Rupiah Sendirian Terpuruk di Asia, Tumbang ke Level Rp 16.828/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 12 Februari 2026 | 17:14 WIB
Rupiah Sendirian Terpuruk di Asia, Tumbang ke Level Rp 16.828/USD
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah signifikan terhadap dolar AS pada Kamis, 12 Februari 2026, di posisi Rp 16.828, menjadi satu-satunya mata uang Asia yang tertekan.
  • Analis menyebut pelemahan rupiah disebabkan sentimen risk off domestik terkait kekhawatiran efek MSCI dan potensi downgrade pasar modal.
  • Mata uang Asia lainnya, seperti Won Korea dan Peso Filipina, justru mengalami penguatan terhadap dolar AS pada periode tersebut.

Suara.com - Nilai tukar rupiah belum bisa bangkit terhadap dolar AS pada penutupan Kamis, 12 Februari 2026. Bahkan, rupiah menjadi satu-satunya mata uang Asia yang lemah.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp 16.828 per dolar AS atau melemah 0,25 persen dibandingkan penutupan Rabu (11/2) ada di level Rp 16.786 per Dolar AS. 

Sedangkan, berdasarkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp 16.826 per dolar AS.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan efek MSCI di pasar modal. 

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS si tengah sentimen risk off domestik oleh kembalinya kekhawatiran seputar MSCI dan downgrade," katanya saat dihubungi Suara.com.

Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025) [Suara.com/Antara]
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025) [Suara.com/Antara]

Lukman melanjutkan, rupiah masih akan susah bangkit. Pasalnya, dolar AS masih rebound yang membuat mata uang garua gagal bangkit. 

"Sentimen rupiah umumnya masih lemah dan susah bangkit walau dolar AS sendiri masih cenderung tertekan," jelasnya.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya menguat. Salah satunya, won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,44 persen, disusul peso Filipina yang menguat 0,32 persen. Yen Jepang menguat 0,20 persen.

Ringgit Malaysia menguat 0,14 persen. Yuan China menguat 0,13 persen lalu baht Thailand menguat 0,10 persen.

baca juga

Diikuti rupee India menguat 0,09 perse dolar Taiwan menguat 0,08 persen. Ditambah dolar Hong Kong menguat 0,01 persen dan dolar Singapura stagnan.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 96,89, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 96,83.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Keok, Dolar AS Naik ke Level Rp16.818

Rupiah Keok, Dolar AS Naik ke Level Rp16.818

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 09:53 WIB

Dolar AS Keok, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp 16.786/USD

Dolar AS Keok, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp 16.786/USD

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 16:25 WIB

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 09:34 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 20:10 WIB

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:09 WIB

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 20:06 WIB

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:05 WIB

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 19:56 WIB

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:55 WIB

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 19:45 WIB

×