Pemerintah Siap Terbitkan Obligasi "Dimsum Bond" dan "Kangaroo Bond" Tahun Ini

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 26 Mei 2025 | 16:14 WIB
Pemerintah Siap Terbitkan Obligasi "Dimsum Bond" dan "Kangaroo Bond" Tahun Ini
Ilustrasi surat utang/bond. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Indonesia semakin serius dalam upaya diversifikasi pembiayaan anggaran dengan rencana penerbitan surat utang dalam mata uang Renminbi (RMB) yang dijuluki Dimsum Bond dan mata uang Dolar Australia (AUD) atau yang dikenal sebagai Kangaroo Bond.

Langkah strategis ini diharapkan dapat mengoptimalkan portofolio utang negara dari sisi biaya dan risiko, sekaligus memperluas basis investor.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi ini ditargetkan terlaksana pada tahun ini, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang kondusif.

"Insya Allah, rencananya tahun ini. We strongly consider to issue this year, subject to market condition," ujar Suminto.

Suminto menjelaskan bahwa alasan utama di balik penerbitan surat utang baru ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dan secara bersamaan mengelola portofolio utang yang optimal.

"Optimal kan dalam pengetahuan cost and risk. Cost of fund yang minimal, risiko yang terkelola, yang terkendalikan, gitu kan? Sehingga diversifikasi instrumen itu menjadi penting," tegasnya.

Diversifikasi instrumen ini juga akan memungkinkan pemerintah untuk memperluas basis investor. Penambahan denominasi mata uang, menurut Suminto, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, tetapi juga dalam konteks mengelola portofolio utang yang optimal.

"Diversifikasi instrumen akan memungkinkan kita mengelola portofolio yang lebih baik dalam konteks cost increase, termasuk dalam konteks perluasan basis investor," tambahnya.

Secara lebih umum, optimalisasi portofolio utang mencakup berbagai komposisi, mulai dari tenor, mata uang, hingga suku bunga (antara fixed rate dan floating), serta jenis instrumen (dalam negeri, luar negeri, pinjaman, obligasi, dan sebagainya).

baca juga

Terkait potensi pengurangan porsi penerbitan surat utang domestik dengan adanya obligasi baru ini, Suminto menjelaskan bahwa pemerintah memiliki fleksibilitas untuk mendistribusikan penerbitan.

Dengan adanya instrumen domestik, asing, dan beragam mata uang asing, pemerintah dapat menyesuaikan strategi penerbitan.

"Kan mengenai size kan kita sebenarnya oportunistik aja kan? Makanya kan karena ini instrumen pasar kan sangat subject to market condition, mana yang lebih favorable, secara pricing lebih bagus, cost of fund lebih rendah, kan gitu kan?" jelas Suminto.

Jika kondisi pasar lebih menguntungkan untuk Dimsum Bond atau Kangaroo Bond, pemerintah bisa memperbesar porsinya, dan sebaliknya jika kurang menguntungkan. Ini adalah bagian dari fleksibilitas dalam strategi penerbitan utang pemerintah.

Surat utang, atau obligasi, adalah instrumen investasi yang memungkinkan investor meminjamkan dana kepada penerbit (pemerintah atau perusahaan) dengan imbalan bunga (kupon) yang dibayarkan secara berkala. Saat jatuh tempo, penerbit akan mengembalikan pokok pinjaman kepada investor.

Obligasi sering dianggap sebagai investasi yang lebih aman dibandingkan saham karena memberikan pendapatan tetap dan memiliki risiko gagal bayar yang relatif lebih rendah, terutama obligasi pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Diprediksi Tembus 100.000 Dolar, Dipicu Buyback Obligasi AS

Harga Bitcoin Diprediksi Tembus 100.000 Dolar, Dipicu Buyback Obligasi AS

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 10:07 WIB

PTPP Lunasi Utang Obligasi III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II

PTPP Lunasi Utang Obligasi III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 15:57 WIB

Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi

Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 14:22 WIB

Terkini

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:56 WIB

×