai rintangan.

Berdasarkan laporan keuangan, Antam meraih laba bersih Rp3,85 triliun pada 2024, meningkat 25 persen dari capaian laba bersih pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,08 triliun.

Perseroan membukukan pendapatan Rp69,19 triliun pada 2024 yang merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah. Selaras dengan itu, EBITDA ANTM mencapai Rp6,73 triliun, naik 3 persen dari 2023 yang sebesar Rp6,55 triliun.

Kinerja keuangan Antam yang positif menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi tantangan pada tahun lalu yang dipengaruhi oleh dinamika regulasi sekaligus ketidakpastian kondisi global.

Sepanjang 2024, Antam mencatatkan laba kotor Rp6,5 triliun dengan laba usaha Rp3 triliun, naik 15 persen secara tahunan. Peningkatan laba operasional tersebut berasal dari kenaikan pendapatan yang disertai pengelolaan beban usaha yang optimal di mana beban usaha turun sekitar 5 persen menjadi Rp3,5 triliun.

Dari sisi neraca, Antam mencatat kenaikan aset dari Rp42,85 triliun di 2023 menjadi Rp44,52 triliun pada akhir 2024. Di periode yang sama, posisi ekuitas perseroan juga tumbuh 3 persen menjadi Rp32,2 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam Hingga Dibanderol Rp1.926.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Merosot Tajam Hingga Dibanderol Rp1.926.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 09:24 WIB

Investor Kawakan Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Lebih Berharga dari Emas Hingga Minyak

Investor Kawakan Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Lebih Berharga dari Emas Hingga Minyak

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 15:29 WIB

Emas Antam Turun Harga Hari Ini, Jadi Rp1.953.000/Gram

Emas Antam Turun Harga Hari Ini, Jadi Rp1.953.000/Gram

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 09:45 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB