Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

PHK Massal Panasonic Global Tak Sentuh RI, Tapi Utilitas Pabrik Elektronik Nasional Mengkhawatirkan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 13 Mei 2025 | 10:53 WIB
PHK Massal Panasonic Global Tak Sentuh RI, Tapi Utilitas Pabrik Elektronik Nasional Mengkhawatirkan
PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) mengajak Asosiasi HAEI (Himpunan Ahli Elektro Indonesia) beserta 15 ME (Mechanical Electrical) Consultant untuk berkunjung ke pabrik PMI.

Suara.com - Di tengah kekhawatiran global akan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda raksasa elektronik Panasonic Holdings, kabar melegakan datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Pemerintah dengan tegas menyatakan bahwa badai PHK tersebut tidak akan menerjang operasional Panasonic di Indonesia. Bahkan, sebaliknya, Indonesia justru semakin mengukuhkan posisinya sebagai basis produksi strategis bagi Panasonic di kawasan Asia Tenggara.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, dalam pernyataan resminya di Jakarta yang dikutip Selasa (13/5/2025) menyampaikan kepastian ini. "PHK yang terjadi di Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional Panasonic di Indonesia. Pabrik di Indonesia justru menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara, yang mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang sangat kuat," ujarnya dengan nada optimis.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tren efisiensi yang dilakukan banyak perusahaan multinasional, kepastian ini memberikan jaminan stabilitas pekerjaan dan menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam rantai pasok global Panasonic.

Kendati demikian, Febri tidak menampik adanya tantangan yang dihadapi industri elektronik nasional secara keseluruhan. Ia mengakui bahwa tingkat utilisasi industri saat ini sedang berada pada level yang relatif rendah, yakni 50,64 persen pada triwulan I tahun 2025. Angka ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19, di mana utilisasi sektor ini mampu mencapai 75,6 persen.

Kondisi ini, menurut Febri, menjadi peringatan bagi seluruh pelaku industri dan para karyawan untuk tidak terlena dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman. "Persaingan global di sektor elektronik semakin ketat. Ini adalah peringatan bahwa transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci untuk bertahan hidup," tegasnya.

Menyikapi tantangan utilisasi yang rendah, Febri menyatakan bahwa pemerintah memiliki kepentingan besar untuk menaikkan kembali angka tersebut. Salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah melalui perlindungan pasar domestik dari gempuran produk elektronik impor. Pemerintah menyadari betul bahwa pasar dalam negeri yang kuat adalah modal utama bagi pertumbuhan industri nasional.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga investasi sektor elektronika yang sudah ada serta berupaya menarik investasi baru. Keberlangsungan investasi akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Febri menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar sebagai pasar domestik yang kuat, mengingat potensi konsumen yang besar dan terus berkembang. "Pasar dalam negeri Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, dan pemerintah mendukung penuh penguatan industri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," katanya, menekankan keberpihakan pemerintah terhadap produk-produk buatan dalam negeri.

baca juga

Febri juga menyoroti peran penting kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi global saat ini. Dalam konteks ini, menjaga stabilitas industri dan mendorong daya saing menjadi agenda prioritas pemerintah. Stabilitas industri elektronik akan berkontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional dan regional.

Sebagai langkah konkret untuk meningkatkan daya saing dan utilisasi industri elektronik, Kemenperin terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai program. Upaya-upaya tersebut meliputi pemberian insentif fiskal dan non-fiskal, pelatihan dan pengembangan tenaga kerja industri agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, hingga penguatan ekosistem manufaktur berbasis teknologi tinggi.

"Kami optimistis, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi kuat antara pelaku industri dan pemerintah, sektor elektronik di Indonesia akan terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional," pungkas Febri, menutup pernyataannya dengan keyakinan akan masa depan cerah industri elektronik di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSPI Wanti-wanti PHK Panasonic di Indonesia: Pemerintah Harus Bertindak

KSPI Wanti-wanti PHK Panasonic di Indonesia: Pemerintah Harus Bertindak

News | Senin, 12 Mei 2025 | 14:15 WIB

Waduh, 10 Ribu Pegawai Panasonic Kena PHK

Waduh, 10 Ribu Pegawai Panasonic Kena PHK

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 07:33 WIB

CEK FAKTA: Kabar 25 Ruas Jalan di Jakarta Berbayar, Tarif hingga Rp19 Ribu

CEK FAKTA: Kabar 25 Ruas Jalan di Jakarta Berbayar, Tarif hingga Rp19 Ribu

News | Minggu, 11 Mei 2025 | 08:10 WIB

Terkini

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:56 WIB

×