Kenyalnya Laporan Keuangan Emiten Permen YUPI: Penjualan Menyusut, Laba Justru Melesat

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 14 Mei 2025 | 17:25 WIB
Kenyalnya Laporan Keuangan Emiten Permen YUPI: Penjualan Menyusut, Laba Justru Melesat
Ilustrasi Investasi Saham/Stockbit

Suara.com - Ada yang unik di balik manisnya bisnis permen jelly PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI). Sang emiten permen ini baru saja merilis laporan keuangan kuartal I-2025 yang menyajikan paradoks menarik.

Di tengah penurunan pendapatan sebesar 9,4% menjadi Rp699,65 miliar (dari sebelumnya Rp772,05 miliar di periode yang sama tahun lalu), YUPI justru berhasil mencatatkan kenaikan laba yang signifikan.

Bagaimana bisa penjualan merosot, namun pundi-pundi keuntungan justru mengembang? Rupanya, strategi efisiensi biaya menjadi kunci utama. YUPI berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp515,17 miliar menjadi Rp462,84 miliar. Langkah cerdik ini bak sulap, mendorong laba usaha YUPI melonjak menjadi Rp204,92 miliar, melampaui capaian sebelumnya yang sebesar Rp196,83 miliar.

Lebih manis lagi, YUPI mampu membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp167,22 miliar hingga akhir Maret 2025. Angka ini melompat 8,4% dibandingkan laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp154,20 miliar. Fenomena ini membuktikan ketahanan profitabilitas YUPI di tengah gempuran dinamika pasar ritel.

Sebelum pajak pun, kinerja YUPI terlihat memukau. Laba sebelum pajak di kuartal I-2025 tercatat sebesar Rp212,37 miliar, meningkat dari Rp202,47 miliar pada kuartal I 2024.

Dari sisi neraca, YUPI menunjukkan agresivitas ekspansi. Total aset perusahaan melonjak signifikan menjadi Rp3,48 triliun per 31 April 2025, dibandingkan dengan Rp2,67 triliun pada akhir Desember 2024.

Sementara itu, total liabilitas juga mengalami kenaikan menjadi Rp469,57 miliar dari Rp428,40 miliar, namun kenaikan ini tampak terukur dan dalam batas pengelolaan keuangan yang sehat, mengindikasikan adanya investasi dan pengembangan bisnis yang terencana.

Asal tahu saja YUPI baru saja mencatatkan saham perdananya di Bursa efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering (IPO). YUPI menjadi emiten ke-11 yang melantai bursa pada tahun 2025. Perseroan bergerak pada sektor konsumer non-siklikal atau bergerak di bidang industri kembang gula.

Berdasarkan prospektus ringkasnya, Selasa (25/3), YUPI menetapkan harga saham perdana Rp 2.390 per saham dan menawarkan sebanyak 854.448.900 atau sebesar 10 persen kepemilikan.

baca juga

Jumlah saham baru itu sesuai dengan rencana awal perseroan, sehingga nilai seluruh IPO mencapai Rp 2,04 triliun, dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 20,4 triliun.
Saham-saham terdiri dari 256.334.700 atau 3 persen saham baru, dan 598.114.200 atau 7 persen saham divestasi PT Sweets Indonesia.

Ada pun, seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham terkait Saham Baru, setelah dikurangi dengan Biaya Emisi, 77 persen akan digunakan oleh Perseroan untuk keperluan pembiayaan belanja modal, yaitu pembangunan pabrik baru di daerah Nganjuk Jawa Timur, dengan total biaya yang diestimasi sebesar Rp 437,5 miliar dan diestimasi akan beroperasi paling cepat pada tahun 2026.

Kemudian 23 persen akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan untuk melakukan ekspansi bisnis baik ke pasar internasional maupun pasar dalam negeri, yang termasuk tapi tidak terbatas untuk keperluan Term of Payment, persediaan dan penambahan jumlah karyawan.

Dana yang dialokasikan untuk Term of Payment dimaksudkan untuk mendukung kebijakan Perseroan untuk memperpanjang Term of Payment kepada distributor. Hal ini dilakukan oleh Perseroan untuk mendukung peningkatan penjualan.

Dana yang digunakan untuk persediaan mencakup pembelian bahan baku dan proses produksi hingga menjadi barang jadi (finished good) guna memastikan kelancaran operasional produksi. Pengalokasian ini dilakukan untuk mengantisipasi permintaan pasar dan menjaga ketersediaan stok yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penghasilan YouTube Aisar Khaled, Blak-blakan Ngaku Lebih Suka Ngonten di Indonesia

Penghasilan YouTube Aisar Khaled, Blak-blakan Ngaku Lebih Suka Ngonten di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 14 Mei 2025 | 10:12 WIB

Emiten Ritel Hypermart Masih Rugi Rp22,3 Miliar

Emiten Ritel Hypermart Masih Rugi Rp22,3 Miliar

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2025 | 10:06 WIB

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 13:27 WIB

Terkini

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Cushion Wardah Hijau untuk Kulit Apa? Ini Keunggulannya dan Pilihan Shade-nya

Cushion Wardah Hijau untuk Kulit Apa? Ini Keunggulannya dan Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026

Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Gus Ipul Apresiasi Sumedang Dukung Sekolah Rakyat Hingga Orkestrasi Perlinsos Digital

Gus Ipul Apresiasi Sumedang Dukung Sekolah Rakyat Hingga Orkestrasi Perlinsos Digital

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027

Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp6,16 Triliun, Total Setoran ke Investor Tembus Rp50,63 Triliun

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp6,16 Triliun, Total Setoran ke Investor Tembus Rp50,63 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit

Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:35 WIB

×