Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PHK Massal Panasonic Global Tak Sentuh RI, Tapi Utilitas Pabrik Elektronik Nasional Mengkhawatirkan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 13 Mei 2025 | 10:53 WIB
PHK Massal Panasonic Global Tak Sentuh RI, Tapi Utilitas Pabrik Elektronik Nasional Mengkhawatirkan
PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) mengajak Asosiasi HAEI (Himpunan Ahli Elektro Indonesia) beserta 15 ME (Mechanical Electrical) Consultant untuk berkunjung ke pabrik PMI.

Suara.com - Di tengah kekhawatiran global akan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda raksasa elektronik Panasonic Holdings, kabar melegakan datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Pemerintah dengan tegas menyatakan bahwa badai PHK tersebut tidak akan menerjang operasional Panasonic di Indonesia. Bahkan, sebaliknya, Indonesia justru semakin mengukuhkan posisinya sebagai basis produksi strategis bagi Panasonic di kawasan Asia Tenggara.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, dalam pernyataan resminya di Jakarta yang dikutip Selasa (13/5/2025) menyampaikan kepastian ini. "PHK yang terjadi di Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional Panasonic di Indonesia. Pabrik di Indonesia justru menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara, yang mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang sangat kuat," ujarnya dengan nada optimis.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tren efisiensi yang dilakukan banyak perusahaan multinasional, kepastian ini memberikan jaminan stabilitas pekerjaan dan menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam rantai pasok global Panasonic.

Kendati demikian, Febri tidak menampik adanya tantangan yang dihadapi industri elektronik nasional secara keseluruhan. Ia mengakui bahwa tingkat utilisasi industri saat ini sedang berada pada level yang relatif rendah, yakni 50,64 persen pada triwulan I tahun 2025. Angka ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19, di mana utilisasi sektor ini mampu mencapai 75,6 persen.

Kondisi ini, menurut Febri, menjadi peringatan bagi seluruh pelaku industri dan para karyawan untuk tidak terlena dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman. "Persaingan global di sektor elektronik semakin ketat. Ini adalah peringatan bahwa transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci untuk bertahan hidup," tegasnya.

Menyikapi tantangan utilisasi yang rendah, Febri menyatakan bahwa pemerintah memiliki kepentingan besar untuk menaikkan kembali angka tersebut. Salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah melalui perlindungan pasar domestik dari gempuran produk elektronik impor. Pemerintah menyadari betul bahwa pasar dalam negeri yang kuat adalah modal utama bagi pertumbuhan industri nasional.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga investasi sektor elektronika yang sudah ada serta berupaya menarik investasi baru. Keberlangsungan investasi akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Febri menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar sebagai pasar domestik yang kuat, mengingat potensi konsumen yang besar dan terus berkembang. "Pasar dalam negeri Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, dan pemerintah mendukung penuh penguatan industri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," katanya, menekankan keberpihakan pemerintah terhadap produk-produk buatan dalam negeri.

baca juga

Febri juga menyoroti peran penting kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi global saat ini. Dalam konteks ini, menjaga stabilitas industri dan mendorong daya saing menjadi agenda prioritas pemerintah. Stabilitas industri elektronik akan berkontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional dan regional.

Sebagai langkah konkret untuk meningkatkan daya saing dan utilisasi industri elektronik, Kemenperin terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai program. Upaya-upaya tersebut meliputi pemberian insentif fiskal dan non-fiskal, pelatihan dan pengembangan tenaga kerja industri agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, hingga penguatan ekosistem manufaktur berbasis teknologi tinggi.

"Kami optimistis, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi kuat antara pelaku industri dan pemerintah, sektor elektronik di Indonesia akan terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional," pungkas Febri, menutup pernyataannya dengan keyakinan akan masa depan cerah industri elektronik di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSPI Wanti-wanti PHK Panasonic di Indonesia: Pemerintah Harus Bertindak

KSPI Wanti-wanti PHK Panasonic di Indonesia: Pemerintah Harus Bertindak

News | Senin, 12 Mei 2025 | 14:15 WIB

Waduh, 10 Ribu Pegawai Panasonic Kena PHK

Waduh, 10 Ribu Pegawai Panasonic Kena PHK

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 07:33 WIB

CEK FAKTA: Kabar 25 Ruas Jalan di Jakarta Berbayar, Tarif hingga Rp19 Ribu

CEK FAKTA: Kabar 25 Ruas Jalan di Jakarta Berbayar, Tarif hingga Rp19 Ribu

News | Minggu, 11 Mei 2025 | 08:10 WIB

Terkini

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×