Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

IHSG Berakhir Menguat Tipis, Cek Saham-saham Penggeraknya

Achmad Fauzi

Jum'at, 09 Mei 2025 | 16:43 WIB
IHSG Berakhir Menguat Tipis, Cek Saham-saham Penggeraknya
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), melanjutkan penguatannya hingga akhir perdagangan Jumat, 9 Mei 2025.

Mengutip data RTI Business, IHSG terus bergera di zona hijau ke level 6.832 atau naik 5,05 poin, secara presentase naik 0,07 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 19,18 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp9,01 miliar, serta frekuensi sebanyak 1,11 juta kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 247 saham bergerak naik, sedangkan 341 saham mengalami penurunan, dan 217 saham tidak mengalami pergerakan.

Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, TAYS, MPOW, JATI, UVCR, GTRA, ERAA, DKFT, BATR, NCIL, DOSS, MXPL, HEAL, BKSL, FUTR.

Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, PPRI, DKHH, PNLF, TGUK, PNBN, SURI, ESSA, DMAS, AUTO, BBYB, HUMI, SOLA, OPMS, SCMA.

Sesuai Proyeksi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami teknikal rebound pada perdagangan Jumat, 9 Mei 2025. Hal ini setelah pada hari sebelumnya mencatat penurunan cukup dalam sebesar 1,42 persen.

Tekanan jual asing yang masih tinggi, dengan nilai net sell mencapai sekitar Rp906 miliar, menjadi faktor utama penekan pergerakan indeks.

baca juga
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, adanya sentimen positif dari pasar global, termasuk kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Inggris serta kebijakan terbaru dari The Fed, memberikan ruang pemulihan terbuka bagi IHSG selama mampu bertahan pada level support teknikal yang krusial.

"IHSG hari ini masih berpotensi mengalami teknikal rebound sepanjang mampu bertahan di atas area support 6800,” ujar Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset hariannya, Jumat (9/5/2025).

"Level support kunci IHSG berada pada rentang 6.770–6.800, sementara resistance terdekat berada pada area 6.850–6.925. Selama tekanan jual asing mulai mereda dan tidak terjadi penembusan support tersebut, maka potensi pemulihan cukup realistis dalam jangka pendek," sambung dia.

Pasar saham global menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis, 8 Mei 2025 waktu setempat. Indeks utama di Wall Street ditutup menguat, didorong oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait kerangka awal kesepakatan dagang dengan Inggris.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi perjanjian dagang besar pertama sejak AS secara sepihak menerapkan tarif pre-emptive terhadap sejumlah negara pada awal tahun 2025.

"Beberapa negara akan dikenakan tarif jauh lebih tinggi karena mereka memiliki surplus dagang besar," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa “detail akhir sedang dirampungkan. Dalam beberapa minggu ke depan semuanya akan final.” Pernyataan ini disambut baik oleh pelaku pasar yang melihatnya sebagai sinyal stabilitas dan arah kebijakan dagang yang lebih jelas.

Penguatan di pasar AS tercermin pada indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang naik 0,62%, indeks S&P 500 yang menguat 0,58 persen, serta indeks Nasdaq Composite yang melonjak hingga 1,07 persen. Saham-saham sektor teknologi menjadi pendorong utama, khususnya setelah pemerintah Trump mengumumkan pencabutan sejumlah pembatasan terhadap industri semikonduktor yang diberlakukan di masa pemerintahan sebelumnya.

Saham Alphabet (induk Google) naik hampir 2% setelah perusahaan membantah laporan media mengenai penurunan aktivitas pencarian akibat meningkatnya penggunaan AI di browser Safari.

Sementara itu, saham Boeing melonjak 3 persen menyusul pernyataan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang menyebut bahwa kesepakatan dagang AS-Inggris akan membuka jalan bagi pemesanan pesawat Boeing dalam jumlah besar yang nilainya diperkirakan mencapai miliaran dolar.

Sentimen positif global turut merambat ke kawasan Asia. Pada perdagangan Kamis (8/5), bursa Asia-Pasifik bergerak mayoritas menghijau. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat naik 0,41 persen, Topix naik 0,09 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,37 persen, dan CSI 300 China menguat 0,56 persen.

Kinerja serupa juga ditunjukkan oleh ASX 200 Australia yang naik 0,16 pesen dan Kospi Korea Selatan yang menguat 0,22 persen. Hanya indeks FTSE Straits Times Singapura dan FTSE Bursa Malaysia yang mencatat penurunan, masing-masing 0,55 persen dan 0,27 persen.

Kenaikan ini terjadi setelah Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25 persen hingga 4,5 persen.

Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, meskipun Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa kebijakan tarif tinggi yang diumumkan pemerintah AS berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi dalam jangka panjang.

Pasar kini juga menanti hasil pertemuan antara Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan mitranya dari China yang akan berlangsung di Swiss. Pertemuan ini dinilai penting untuk memulihkan stabilitas perdagangan global, terutama setelah tensi tinggi antara dua ekonomi terbesar dunia beberapa bulan terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Asing Cabut Rp 50,72 Triliun dari Pasar Saham RI

Modal Asing Cabut Rp 50,72 Triliun dari Pasar Saham RI

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 16:23 WIB

Profil Emiten PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) dan Daftar Pemegang Sahamnya

Profil Emiten PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) dan Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 14:49 WIB

IHSG Berbalik Rebound di Pembukaan Perdagangan Hari Ini

IHSG Berbalik Rebound di Pembukaan Perdagangan Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 09:12 WIB

Terkini

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:39 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:03 WIB

Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:01 WIB

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:27 WIB

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:18 WIB

×