Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Emiten Pengelola KFC Kini Jagonya (Ayam) Rugi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 15 Mei 2025 | 11:37 WIB
Emiten Pengelola KFC Kini Jagonya (Ayam) Rugi
Outlet KFC di Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST), pengelola jaringan restoran cepat saji KFC di Indonesia, mencoba putar otak untuk memperbaiki kondisi keuangannya dengan mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/5/2025) FAST berencana menerbitkan maksimal 533.333.334 saham biasa dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham. Aksi korporasi ini diharapkan dapat meraup dana hingga Rp 80 miliar yang telah disepakati dengan investor.

Manajemen FAST menyatakan bahwa dana segar dari private placement ini akan sepenuhnya digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi bisnis perusahaan ke depan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi keuangan perusahaan yang saat ini menunjukkan modal kerja bersih negatif sebesar Rp 1,67 triliun.

Tingginya liabilitas jangka pendek, termasuk utang bank, utang usaha, dan utang lain-lain, menjadi penyebab utama tekanan keuangan ini. Tercatat, total liabilitas FAST mencapai 96% dari total aset perusahaan. Dengan adanya private placement ini, diharapkan struktur permodalan FAST akan menjadi lebih sehat dan perusahaan dapat kembali fokus pada pertumbuhan bisnisnya.

Rencana PMTHMETD ini diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan, di antaranya adalah peningkatan struktur permodalan Perseroan dari Rp 127,73 miliar menjadi Rp 207,73 miliar. Selain itu, rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) Perseroan diproyeksikan akan membaik dari 26,63 kali menjadi 15,99 kali.

Secara rinci, dana hasil private placement akan digunakan untuk pembelian persediaan dan pembayaran kewajiban lancar sebesar Rp 52 miliar, serta untuk biaya operasional efisiensi karyawan sebesar Rp 28 miliar.

Manajemen FAST juga menyoroti tren penurunan harga saham perseroan yang cukup fluktuatif sejak Januari hingga Maret 2025, dengan penurunan signifikan mencapai 20% dalam beberapa minggu. Ditambah dengan situasi politik di Indonesia yang turut mempengaruhi pasar saham, FAST memperhitungkan harga saham saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di bulan Mei sebagai dasar penetapan harga pelaksanaan private placement sebesar Rp 150 per saham, yang dinilai wajar.

Persetujuan atas rencana private placement ini akan dimintakan kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada tanggal 16 Mei 2025, dan akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada tanggal 20 Juni 2025, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meskipun demikian, manajemen FAST juga mengakui adanya potensi risiko dilusi bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam aksi korporasi ini. Setelah PMTHMETD dilaksanakan, kepemilikan saham pemegang saham yang tidak mengambil bagian diperkirakan akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar 11,79%.

Berdasarkan data per 28 Februari 2025, struktur kepemilikan saham FAST adalah sebagai berikut: PT Gelael Pratama (40%), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) milik Salim (35,84%), BBH luxembourg S/A Fidelity FD Sicav, FD FDS PAC FD (7,9%), publik dengan kepemilikan di bawah 5% (16,18%), dan saham tresuri (0,08%).

Setelah private placement rampung, persentase kepemilikan dua pemegang saham utama diprediksi akan meningkat. PT Gelael Pratama akan memiliki 41,18% saham (naik 1,18%), dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk akan menguasai 37,51% saham (naik dari 35,84%).

Sebagai informasi tambahan, FAST mencatatkan kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 796,71 miliar sepanjang tahun 2024. Angka ini melonjak signifikan sebesar 91,67% dibandingkan kerugian pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 415,65 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama Utang di Cengkareng: Suami Pinjam Atas Nama Istri, Debt Collector Ngamuk di Pabrik

Drama Utang di Cengkareng: Suami Pinjam Atas Nama Istri, Debt Collector Ngamuk di Pabrik

News | Selasa, 13 Mei 2025 | 19:17 WIB

Mengenal 3 Sosok "Raja" Debt Collector Paling Ditakuti, Sisi Kelam Penagihan Utang di Indonesia!

Mengenal 3 Sosok "Raja" Debt Collector Paling Ditakuti, Sisi Kelam Penagihan Utang di Indonesia!

News | Senin, 12 Mei 2025 | 17:45 WIB

Begini Video Unboxing HP Realme GT 10000 mAh, Dukung Fast Charging 320 W

Begini Video Unboxing HP Realme GT 10000 mAh, Dukung Fast Charging 320 W

Tekno | Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:57 WIB

Terkini

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:06 WIB

Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya

Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:56 WIB

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:34 WIB

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:23 WIB

Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Dana Pemerintah

Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Dana Pemerintah

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:19 WIB

Petani Sawit Protes Badan Ekspor, Mirip Monopoli Cengkeh Era Soeharto

Petani Sawit Protes Badan Ekspor, Mirip Monopoli Cengkeh Era Soeharto

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:07 WIB

IHSG Anjlok Usai Kenaikan BI-Rate, Pengamat Ungkap Peluang Technical Rebound

IHSG Anjlok Usai Kenaikan BI-Rate, Pengamat Ungkap Peluang Technical Rebound

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:03 WIB

Apa Itu Planogram? Viral Penataan Produk Kopdes Merah Putih Dikritik Tak Menarik

Apa Itu Planogram? Viral Penataan Produk Kopdes Merah Putih Dikritik Tak Menarik

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:02 WIB