Daya Beli Menurun, Awas Gelombang PHK Makin Tinggi

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Senin, 09 Juni 2025 | 11:18 WIB
Daya Beli Menurun, Awas Gelombang PHK Makin Tinggi
Ilustrasi pedagang pasar tanah abang mengeluhkan sepi pembeli. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Deflasi yang terjadi pada bulan Mei bisa menjadi alarm ekonomi Indonesia menjadi suram. Hal ini dikarenakan, daya beli Indonesia yang lesu bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan indikasi ekonomi makin suram disebabkan deflasi bulan Mei. Tentunya ini jadi pertanda daya beli sedang lesu, bukan hanya faktor paska lebaran.

"Misalnya di komponen peralatan rumah tangga terjadi deflasi -0,04 persen mtm. Makanan minuman tembakau turunnya sampai -1,4 persen mtm," kata Bhima saat dihubungi Suara.com, Senin (9/6/2025).

Kata dia, ekonomi yang melambat ini bisa meningkatkan gelombang pemutusan hubungan kerja (phk) di Indonesia di smester kedua. Untuk itu pemerintah perlu memberikan langkah strategis agar ekonomi Indonesia menguat.

"Ini sudah lampu kuning ada gejala pertumbuhan ekonomi melambat di kuartal ke II 2025. Kalau kondisi motor permintaan rendah berlanjut, maka PHK massal makin masif di semester ke II tahun ini," kata dia.

Sebagai informasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK Mei 2025 tercatat deflasi sebesar 0,37 persen (mtm), sehingga secara tahunan inflasi IHK menurun menjadi 1,60 persen (yoy).

Deflasi didorong oleh kelompok volatile fooddan administered prices. Inflasi yang terjaga rendah ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara

Sedangkan, inflasi kelompok inti pada Mei 2025 tercatat sebesar 0,08% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,31% (mtm). Perkembangan inflasi inti tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga beberapa komoditas global, di tengah ekspektasi inflasi yang terjaga.

Realisasi inflasi inti pada Mei 2025 disumbang terutama oleh inflasi komoditas tarif pulsa ponsel, emas perhiasan, dan kopi bubuk. Secara tahunan, inflasi inti Mei 2025 tercatat sebesar 2,40 persen (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,50 persen (yoy).

baca juga

Lalu, kelompok volatile food pada Mei 2025 mengalami deflasi sebesar 2,48 persen (mtm), lebih dalam dibandingkan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,04 persen (mtm).

Deflasi kelompok volatile fooddisumbang terutama oleh komoditas aneka cabai dan aneka bawang didukung oleh pasokan yang meningkat seiring dengan berlangsungnya masa panen hortikultura dan meningkatnya realisasi impor bawang putih.

Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami deflasi sebesar 1,17 persen (yoy), menurun dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,64 persen (yoy).

Ilustrasi deflasi
Ilustrasi deflasi. (Ist)

Ke depan, inflasi volatile fooddiprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.

Selain itu, kelompok administered prices pada Mei 2025 mengalami deflasi sebesar 0,02 persen (mtm), menurun dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 5,21 persen (mtm).

Deflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas angkutan antarkota seiring dengan normalisasi tarif angkutan pascaperiode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri dan komoditas bensin sejalan dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 1,36% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,25 persen (yoy).

Untuk itu, Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2025 dan 2026.

Tidak hanya itu, Bank Indonesia (BI) memangkas ekonomi Indonesia pada 2025 akan berada dalam kisaran 4,6-5,4 persen. Angka ini lebih rendah dari perkiraan BI sebelumnya, yaitu 4,7-5,5 persen. Pada kuartal I 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,87 persen secara tahunan, lebih rendah dari kuartal IV 2024 yang tercatat sebesar 5,02 persen.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, BI memangkas suku bunga acuan menjadi 5,50 persen dari yang sebelumnya 5,75 persen. BI juga memangkas suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dari yang sebelumnya 5,00 persen. Kemudian, suku bunga lending facility juga menurun menjadi 6,25 persen dari yang sebelumnya 6,50 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Global Gonjang-ganjing, Braze: Potensi Ekonomi RI Besar!

Global Gonjang-ganjing, Braze: Potensi Ekonomi RI Besar!

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2025 | 12:54 WIB

OECD Ramal Ekonomi Indonesia Merosot 4,7 Persen, Pengangguran Naik Tipis di 2025

OECD Ramal Ekonomi Indonesia Merosot 4,7 Persen, Pengangguran Naik Tipis di 2025

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2025 | 07:57 WIB

Deflasi Mengintai Ekonomi RI : Alarm Perlambatan di Tengah Inflasi Tipis

Deflasi Mengintai Ekonomi RI : Alarm Perlambatan di Tengah Inflasi Tipis

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 09:42 WIB

Gaji ke-13 Cair, Sri Mulyani Harap Daya Beli Masyarakat Bergairah Lagi

Gaji ke-13 Cair, Sri Mulyani Harap Daya Beli Masyarakat Bergairah Lagi

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 09:07 WIB

7 Jenis Investasi yang Baik Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat

7 Jenis Investasi yang Baik Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat

News | Minggu, 25 Mei 2025 | 16:11 WIB

Selain Tarif AS, Ketua APINDO Jabar Bongkar Penghambat Investasi di Indonesia

Selain Tarif AS, Ketua APINDO Jabar Bongkar Penghambat Investasi di Indonesia

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:19 WIB

Terkini

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

×