Ekonomi Syariah Indonesia Masih Ketinggalan dari Malaysia, Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Kamis, 05 Juni 2025 | 08:28 WIB
Ekonomi Syariah Indonesia Masih Ketinggalan dari Malaysia, Ini Penyebabnya
Ilustrasi ekonomi syariah [shutterstock]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong perkembangan ekonomi syariah. Hal ini dikarenakan Indonesia hanya berada di peringkat ketiga kalah dari Malaysia yang berada di nomor satu dalam pemanfaatan ekonomi syariah.

Sedangkan di peringkat kedua ada Arab Saudi dan kelima ada Uni Emirat Arab. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI, Imam Hartono mengungkapkan ada tiga tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah.

"Ada tiga tantangan pertama produksi ketersediaan dan kualitas bahan baku halal, kedua inovasi model bisnis keuangan dan ketiga yakni memperkuat literasi ekonomi syariah," kata Imam dalam Taklimat Media di Gedung BI, ditulis Kamis (5/6/2025).

Lanjutnya, pemanfaatan ekonomi syariah juga mulai dilirik oleh beberapa negara. Salah satunya adalah Jepang, Korea Selatan hingga Australia.

Eksar sebagai pertumbuhan ekonomi baru, itu ternyata bukan hanya dimiliki oleh negara-negara yang memiliki jumlah penduduk yang katakanlah muslim yang sangat banyak, tapi juga dimiliki oleh negara-negara lain, misalnya seperti Tiongkok, kemudian juga disitu ada Jepang, Thailand, Korea, Brazil, Australia dan sebagainya.

Untuk itu, pemerintah juga menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) dari sektor ekonomi syariah mencapai 56% pada tahun 2029. Target ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

“Tentu dengan melihat ini semua, melihat tantangan kemudian juga strateginya, maka kembali ini dibutuhkan effort melalui optimalisasi kebijakan eksyar dalam bauran kebijakan nasional yang tentu didukung sinergi kolaborasi berbagai pihak untuk pengembangan eksyar nasional,” bebernya.

Serta, Bank Indonesia juga terus mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional ini. Lantaran, menjadi salah satu kebijakan pendukung untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Karena kita program dan utamanya untuk mendukung inklusi ekonomi dan keuangansebagaimana mandat undang-undang P2SK.Dan inklusif ini tercermin pada beberapa upaya Bank Indonesia yang secara kolaboratif mendukung," katanya.

baca juga

Dia berharap sejumlah peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan eksyar nasional. Peluang tersebut antara lain peningkatan jumlah penduduk muslim global, kemajuan digitalisasi dan e-commerce, serta potensi besar pasar produk halal di negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC).

"Konsumsi produk halal oleh umat muslim global juga menunjukkan tren meningkat. Pada 2012 tercatat sebesar 1,62 triliun dolar AS, naik menjadi 2,29 triliun dollar sD pada 2022, dan diproyeksikan meningkat hingga 3,1 triliun dolar AS pada 2027," tandasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) merevisi mengenai target pertumbuhan perbankan syariah. Hal ini dikarenakan BI juga merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,5 persen.

Kepala Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Imam Hartono memprediksi pembiayaan syariah hanya mencapai 8-11 persen. Padahal, tahun sebelumnya mencapai 11-13 persen.

"Proyeksi dari pembiayaan syariah kita itu kita revisi menjadi antara 8-11 persen. Kemudian juga ini kan juga terkait dengan proyeksi PDB-nya yang bergerak jadi antara 4,6 persen sampai dengan 5,4 persen," bebernya.

Kata dia, terkait dinamika global yang saat ini tengah terjadi, dia mengakui bahwa kondisi tersebut akan berdampak pada kinerja pembiayaan syariah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ma'ruf Amin Tagih Janji Presiden Prabowo Soal Ekonomi Syariah: Masih Punya Utang

Ma'ruf Amin Tagih Janji Presiden Prabowo Soal Ekonomi Syariah: Masih Punya Utang

Bisnis | Selasa, 27 Mei 2025 | 14:24 WIB

Pemerintah Dorong Ekonomi Syariah Jadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Ekonomi Syariah Jadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 26 Mei 2025 | 14:25 WIB

Global Islamic Financial Institutions Forum 202 Dorong Sinergi Ekonomi Syariah Lintas Negara

Global Islamic Financial Institutions Forum 202 Dorong Sinergi Ekonomi Syariah Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 13:38 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×