Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Robert Kiyosaki Sebut Penabung Uang 'Pecundang', Banyak Orang Buru Emas Batangan

Achmad Fauzi

Selasa, 13 Mei 2025 | 11:15 WIB
Robert Kiyosaki Sebut Penabung Uang 'Pecundang', Banyak Orang Buru Emas Batangan
Investor kawakan Robert Kiyosaki/(Tangkapan Layar Youtube).

Suara.com - Investor kawakan Robert Kiyosaki menyebut semua orang mulai sadar untuk mempertahankan ekonomi ke depan di tengah ketidakjelasan saat ini. Hal ini tercermin banyak orang yang mulai mencari emas atau logam mulia dibanding menabung uang di Bank.

Hal ini diungkapkan Kiyosaki di media sosial X pribadinya @TheRealKiyosaki yang dikutip, Selasa, 13 Mei 2025.

Dalam unggahannya, Kiyosaki mengutip pernyataan orang tuanya yang menyebut bahwa para penabung adalah 'pecundang'. Dan kekinian, ada tren baru di mana masyarakat kelas menengah kini beralih menyimpan kekayaan dalam bentuk emas.

Menurut Kiyosaki, fenomena meningkatnya penjualan emas batangan dan koin di jaringan ritel besar di Amerika Serikat seperti Costco adalah bukti nyata bahwa semakin banyak orang mulai meragukan nilai uang kertas dan mencari aset yang lebih tahan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi.

"Costco dikenal dengan harga yang bagus. Biasanya menjadi tempat belanja orang miskin dan kelas menengah. Jadi, apa yang laris manis di Costco sekarang? Tisu toilet atau kacang panggang diskonan? Tidak. Emas," kata Kiyosaki.

Ia menambahkan bahwa Costco bahkan kesulitan menyimpan stok emas karena permintaannya yang tinggi.

Bagi Kiyosaki, tren ini menunjukkan bahwa masyarakat kelas bawah dan menengah akhirnya mulai memahami pesan yang selama ini ia sampaikan melalui buku dan ceramahnya, yaitu bahwa menabung dalam bentuk uang kertas tidak lagi menjadi strategi cerdas dalam menjaga kekayaan. "Penabung adalah pecundang. Mereka kini menukar uang palsu, yang dicetak tanpa batas oleh pemerintah, dengan emas sungguhan, uang sejati," imbuh dia.

Kiyosaki juga menyinggung sinyal-sinyal pasar yang menurutnya sudah jelas terlihat. Ia memperingatkan bahwa emas, perak, dan Bitcoin selama ini telah memberi peringatan akan datangnya ketidakstabilan ekonomi yang lebih besar.

Ia mencatat bahwa bahkan bank sentral di berbagai negara kini mulai menjual obligasi Treasury AS dan memilih membeli emas sebagai bentuk lindung nilai. "Pertanyaannya sekarang adalah: apakah Anda sudah mendengarkan peringatan dari emas, perak, dan Bitcoin?" kata dia.

baca juga

Beri Peringatan Keras

Kiyosaki kembeli memberi peringatan kepada pihak lain terkait kondisi perekonomian global yang tak menentu ini. Dia pun meminta, semua pihak untuk meninggalkan nilai tukar dan beralih ke investasi alternatif seperti Bitcoin, emas, dan perak.

Hal ini diungkapkannya dalam unggahannya di media sosial X pribadinya, @TheRealKiyokasi yang dikutip, Minggu (11/5/2025).

Seperti dilansir oleh Cointelegraph, dalam unggahannya, Kiyosaki mendukung sikap garis keras terhadap sistem bank sentral soal nilai tukar, sambil mengutip pandangan mantan anggota Kongres AS Ron Paul, yang dikenal sebagai kritikus vokal terhadap Fed.

Ron Paul, penulis buku End the Fed, menggambarkan penetapan suku bunga oleh bank sentral sebagai “penetapan harga,” dan menyamakannya dengan bentuk pengendalian ekonomi sosialis dan Marxis.

Paul memperingatkan bahwa mekanisme semacam itu mengikis kekayaan pribadi dan merusak kebebasan ekonomi, sebuah sentimen yang sejalan erat dengan kekhawatiran Kiyosaki yang sudah lama ada.

Ilustrasi harga emas antam logam mulia hari ini (Gambar oleh Soofia Tailor dari Pixabay)
Ilustrasi harga emas antam logam mulia hari ini (Gambar oleh Soofia Tailor dari Pixabay)

"Uang palsu menghasilkan uang yang tidak jujur, statistik yang tidak jujur, akuntansi yang tidak jujur, neraca yang tidak jujur, kompensasi yang tidak jujur, hubungan yang tidak jujur, pemimpin yang tidak jujur, dan korupsi dalam kehidupan sehari-hari," tulis Kiyosaki dalam unggahannya.

Lebih lanjut, Kiyosaki meminta warga Amerika untuk melawan dengan memilih keluar dari sistem fiat dan sebagai gantinya merangkul penyimpanan nilai yang terdesentralisasi seperti Bitcoin. Ia menekankan bahwa ketergantungan pada mata uang fiat merupakan akar dari berbagai masalah ekonomi dan sosial yang terjadi saat ini.

Penghinaan Kiyosaki terhadap mata uang fiat bukanlah hal baru. Ia telah berulang kali mengkritik dolar AS, menyebutnya sebagai mata uang yang sekarat akibat digelembungkan oleh belanja pemerintah dan manipulasi bank sentral.

Pandangan ekonominya, yang berakar pada prinsip ekonomi Austria dan kedaulatan pribadi, mendukung aset-aset yang tidak dapat dikendalikan secara politik maupun direndahkan nilainya oleh intervensi pemerintah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Jatuh Dalam Kembali Dibanderol Rp1,8 Juta

Harga Emas Antam Jatuh Dalam Kembali Dibanderol Rp1,8 Juta

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 09:41 WIB

Dorong Literasi Investasi, Pegadaian dan Istana Yogyakarta Bersatu dalam Misi EMASkan Indonesia

Dorong Literasi Investasi, Pegadaian dan Istana Yogyakarta Bersatu dalam Misi EMASkan Indonesia

Bisnis | Minggu, 11 Mei 2025 | 16:43 WIB

Robert Kiyosaki Beri Peringatan Tinggalkan Nilai Tukar Beralih ke Bitcoin

Robert Kiyosaki Beri Peringatan Tinggalkan Nilai Tukar Beralih ke Bitcoin

Bisnis | Minggu, 11 Mei 2025 | 13:10 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×