Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Demi Efisiensi, Amazon Pangkas 100 Karyawan

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Jum'at, 06 Juni 2025 | 15:31 WIB
Demi Efisiensi, Amazon Pangkas 100 Karyawan
PHK karyawan

Suara.com - Amazon telah memangkas pekerjaan di divisi bukunya, termasuk di situs ulasan Goodreads dan unit Kindle, demikian diwartakan kantor berita Reuters pada pekan ini.

Pengecer yang berbasis di Seattle itu mengatakan bahwa kurang dari 100 pekerja terdampak dan langkah itu dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan merampingkan operasi.

"Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk membuat tim dan program kami beroperasi lebih efisien, dan agar lebih selaras dengan peta jalan bisnis kami, kami telah membuat keputusan sulit untuk menghilangkan sejumlah kecil peran dalam organisasi Buku," kata juru bicara Amazon dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Jumat (6/6/2025).

Amazon telah melakukan pemutusan hubungan kerja secara bertahap, yang terbaru di unit perangkat dan layanannya, serta divisi podcast Wondery dan staf toko dan komunikasi.

CEO Andy Jassy sedang melakukan inisiatif untuk mengurangi apa yang ia gambarkan sebagai birokrasi yang berlebihan di perusahaan, termasuk dengan mengurangi jumlah manajer.

"Sepanjang kuartal pertama tahun ini, Amazon menambah sekitar 4.000 pekerjaan dibandingkan dengan kuartal keempat tahun lalu," jelasnya.

Saham Amazon ditutup 0,3% lebih tinggi pada hari Kamis dan turun 5,6% sepanjang tahun ini. Pemutusan hubungan kerja di divisi buku pertama kali dilaporkan oleh Business Insider.

-Perbankan Dunia yang Melakukan PHK 

Sebagai informasi, sejumlah bank global besar berada di bawah tekanan baru untuk memangkas biaya dengan latar belakang memburuknya prospek ekonomi global karena kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran akan menurunnya aktivitas perdagangan.

baca juga

Hang Seng Bank yang berbasis di Hong Kong, anak perusahaan HSBC, mengatakan bulan lalu bahwa mereka sedang merestrukturisasi bisnis dan merampingkan peran ganda dalam sebuah langkah yang akan menyebabkan hilangnya pekerjaan bagi sekitar 1% dari "staf inti"-nya.

Pemutusan hubungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya pemotongan biaya, yang dipimpin oleh CEO HSBC Group Georges Elhedery, yang bertujuan untuk memangkas pengeluaran sebesar 1,8 miliar dolar ASpada akhir tahun 2026.

Pemberi pinjaman yang berfokus pada Hong Kong dan daratan Tiongkok telah melaporkan peningkatan pinjaman macet selama beberapa tahun terakhir karena paparan mereka yang relatif tinggi terhadap sektor properti Tiongkok yang bermasalah. Beberapa bank Wall Street termasuk JPMorgan dan Bank of America telah memulai proses tahunan pemutusan hubungan kerja karyawan yang berkinerja buruk.

Bank of America dilaporkan telah memberhentikan 150 posisi bankir di unit perbankan investasinya, menyusul tindakan serupa yang dilakukan oleh pesaingnya, JPMorgan dan Goldman Sachs.

Sebelumnya, Citigroup kembali memangkas karyawannya. Adapun, perusahaan berencana untuk memangkas sekitar 3.500 posisi teknologi di Tiongkok, dalam langkah terbaru oleh bank besar AS untuk merampingkan operasi global dan mengurangi biaya.

Dilansir CNBC International, pengurangan staf di Tiongkok , Shanghai dan Dalian diharapkan akan selesai pada awal kuartal keempat tahun ini. Pekerjaan yang terpengaruh sebagian besar berada di unit layanan teknologi informasi, yang menyediakan pengembangan teknologi perangkat lunak, pengujian dan pemeliharaan serta layanan operasional untuk bisnis global Citi.

Perusahaan tersebut mengatakan beberapa peran akan dipindahkan ke pusat teknologi Citi di tempat lain, tanpa menyebutkan jumlah pekerjaan atau lokasi tertentu. Pemutusan hubungan kerja di Tiongkok terjadi saat Citi terus bekerja melalui rencana yang lebih luas yang diumumkan Januari tahun lalu, untuk mengurangi 10% dari tenaga kerjanya, atau sekitar 20.000 karyawan secara global. 

Perusahaan telah bergerak untuk merampingkan operasi dan mengurangi kantor di AS, Indonesia, Filipina, dan Polandia, kata pernyataan tersebut. Dipimpin oleh CEO Jane Fraser, Citi telah melakukan reorganisasi menyeluruh yang bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas dan memulihkan kepercayaan investor setelah bertahun-tahun tertinggal dari bank-bank besar AS.

Apalagi, Citi mengalami kerugian disebabkan oleh biaya besar yang digelontorkan yaitu sekitar 3,8 dolar AS untuk biaya reorganisasi, cadangan devaluasi mata uang dan tidak stabilnya kondisi Argentina dan Rusia. Kemudian Citi juga harus membayar 1,7 miliar dolar AS untuk topup dana asuransi simpanan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Efisiensi Berdarah General Motors Pasang Puluhan Robot Usai PHK Ribuan Pekerja

Efisiensi Berdarah General Motors Pasang Puluhan Robot Usai PHK Ribuan Pekerja

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:10 WIB

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:51 WIB

Perfect Storm 2026: Saat Harga Pertamax Meroket Bersamaan dengan Ledakan PHK Massal

Perfect Storm 2026: Saat Harga Pertamax Meroket Bersamaan dengan Ledakan PHK Massal

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:29 WIB

Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal

Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:37 WIB

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:44 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB