Investasi Properti Sydney Diburu Investor Indonesia di Tengah Gonjang Ganjing Likuidasi Iwan Sunito

Iwan Supriyatna

Senin, 19 Mei 2025 | 14:35 WIB
Investasi Properti Sydney Diburu Investor Indonesia di Tengah Gonjang Ganjing Likuidasi Iwan Sunito
Pengusaha properti Iwan Sunito (Dok. pribadi)

Suara.com - Dalam beberapa bulan terakhir, pengusaha properti Iwan Sunito tampil aktif di berbagai platform media dan beberapa acara eksklusif di Indonesia.

Melalui perusahaan barunya, One Global Capital, Iwan menggelar roadshow bertajuk “Invest Like a Billionaire” di kota-kota besar, menawarkan peluang investasi properti di Sydney kepada investor Indonesia.

Namun, cerita kesuksesan yang dibawa ke Indonesia sangat berbeda dari kenyataan yang sedang dihadapi di Australia. Iwan mengalami tekanan likuidasi dari Mahkamah Agung New South Wales, Australia, pada 26 Maret 2025.

Mahkamah Agung secara resmi memerintahkan likuidasi atas CII Group Pty Ltd, perusahaan milik Iwan Sunito yang sebelumnya memegang hingga 50% saham di Crown Group Holdings Pty Ltd.

Dalam laporan yang ditulis pengacara Joseph Scarcella, Emily Barrett dan Sivanjali Karalasingham, para partner dari kantor biro hukum Johnson Winter Slattery (JWS), yang dikenal fokus pada hukum bisnis dan pengelolaan investasi di Australia, menyebutkan putusan tersebut membuat Iwan kehilangan kendali atas Crown Group.

Artikel senada juga diterbitkan oleh The Australian Financial Review (AFR) pada 15 May 2025.

Upaya hukum Iwan Sunito untuk menunda proses likuidasi telah ditolak oleh pengadilan karena tidak memiliki dasar fakta yang kuat.

Bahkan, laporan aset yang dia ajukan hanya berupa spreadsheet yang tidak bisa diverifikasi Tunggakan utang mencapai jutaan dolar, termasuk kepada lembaga pendidikan seperti Dunmore Lang College dan kreditur besar seperti grup investasi asal Hong Kong, PAG.

Crown Group Holding Pty Ltd sendiri saat ini masih dalam proses provisional liquidation yang di ajukan ke pengadilan oleh mantan business partner Iwan Sunito karena sudah tidak ada jalan keluar untuk meneruskan operasional perusahaan dan juga merugikan banyak pihak lain.

baca juga

Tidak lama setelah kehilangan Crown Group, Iwan mendirikan entitas baru bernama One Global Capital, yang kini aktif memasarkan properti seperti One Global Gallery di Eastlakes, Sydney.

Proyek ini diklaim memiliki tingkat hunian 90% dan kenaikan nilai lebih dari 40% sejak akuisisi.

Dalam program promosi One Global Capital yang disampaikan dalam beberapa kesempatan dengan target investor kecil dan pemula, mereka dijanjikan dengan pengembalian investasi tinggi dan kesuksesan ala "miliarder properti".

Terkait dengan janji tingkat pengembalian investasi, akun Instagram Layanan Konsumen dan Pengaduan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni @kontak157 pernah mengingatkan publik.

Menurut OJK melalui akun official lembaga tersebut, saat ini marak penipuan berkedok investasi semakin. Apalagi embel-embel investasi internasional yang menjanjikan keuntungan besar.

Masyarakat dihimbau waspada terhadap modus-modus licik yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjerat korban.

Modus penipuan ini kerap bermula dari iklan di media sosial yang terlihat meyakinkan, bahkan melibatkan tokoh-tokoh terkenal untuk menarik perhatian.

Setelah berhasil memikat korban, pelaku akan membangun kepercayaan secara perlahan hingga korban tergoda untuk menginvestasikan uangnya.

Sayangnya, uang yang sudah disetorkan kerap kali tidak bisa ditarik kembali, membuat korban mengalami kerugian besar.

Investor diharapkan melihat dan berhati-hati karena tidak ada jaminan pengembalian modal. Seperti investasi properti di luar negeri, investor diharapkan memahami bagaimana investasi tersebut dipengaruhi hukum lokal.

Dalam mengamankan investasi, investor disarankan untuk melakukan due diligence terhadap perusahaan dan individu pengelola properti yang ditawarkan.

Bagi investor individu dan ritel di Indonesia, khususnya mereka yang tergoda oleh reputasi masa lalu atau tawaran imbal hasil tinggi, penting untuk memahami bahwa pemilik proyek tidak selalu memiliki kontrol finansial penuh atas aset-asetnya.

“Waspadai. Likuidator dan kreditur berhak atas hasil penjualan aset sebelum dana apa pun bisa disalurkan ke investor baru. Apalagi bagi investor pemula yang baru mulai membangun masa depan finansialnya, investasi tidak boleh dilakukan hanya karena presentasi yang mengesankan — tetapi harus berdasarkan data, transparansi, dan integritas.”

Selain itu, tidak ada jaminan hukum bahwa investasi melalui entitas baru akan aman, apalagi jika dilakukan di luar sistem perbankan atau tanpa pengawasan regulator.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten PANI Jual Hunian Mewah Rp38 Juta Per Meter

Emiten PANI Jual Hunian Mewah Rp38 Juta Per Meter

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 11:21 WIB

Swancity Bidik Nilai Penjualan Rumah Rp1,3 Triliun di 2025

Swancity Bidik Nilai Penjualan Rumah Rp1,3 Triliun di 2025

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2025 | 09:48 WIB

CBDK Kantongi Penjualan Rp239 Miliar di Kuartal I 2025

CBDK Kantongi Penjualan Rp239 Miliar di Kuartal I 2025

Bisnis | Senin, 12 Mei 2025 | 07:39 WIB

Terkini

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:13 WIB

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

×