9 Tahun Nggak Kelar, Airlangga Hartarto Ingin Sudahi Perundingan EU-CEPA

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 29 Mei 2025 | 14:38 WIB
9 Tahun Nggak Kelar, Airlangga Hartarto Ingin Sudahi Perundingan EU-CEPA
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (26/3/2025). [Suara.com/Novian]

Suara.com - Pemerintah Indonesia menyampaikan sinyal ingin menyudahi proses negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa. Hal ini lantaran, perundingan selama sembilan tahun ini tidak kunjung usai.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam forum dialog ekonomi antara Indonesia dan Prancis di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Perundingan Indonesia–European Union CEPA (EU-CEPA) telah berlangsung sejak 2016 dan hingga kini belum membuahkan hasil final. Airlangga menyatakan bahwa sudah waktunya proses negosiasi ini dihentikan jika tidak ada kemajuan berarti.

"Yang kedua adalah EU CEPA. Saya kira kita butuh dukungan. Tentu saja ada dua atau tiga isu yang telah ditawarkan kepada kita. Dan sudah saatnya bagi kita untuk mengesampingkan perbedaan dan melanjutkan filosofi keberlanjutan. Kita telah membahas ini selama sembilan tahun. Dan sudah saatnya untuk berhenti,” ujar Airlangga yang ditulis, Kamis (29/5/2025).

Jika terus berlangsung, Airlangga akan kembali meminta negosiator dari Indonesia untuk bolak-balik merundingkan perdagangan yang terlalu alot.

"Jika tidak, kepala negosiator kita akan dengan senang hati bolak-balik Jakarta dan Paris. Jadi kita harus menghentikan mereka. Hentikan kepala negosiator kita. Selesaikan saja negosiasinya," ucap Airlangga.

Namun, Airlangga juga menekankan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa, khususnya Prancis, tidak terbatas hanya pada perdagangan dan investasi.

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ingin memperluas kolaborasi lintas sektor, termasuk pendidikan, teknologi, dan energi terbarukan.

"Saya kira Presiden Prabowo juga ingin melakukan kolaborasi di luar perdagangan investasi dan juga pertahanan. Tetapi juga untuk mengedepankan pendidikan. Penting bagi kaum muda di Indonesia untuk mendapatkan akses pendidikan. Di Prancis, di bidang sains, teknologi, teknik. Dan yang terpenting bagi Prancis dan Paris adalah seni," beber dia.Airlangga.

baca juga

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), bukan hanya untuk pengembangan individu tetapi juga untuk mendukung transformasi industri dan ekonomi nasional.

"Jangan lupakan seni dan matematika. Jadi kita menyebutnya STEAM itu penting. Karena tanpa STEAM tidak akan ada listrik. Tanpa STEAM tidak akan ada mesin. Revolusi industri pertama ada di STEAM. Dan kita sedang berada di revolusi industri keempat," kata dia.

Selain isu pendidikan, Airlangga menyampaikan apresiasi atas dukungan Prancis terhadap program transisi energi Indonesia, terutama dalam kerangka pendanaan Just Energy Transition Partnership (JET-P), yang dimulai sejak presidensi Indonesia di G20.

"Dan tentu saja digitalisasi, energi terbarukan. Dan kami berterima kasih kepada Anda bahwa Prancis siap untuk transisi energi bagi Jet-P. Kami memiliki daftar Jet-P. Dan kami berterima kasih kepada Anda bahwa Prancis tetap bertahan. Karena ini diluncurkan selama kepemimpinan Indonesia di G20," imbuh dia.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto menyebut Indonesia dapat dana besar dari kerja sama bisnis dengan Perancis. 

Menurut dia, setidaknya ada 27 nota kesepahaman atau momerandum of understanding (MoU) bisnis, antara perusahaan di Indonesia dengan Perancis.

Airlangga merinci, dari 27 MoU itu, sebanyak 16 MoU ditandatangani dan disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

"Saya ingin melaporkan bahwa MoU yang sudah ditandatangani sejak pagi tadi, totalnya ada 27 MoU, 16 sudah ditandatangani dan disaksikan oleh Presiden Macron dan Presiden Prabowo. Dan tadi kita saksikan MOU yang ke-11," ujar Airlangga dalam sambutan pertemuan bisnis antara Indonesia-Perancis di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

"Dan saya hitung total MOU-nya, paling tidak  USD11 miliar. Jadi itu betul-betul inti dari pidato kedua pemimpin kita yang akan membawa Indonesia dan Prancis ke tingkat selanjutnya," sambung dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Bisa Diguyur Dana USD 11 Miliar dari Kerja Sama dengan Prancis

RI Bisa Diguyur Dana USD 11 Miliar dari Kerja Sama dengan Prancis

Bisnis | Rabu, 28 Mei 2025 | 21:16 WIB

Menteri Bahlil Sebut Belum Tahu Diskon Tarif Listrik 50 Persen, Erick Thohir: Sudah Didiskusikan

Menteri Bahlil Sebut Belum Tahu Diskon Tarif Listrik 50 Persen, Erick Thohir: Sudah Didiskusikan

Bisnis | Selasa, 27 Mei 2025 | 09:32 WIB

Menteri Bahlil Belum Tahu Ada Diskon Tarif Listrik 50 Persen di Juni-Juli: Biasanya...

Menteri Bahlil Belum Tahu Ada Diskon Tarif Listrik 50 Persen di Juni-Juli: Biasanya...

Bisnis | Senin, 26 Mei 2025 | 22:41 WIB

Terkini

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban

Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban

Banten | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

Laba MNC Bank Tergerus, Dana Deposito Kabur dan Kredit Bermasalah Membengkak

Laba MNC Bank Tergerus, Dana Deposito Kabur dan Kredit Bermasalah Membengkak

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 12:58 WIB

10 Fungsi Tersembunyi Vaseline Repairing Jelly untuk Kecantikan Wanita Usia 40-an

10 Fungsi Tersembunyi Vaseline Repairing Jelly untuk Kecantikan Wanita Usia 40-an

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:56 WIB

Mirabella Colorfix Nomor Berapa yang Warna Natural untuk Harian? Ini Rekomendasi Shade-nya

Mirabella Colorfix Nomor Berapa yang Warna Natural untuk Harian? Ini Rekomendasi Shade-nya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:56 WIB

3 HP Flagship Paling Menarik Dibeli, Bukan Keluaran Terbaru Tapi Performanya Gacor

3 HP Flagship Paling Menarik Dibeli, Bukan Keluaran Terbaru Tapi Performanya Gacor

Tekno | Selasa, 03 November 2026 | 12:55 WIB

Film Animasi We Are Aliens Raih Penghargaan Kau Ka Hoku di Ajang HIFF ke-46

Film Animasi We Are Aliens Raih Penghargaan Kau Ka Hoku di Ajang HIFF ke-46

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 12:50 WIB

'Jangan Buat Telinga Tuli atas Tangisan Gaza!' Massa di Jakarta Desak Pembatalan Konser Bocelli

'Jangan Buat Telinga Tuli atas Tangisan Gaza!' Massa di Jakarta Desak Pembatalan Konser Bocelli

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:47 WIB

AS-Iran Perang Lagi, Ledakan Guncang Pulau Qeshm Selat Hormuz

AS-Iran Perang Lagi, Ledakan Guncang Pulau Qeshm Selat Hormuz

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:47 WIB

×