Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Waduh! Menkes Budi Sebut Orang Bergaji Rp5 Juta Enggak Sehat dan Enggak Pintar

Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 18 Mei 2025 | 10:02 WIB
Waduh! Menkes Budi Sebut Orang Bergaji Rp5 Juta Enggak Sehat dan Enggak Pintar
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa orang dengan gaji Rp15 juta per bulan cenderung lebih pintar dan lebih sehat dibandingkan mereka yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan.

Suara.com - Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Dalam sebuah diskusi publik di Menteng, Jakarta, Sabtu (17/5/2025), Budi menyebut bahwa orang dengan gaji Rp15 juta per bulan cenderung lebih pintar dan lebih sehat dibandingkan mereka yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Budi saat membahas visi Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. Ia menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan yang baik merupakan pilar penting untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi. Namun, analogi yang ia gunakan untuk menggambarkan perbedaan antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah justru menuai kecaman.

"Apa sih bedanya orang yang gajinya Rp15 juta sama Rp5 juta? Cuma dua. Satu, dari Rp15 juta pasti lebih sehat dan lebih pintar. Kalau dia enggak sehat dan enggak pintar, enggak mungkin gajinya Rp15 juta, pasti gajinya Rp5 juta," ujar Budi dengan nada lugas, yang kemudian dianggap menyederhanakan persoalan kompleks mengenai kesehatan, kecerdasan, dan tingkat pendapatan.

Budi kemudian menjelaskan bahwa untuk mencapai visi negara maju, Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita US$14 ribu atau setara dengan sekitar Rp224 juta per tahun atau Rp18,6 juta per bulan (dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS). Ia mengakui bahwa pendapatan per kapita Indonesia saat ini masih jauh dari target, berada di kisaran US$4 ribu. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang masif untuk meningkatkan pendapatan tersebut 3,5 kali lipat dalam dua dekade mendatang.

Dalam konteks mencapai target pendapatan per kapita, Budi berpendapat bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kesehatan dan pendidikan masyarakat terjaga dengan baik. Ia menekankan peran krusial Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. "Kalau dia pintar saja, tapi enggak sehat, sama juga. Kalau dia sehat, tapi enggak pintar, sama juga. Jadi harus sehat dan pintar," katanya.

Pernyataan Menkes Budi ini dianggap bertentangan dengan realitas ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Banyak faktor di luar kendali individu yang dapat memengaruhi tingkat pendapatan, termasuk kesempatan pendidikan yang tidak merata, kondisi ekonomi keluarga, dan struktur pasar tenaga kerja. Mengaitkan langsung tingkat gaji dengan tingkat kesehatan dan kecerdasan dinilai sebagai generalisasi yang berbahaya dan tidak berdasar.

Kecerdasan dan kesehatan adalah aset yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, lingkungan, akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta gaya hidup. Menyatakan bahwa gaji Rp15 juta secara otomatis menjamin seseorang lebih pintar dan sehat mengabaikan perjuangan dan potensi jutaan pekerja dengan penghasilan lebih rendah yang mungkin memiliki tingkat pendidikan dan kesadaran kesehatan yang tinggi, namun terkendala oleh keterbatasan ekonomi.

Bukan Kali Pertama Pernyataan Kontroversial Menkes

Publik juga menyoroti bahwa ini bukan kali pertama Menkes Budi Gunadi Sadikin melontarkan pernyataan kontroversial terkait kesehatan. Beberapa waktu sebelumnya, ia juga menuai kritik atas pernyataannya yang mengaitkan ukuran celana jeans pria dengan risiko kematian lebih cepat akibat obesitas.

baca juga

"Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33. Sudah pasti obesitas. Itu menghadap Allah-nya lebih cepat, dibandingkan dengan yang celana jeans-nya 32," kata Budi usai rapat kerja di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (14/5). Pernyataan ini dinilai simplistik dan tidak mempertimbangkan kompleksitas faktor-faktor risiko kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil PT Wahana Kosmetika Indonesia yang Diduga Tawarkan Gaji di Bawah UMR

Profil PT Wahana Kosmetika Indonesia yang Diduga Tawarkan Gaji di Bawah UMR

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 06:44 WIB

Rincian Gaji PKWT Pegawai Bank Indonesia

Rincian Gaji PKWT Pegawai Bank Indonesia

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 06:37 WIB

Ngajar di Negeri Orang, Pulang Cuma Jadi Wacana: Dilema Dosen Diaspora

Ngajar di Negeri Orang, Pulang Cuma Jadi Wacana: Dilema Dosen Diaspora

Your Say | Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:05 WIB

Terkini

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:55 WIB

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:25 WIB

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:22 WIB

Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini

Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:58 WIB

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:55 WIB

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:33 WIB

×