Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Ternyata Janda dan Duda di Inggris Banyak Ngutang Paylater

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Selasa, 20 Mei 2025 | 07:22 WIB
Ternyata Janda dan Duda di Inggris Banyak Ngutang Paylater
Ilustrasi Paylater (Freepik)

Suara.com - Pemerintah Inggris telah mengumumkan peraturan baru mengenai paylater atau layanan pinjaman beli sekarang bayar nanti. Lantaran layanan ini terus melonjok dalam penggunanaanya. 

Berdasarkan, survei komprehensif oleh regulator keuangan Inggris, Otoritas Perilaku Keuangan (FCA), menemukan jumlah pengguna BNPL telah meningkat secara signifikan. Hingga dua juta dalam tiga tahun terakhir.  Dikatakan bahwa 40% orang tua tunggal seperti janda hingga duda menggunakan paylater. Adapun, 35% wanita berusia antara 25 dan 34 tahun menggunakan produk BNPL.

Untuk itu pemerintah membuat aturan baru mengenai penggunaan paylater. Hal ini dilakukan untuk melindungi nasabah atau pengguna yang memilih pembayaran payalater yang tidak diatur.

Berdasarkan undang-undang tersebut, pemberi pinjaman harus melakukan pemeriksaan keterjangkauan untuk menghentikan orang mengambil terlalu banyak utang. Serta pembeli harus memiliki akses yang lebih cepat ke pengembalian dana.

Penggunaan beli sekarang, bayar nanti (BNPL) telah melonjak baru-baru ini, dengan 11 juta orang di Inggris diperkirakan telah menggunakannya tahun lalu. Tetapi ada kekhawatiran beberapa orang menghabiskan lebih dari yang mereka mampu.

Kelompok konsumen menyambut baik langkah tersebut dan mengatakan banyak pengguna tidak menyadari bahwa mereka mengambil utang yang mungkin sulit mereka bayar.

Dilansir BBC, layanan paylater ini menawaekan membayar penuh jumlah pembelian sekaligus. Hingga, pembeli dapat membagi pembayaran menjadi jumlah yang lebih kecil dalam jangka waktu yang singkat. Biasanya hanya beberapa minggu atau bulan.

Bagi sebagian orang, ini dapat menjadi cara yang mudah untuk membagi biaya belanja, Tetapi ada kekhawatiran bahwa beberapa konsumen mungkin menanggung terlalu banyak utang.

Produk BNPL saat ini tidak diatur dan Citizens Advice mengatakan bahwa langkah-langkah baru tersebut merupakan "langkah penting" menuju perlindungan yang lebih baik bagi pembeli.

baca juga

"Sudah terlalu lama, orang-orang terpapar utang yang tidak terjangkau dari sektor BNPL yang beroperasi di area abu-abu regulasi," kata Tom MacInnes, direktur kebijakan di Citizens Advice.

"Bagi sebagian orang, ini memiliki konsekuensi yang mengerikan. Banyak orang berjuang untuk membayar kembali kredit yang tidak mampu mereka bayar, menunggak tagihan penting, dan sering kali membutuhkan dukungan darurat, seperti kupon bank makanan," tambahnya.

Langkah-langkah untuk memperketat pengawasan sektor ini telah dibahas selama bertahun-tahun, dan pemerintah sebelumnya meluncurkan rencana pada tahun 2023.

Berdasarkan undang-undang baru, yang akan mulai berlaku tahun depan, pemerintah mengatakan perusahaan BNPL harus mengikuti standar yang konsisten. Sehingga pembeli tahu apa yang mereka setujui, lalu mampu membeli dan bagaimana mendapatkan bantuan jika diperlukan.

Sementara itu, Emma Reynolds, sekretaris ekonomi untuk Departemen Keuangan, mengatakan BNPL telah mengubah belanja bagi jutaan orang. Tetapi telah membuat konsumen terekspos dan beroperasi seperti "liar".

"Aturan baru ini akan melindungi pembeli dari perangkap utang dan memberi sektor ini kepastian yang dibutuhkannya untuk berinvestasi, tumbuh, dan menciptakan lapangan kerja," tambahnya.

Lisa Webb, pakar hukum konsumen di asosiasi konsumen Which mengatakan penelitiannya menunjukkan banyak pengguna tidak menyadari bahwa mereka berutang. Tapi tidak mempertimbangkan kemungkinan untuk membayar.

Seorang juru bicara Klarna, salah satu pemasok layanan BNPL terbesar di Inggris, mengatakan perusahaan telah mendukung regulasi untuk sektor tersebut sejak 2020.

"Senang melihat kemajuan dalam regulasi, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan FCA untuk membuat aturan guna melindungi konsumen dan mendorong inovasi," katanya.

Penyedia BNPL utama lainnya, Clearpay, mengatakan akan mendukung FCA untuk memberikan regulasi yang sesuai dengan tujuannya. Serta emastikan perlindungan konsumen, menyediakan inovasi yang sangat dibutuhkan dalam kredit konsumen, dan mendukung sektor FinTech yang berkembang pesat di Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hey Jude, Jude Bellingham, dan Mimpi Football's Coming Home

Hey Jude, Jude Bellingham, dan Mimpi Football's Coming Home

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:15 WIB

Inggris vs Argentina: Saatnya Three Lions Jegal Juara Bertahan

Inggris vs Argentina: Saatnya Three Lions Jegal Juara Bertahan

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Noni Madueke Tak Takut Lionel Messi Cs: Argentina yang Harus Khawatir Lawan Inggris

Noni Madueke Tak Takut Lionel Messi Cs: Argentina yang Harus Khawatir Lawan Inggris

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:21 WIB

Prediksi Lini dan Skor Inggris vs Argentina: Duel Maut Demi Tiket Final

Prediksi Lini dan Skor Inggris vs Argentina: Duel Maut Demi Tiket Final

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00 WIB

Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026

Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:25 WIB

Karier di Era AI Tak Hanya Soal Skill Digital, Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Jadi Pembeda

Karier di Era AI Tak Hanya Soal Skill Digital, Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Jadi Pembeda

Opini | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Alexis Mac Allister: Tenang, Timnas Argentina Pengalaman di Semifinal

Alexis Mac Allister: Tenang, Timnas Argentina Pengalaman di Semifinal

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:06 WIB

Rodrigo De Paul: Saya Harus Kendalikan Emosi di Laga Argentina vs Inggris

Rodrigo De Paul: Saya Harus Kendalikan Emosi di Laga Argentina vs Inggris

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 06:56 WIB

Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik

Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:55 WIB

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48 WIB

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:46 WIB

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:45 WIB

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:44 WIB

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:40 WIB

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:37 WIB

×