Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Terus Merosot, Pengamat Ungkap Ramalan Harga Emas Dunia

Achmad Fauzi

Selasa, 13 Mei 2025 | 16:22 WIB
Terus Merosot, Pengamat Ungkap Ramalan Harga Emas Dunia
Harga emas pegadaian hari ini (Freepik)

Suara.com - Harga emas dunia pada terus meluncur turun, tercatat telah menyentuh level USD 3.245 per troy ounce. Penurunan harga emas dunia ini diproyeksikan akan terus berlangsung.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas masih menunjukkan tren penurunan dan berpotensi menembus level support berikutnya di USD 3.185 per troy ounce. Jika level tersebut jebol, maka harga emas dunia bisa mengarah ke level terendah secara teknikal di USD 3.150 per troy ounce.

"Kalau seandainya tembus di level USD 3.185 per troy ounce, ada kemungkinan besar support terakhir itu di USD 3.150. Itu level terendah kalau kita lihat secara teknikal,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (13/5/2025).

Ibrahim menjelaskan, penurunan harga emas saat ini disebabkan oleh sejumlah faktor global yang kompleks, mulai dari kebijakan suku bunga hingga ketegangan geopolitik.

Salah satu faktor utama adalah pernyataan dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada pekan lalu, yang mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga masih akan tertunda cukup lama.

Hal ini terjadi di tengah tekanan politik yang meningkat, termasuk dari mantan Presiden Donald Trump, yang mengkritik keras kebijakan moneter tersebut.

Selain itu, perkembangan positif dalam tensi geopolitik juga turut menekan harga emas. Gencatan senjata antara India dan Pakistan yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan PBB, serta kesepakatan dagang antara Amerika dan China yang menurunkan tarif impor masing-masing negara, menjadi katalis negatif bagi harga emas.

"Penurunan tarif impor dari kedua negara membuat The Fed semakin yakin untuk mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan kemungkinan hingga 2025 tidak akan menurunkannya," kata Ibrahim.

Ilustrasi Emas Batangan. (pixabay.com)
Ilustrasi Emas Batangan. (pixabay.com)

Ia juga menyebut aksi profit-taking oleh para pelaku pasar besar (big player) turut mempercepat tekanan harga. Namun, aksi ini dinilai bersifat sementara, sambil menunggu memanasnya kembali konflik geopolitik di wilayah Eropa dan Timur Tengah.

baca juga

Di Eropa, Rusia kembali melakukan serangan drone ke Ukraina setelah menolak ajakan damai dari Uni Eropa. Di Timur Tengah, ketegangan meningkat seiring dengan pernyataan Israel yang berniat menguasai penuh Jalur Gaza, yang memicu kecaman dari negara-negara Arab dan serangan balasan oleh kelompok Houthi.

Selain itu, belum adanya kepastian dari pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir juga menambah ketidakpastian pasar. Iran bersikeras mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium, sementara Amerika menuntut penghentian program tersebut.

Meski harga emas dunia tengah tertekan, Ibrahim tetap optimis terhadap prospek jangka menengah. Menurutnya, jika harga tidak menembus support di USD 3.150, emas berpeluang kembali menguat menuju USD 3.400.

"Investor besar saat ini tengah bersiap membeli kembali dari level terendah untuk mengincar rebound ke USD 3.400. Ini hanya tinggal menunggu momen yang tepat," kata dia.

Terus Merosot

Harga emas dunia terpantau bergerak melemah ke kisaran USD3.235 selama sesi awal perdagangan Asia pada hari Selasa.

Seperti dilansir dari FXstreet, tekanan terhadap logam mulia ini terjadi seiring menguatnya Dolar AS (USD), meningkatnya imbal hasil obligasi AS, dan membaiknya sentimen pasar menyusul kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Logam kuning yang biasanya menjadi pilihan investor sebagai aset safe haven terlihat tertekan di tengah penurunan ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. AS dan China dilaporkan mencapai kesepakatan sementara untuk mengurangi tarif yang telah memicu ketidakpastian global selama beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Amerika Serikat akan memangkas tarif tambahan terhadap impor asal China dari 145 perse menjadi 30 pesen, sementara Tiongkok akan menurunkan bea masuk atas impor dari AS dari 125 persen menjadi 10 persen. Kebijakan tarif yang baru ini akan berlaku selama 90 hari sebagai bagian dari uji coba normalisasi hubungan dagang kedua negara.

"Menurunnya ketegangan antara Tiongkok dan AS mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas," ujar Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS, bank asal Swiss sekaligus salah satu penjernih emas batangan terkemuka di London.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Logam Mulia vs Emas Perhiasan: Pilih yang Mana di Tahun 2025?

Emas Logam Mulia vs Emas Perhiasan: Pilih yang Mana di Tahun 2025?

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:01 WIB

Robert Kiyosaki Sebut Penabung Uang 'Pecundang', Banyak Orang Buru Emas Batangan

Robert Kiyosaki Sebut Penabung Uang 'Pecundang', Banyak Orang Buru Emas Batangan

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Jatuh Dalam Kembali Dibanderol Rp1,8 Juta

Harga Emas Antam Jatuh Dalam Kembali Dibanderol Rp1,8 Juta

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 09:41 WIB

Terkini

Luke Vickery Pasang Target Ambisius Setelah Penuhi Syarat Bela Timnas Indonesia

Luke Vickery Pasang Target Ambisius Setelah Penuhi Syarat Bela Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:40 WIB

Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu

Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:39 WIB

Nyaman Bersama Mandiri, Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan

Nyaman Bersama Mandiri, Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan

Surakarta | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:36 WIB

Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI

Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:32 WIB

Kasus Korupsi Petral, Sudirman Said Dicecar soal Pengadaan dan Penentuan Harga Minyak

Kasus Korupsi Petral, Sudirman Said Dicecar soal Pengadaan dan Penentuan Harga Minyak

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:32 WIB

Strategi Pickford Berakhir Ironis, Botol Penalti Jadi Sorotan Argentina

Strategi Pickford Berakhir Ironis, Botol Penalti Jadi Sorotan Argentina

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:30 WIB

Resmi Bergulir, Ruben Onsu Jalani Sidang Perdana Hak Asuh Anak, Absen di Pengadilan Karena Hal Ini

Resmi Bergulir, Ruben Onsu Jalani Sidang Perdana Hak Asuh Anak, Absen di Pengadilan Karena Hal Ini

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:25 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.100 pada Sesi I, BBCA dan BBRI Melesat

IHSG Bertahan di Level 6.100 pada Sesi I, BBCA dan BBRI Melesat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:21 WIB

5 Aroma Parfum Saff & Co Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Sehari-hari

5 Aroma Parfum Saff & Co Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Sehari-hari

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:20 WIB

Kantongi Surat Kuasa, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kantongi Surat Kuasa, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:16 WIB

×