Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 13 Mei 2025 | 13:27 WIB
Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) harus menelan pil pahit di kuartal pertama 2025.

Suara.com - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) harus menelan pil pahit di kuartal pertama 2025. Sang produsen jamu kondang ini mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup signifikan, tergerus 40 persen hingga menyentuh angka Rp232,94 miliar berdasarkan laporan keuangan SIDO yang dikutip Selasa (13/5/2025).

Angka ini kontras dengan raihan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang masih perkasa di level Rp390,49 miliar. Imbasnya, laba per saham dasar (EPS) pun ikut terjun bebas ke angka Rp7,77, dari sebelumnya Rp13,02.

Rapor merah ini tak lepas dari merosotnya angka penjualan Sido Muncul. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perseroan hanya mampu membukukan penjualan sebesar Rp789,1 miliar, menyusut 25,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,05 triliun.

Meskipun beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp376,65 miliar dari sebelumnya Rp428,31 miliar, namun penurunan penjualan yang lebih dalam membuat laba kotor terkikis menjadi Rp412,44 miliar, jauh di bawah torehan tahun lalu sebesar Rp625,11 miliar.

Upaya efisiensi yang dilakukan Sido Muncul terlihat pada penurunan beban penjualan dan pemasaran yang menciut tipis menjadi Rp93,86 miliar dari Rp94,8 miliar. Namun, beban umum dan administrasi justru membengkak menjadi Rp42,7 miliar dari Rp38,65 miliar. Kabar baik datang dari beban lain-lain yang menyusut drastis menjadi hanya Rp370 juta dari sebelumnya Rp13,25 miliar. Sayangnya, pendapatan lain-lain pun ikut terkoreksi menjadi Rp10,56 miliar dari Rp13,03 miliar.

Alhasil, laba usaha Sido Muncul pun ikut terperosok menjadi Rp286,08 miliar, jauh di bawah capaian sebelumnya yang mencapai Rp491,43 miliar. Penghasilan keuangan juga mengalami penurunan menjadi Rp10,33 miliar dari Rp11,75 miliar, meskipun biaya keuangan berhasil dipangkas menjadi Rp156 juta dari Rp650 juta.

Kondisi ini berujung pada penurunan laba sebelum beban pajak penghasilan menjadi Rp296,26 miliar dari sebelumnya Rp502,53 miliar, dan akhirnya bermuara pada penyusutan laba tahun berjalan seperti yang telah disebutkan di awal.

Meskipun kinerja laba dan penjualan di kuartal pertama kurang menggembirakan, Sido Muncul masih mencatatkan pertumbuhan pada sisi ekuitas dan aset. Total ekuitas terkumpul tercatat sebesar Rp3,7 triliun, meningkat dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp3,48 triliun. Jumlah liabilitas justru mengalami penurunan menjadi Rp388,06 miliar dari Rp451,78 miliar. Sementara itu, total aset terakumulasi mengalami lompatan menjadi Rp4,09 triliun dari posisi akhir 2024 sebesar Rp3,93 triliun.

Pertumbuhan ekuitas dan aset ini bisa menjadi secercah harapan bagi Sido Muncul untuk bangkit di kuartal-kuartal berikutnya. Namun, tantangan untuk mengembalikan tren penjualan dan profitabilitas akan menjadi fokus utama perseroan ke depan. Pasar akan menanti strategi jitu Sido Muncul untuk kembali meracik kinerja keuangan yang lebih "berkhasiat" di sisa tahun 2025.

baca juga

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dirintis sebagai toko jamu pada tahun 1940. Berpusat di Semarang dan berdiri sebagai perusahaan pada tahun 1975. Produk pertama perusahaan ini adalah Tolak Angin, ramuan jamu yang sampai saat ini masih menjadi andalan, produk paling populer di antara 300 produknya. Memiliki tiga anak perusahaan, yaitu PT Berlico Mulia Farma, PT Muncul Mekar, dan PT Semarang Herbal Indo Plant. Terdapat delapan pabrik dan satu gudang yang berlokasi di Semarang.

Perusahaan milik Irwan Hidayat ini tidak hanya menghasilkan Tolak Angin yang cukup merajai pasar obat anti masuk angin di Indonesia, tapi juga: Tolak Linu, Kuku Bima Energi, Alang Sari Plus, Kopi Jahe Sido Muncul, Kuku Bima Kopi Ginseng, Susu Jahe, Jamu Komplit, dan Kunyit Asam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Ekonomi Dalam Tekanan, PANI Tetap Catat Prapenjualan Rp466 Miliar

Meski Ekonomi Dalam Tekanan, PANI Tetap Catat Prapenjualan Rp466 Miliar

Bisnis | Senin, 12 Mei 2025 | 09:17 WIB

Raup Laba Rp1,87 Triliun, BRIS Kini Incar Pasar Syariah Arab Saudi

Raup Laba Rp1,87 Triliun, BRIS Kini Incar Pasar Syariah Arab Saudi

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 10:53 WIB

Melestarikan Budaya: Transformasi Jamu dari Gendongan ke Kafe Instagramable

Melestarikan Budaya: Transformasi Jamu dari Gendongan ke Kafe Instagramable

Your Say | Rabu, 07 Mei 2025 | 10:42 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×